Jumat, 28 Mei 2010

hari tanpa metadon?


Hari tanpa metadon adalah sebuah kemustahilan dalam hidup V sekarang.. Sejak memutuskan untuk putus hubungan dengan putaw tiada hari lagi tanpa metadon baginya. Di sinilah, di klinik terapi metadon tempat nongkrongnya setiap hari.
V harus mampu bangun pagi dan ikut terapi karena bila terlambat maka tubuhnya akan meronta. Sudah menjadi rutinitas dan V menikmatinya.
Sejak ikut terapi, banyak hal yang berubah dalam diri V terutama perubahan perilaku. Sekarang dia sudah mampu bangun pagi, pola makan teratur, tidur teratur, dan berat badan naik akhirnya jadi tambah cakep. He..he..he.. bukan aku yang bilang lho, tapi V.

V merasa beruntung ikut terapi karena tabungan orang tua menjadi aman dan tak mengalir deras ke sakunya. Selain metadon murah dibandingkan putaw, tapi juga hemat, legal dan simpel. Cukup Rp. 5.000 sudah dapat 1 dosis+ gula-gula, sekali teguk sakau hilang, efeknya pun mirip heroin cuma agak pahit. Tidak perlu lagi main kucing-kucingan dengan aparat
V yakin suatu hari nanti, entah kapan? Dia pasti akan bebas dari semua pengaruh opium, candu dkk itu. Pada saat itu datang, dia ingin menemukan cintanya, meraih dan merengkuhnya lama hingga pada keabadian. Semoga, Amin.
(Tetap SEMANGAT!!! Buat kakak2 di semua klinik PTRM di Indonesia.)

Selasa, 18 Mei 2010

ku kenal dia dengan nama Eri


Perjumpaan dengannya adalah hal yang biasa saja. Bahkan terlalu biasa. Dia layaknya orang kebanyakan yang kukenal. Aku tepatnya kami (para etoser) mengenalnya dengan sebuah nama lengkap khas bugis Makassar. Namanya pun biasa saja. Ah, sungguh tak ada yang istimewa pada awal jumpa.
Tapi siapa yang menyangka, saat dia mulai berbicara, mengungkapkan tautan kata serta merajut benang-benang ide dari balik tempurung kepalanya mampu menyentuh sedikit simpatiku. “Ah, dia cerdas dan luar biasa”. Semakin bertambah durasi yang kuberikan padanya ternyata mampu mengubah seleraku.”kok dia menjadi sok tahu banget.” Kelihaian lidah berucap dan tarian otak yang lincah menjadikannya tampak unik. Tanpa menunggu pengakuan dia telah menjadi selebriti hari Kamis yang tak henti dibicarakan hingga kini.
Kawan, ada yang salah dari perjumpaan itu. Egoku yang terlalu tinggi membutakan hatiku melihat permata yang sedang kemilaunya itu. Hari ini, aku tersadar bahwa dia layak menjadi primadona dalam dunia yang kugemari dan dia candu. Dunia kata layak menyambutnya menjadi pendatang berbakat.
Membaca buah pikiran dan lukisan penanya menjadi penyadaran bagiku. Kedewasaan dalam menjalani hidup yang dilakoninya sungguh jauh dari usia mudanya. Aku menjadi teringat tokoh utama film “Orphan” yang cerdas dan santun melebihi seusianya.
Ada sebuah kalimat mengawali riwayat hidupnya “miskin adalah sahabat yang mencintaimu dengan rasa sakit yang kelak menguatkanmu, menjatuhkan airmatamu untuk mengajarkan makna bersyukur dan akan berbahagia bila suatu saat kau meninggalkannya dan mengingatnya sebagai pelajaran berharga.”( Eri,26/03/10) Aku terenyuh, bagiku kata seindah ini tak mungkin lahir dari gadis mungil ini. jika bukan karena pengalaman hidup.
Kawan, beratnya hidup yang dia jalani telah membungkus jiwanya dalam ketegaran tiada tara. Takdir mempermainkan hari-harinya tanpa musyawarah. Membawanya pada banyak persinggahan dan kepahitan demi sebuah titik terang masa depan. Dan akhirnya memang akan terlalu indah. “Ada yang bertanya kenapa pemandangan dari puncak gunung itu sangat indah. Bagiku letak keindahannya bukan pada pemandangan yang tampak di depan namun pada jatuh bangun yang dilalui dibelakang yang menghasilkan afirmasi positif bahwa apa yang terbentang di hadapan kita adalah hasil dari sebuah proses pendakian yang luar biasa. Proses itulah keindahan yang sebenarnya.” (Eri,26/03/10)
Sayang, mungkin hanya waktu dan takdir baik baginya yang akan mempertemukanku pada Eri.
(bagiku sulit untuk mengagumi seseorang tapi dia memang beda dan unik.)

Rabu, 21 April 2010

Sebuah Pengakuan


Berada dalam jeratan narkoba adalah sebuah takdir yang tertolak. Walau hanya keingintahuan yang menyeret langkah ke dalamnya tapi tak ada yang mampu berlari. Apa yang mampu dilakukan diri dan jiwa saat tekanan Si narkoba begitu kuat? Apatah lagi jika yang bertingkah bukanlah otak tapi badan.Berawal dari sebuah program baru yang diperkenalkan orang tuanya, Renal (nama samaran) pun mencoba ikut dalam terapi metadon yaitu terapi untuk pengguna napza suntik. Yang mana metadon itu sendiri adalah sebuah opiat sintetik. Kurang lebih 2 tahun dia mengikuti terapi ini dan hasilnya luar biasa terutama pada perubahan perilaku. Tak ada tujuan lain ikut dalam terapi ini selain keinginan untuk lepas dari jeratan narkoba.
“Seandainya raenkarnasi itu ada, aku pasti orang pertama yang mendaftar. Walau aku harus terlahir kembali sebagai seorang abnormal atau bodoh daripada sok tahu akhirnya beginilah diriku. Ingin sekali rasanya aku kembali menjadi anak kecil yang belum tahu apa. tidak kenal narkoba dan perilaku buruk lainnya. Polos. Tapi, yah sudahlah sepertilah aku sekarang.”Sebuah pengakuan polos yang menyentuh. Hanya sebuah keinginan yang mungkin kecil tapi maknanya luar biasa. Tak muluk-muluk ia meminta kemewahan dan ketenaran hanya kesucian jiwa raga dari noda hitam setan dalam narkoba. Walau jeratan itu kuat mengekang tapi tak memupuskan keinginan belajarnya. Jalur akademik yang ditempuh telah di ambang sarjana meski sakit karena narkoba mengiringinya dari bangu SMP.
Benarlah firman Allah yang mengatakan bahwa segala perbuatan itu akan mendapat ganjaran yang setimpal. Tapi yakinlah bahwa pintu tobatNya Maha Luas.





Jumat, 02 April 2010

film 3 idiot penuh inspirasi


film yang sedang hangat dibicarakan saat ini adalah 3 idiot, sebuah film yang dibintangi oleh Amir khan ini cukup menarik perhatian khalayak. Rasa penasaran karena membaca sebuah artikel yang menyatakan bahwa sebuah film baru "3 idiot" hampir mengalahkan popularitas my names is khan langsung memaksaku mencari file film ini. Dan alhamdulillah seorang teman membawakannya untuk kami.
Aku bukan seorang pengamat film tapi cukup banyak film yang sudah saya nonton, karwena itu aku berani berkata bahwa film "3 idiot" adalah sebuah film inspiratif yang keren
alur cerita yang diatur apik tak membosankan ini membuat kita merasa film dengan durasi 3 jam ini terasa singkat. emosi penonton mengikuti alur yang kadang menyita airmata. saat mata masih basah, bibir sudah tertawa. kocak, gila, sedih, romantis, semangat dll bercampur bagai rujak..eh bukan tapi jus alpokat atau..apalah.
banyak pesan yang diungkap sederhana dalam film ini seperti" lakukanlah apa yang hati kamu suka", "dalam meraih masa depan kita harus fokus", "sekolah bukan untuk mencari ijazah tapi kebesaran jiwa" dan masih banyak lagi tentang persahabatan, bakat, dan kehidupan.Warna-warni jalan yang akan ditempuh manusia, kadang sulit dan senang. tapi sentuhlah hatimu dan katakan ALL IS WELL. Jangan takut melakukan perubahan walau itu sulit dan dibenci. MARI BELAJAR adalah pesan terakhir dalam film ini.

Sabtu, 27 Maret 2010

PERNAHKAH ENGKAU?



Pernahkah engkau merasa rindu?
Pernahkah engkau merasa perih?
Pernahkah engkau merasa sepi?
Pernahkah engkau merasa butuh?
Pernahkah engkau merasa terabaikan?

Pernahkah engkau mencoba bertanya?


Pernahkah engkau mencoba berlari?
Pernahkah engkau mencoba menolak?
Pernahkah engkau mencoba berpaling?

Andai engkau pernah berdiri bersamaku
Memandang pada sisi garis mataku
Di sudut lihai yang sulit kau jangkau
Pernahkah engkau mencoba memahami rasaku?(pukul 23:03, 26 maret 2010 )