Rabu, 30 Desember 2015

Inikah cinta...

Aku pernah bertanya pada Tuhan, kapankah saya diizinkan untuk mengenal cinta yang sesungguhnya .setiap insan membutuhkan tempat berkasihsayang dalam cinta karenanya.hingga akhirnya aku berani mengatakan bahwa aku sedang jatuhcinta.
Cinta sejatinya menghadirkan sejuta rasa, impian dan harapan.cinta yang menghadirkan suka dan duka dimasa yang sama.cinta yang menyentuh jiwa.Membawa rindu dan senyum diruang yang sama.cinta yang mengalunkan dawainya dalam kesyahduan malam dan pagi.
Kubiarkan perasaanku menari dipelukan bahagia.mengiringku padanya yang dipuja.
Hari berlalu begitu lamban, saat ku mulaimenghitung hari. Dan andai halal nanti alangkah sempurna rasa ini.
Dengan bersatunya cinta seperti bersatunya dua kalimat syahadat.amin
Untuk yang terkasih.jika ada kesempatan saya akan bercerita tentang misteri jodoh

Senin, 05 Oktober 2015

Siapa yang memperjuangkan mereka?

Aku termasuk orang yang terkadang cuek pada kehidupan sosial disekitarku.
Tapi,ketika tahu bahwa ternyata dilingkunganku ada yang sangat membutuhkan bantuan tapi terabaikan
Hati kecilku terusik,bagaimana tidak disaat masalah sosial didengungkan dimana_mana,bantuan pemerintah disebar,janji politik yang sangat manis.justru ada keluarga yang terabaikan.
Siapa yang akan peduli?siapa yang akan membantu atau sekedar menjanjikan uluran kasih.
Bukankah seorang muslim bersaudara?disaat saudaranya membutuhkan merekalah yang harus membantunya.
Apakah berkah kenikmatan yang dirasakan ketika ada tetangga yang kesusahan.
Ingin membantu tapi apadaya kemampuan untuk itu masih terbatas.
Bahkan disaat orang_orang sibuk qmengurus keluarganya mendapatkan bantuan ini itu.lalu mereka yang tidak punya keluarga di pemerintahan,siapa yang akan mengurusnya.
Disaat orang_orang mendapatkan bantuan pemerintah lalu ia yang terabaikan hanya bisa berharap.
Mereka yang terabaikan,hidup dalam kemiskinan, sendiri menjalani serba kurang.terkikis oleh zaman yang kian garang.menepi dari kehidupan sosial sekitarnya. Berteman dengan keluh,sakit dan nestapa.
Siapa yang akan peduli?.
Seharusnya....entahlah,,aku hanya merasa terusik dengan kondisi ini

Rabu, 05 Agustus 2015

BPJS????

berbicara tentang BPJS sebenarnya bukan wewenang saya. saya pun masih kurang paham tentang BPJS, tapi sebagai bagian dari pemberi pelayanan kesehatan di instansi kesehatan saya ingin memberi warna dalam blog ini wacana yang sedang hangat dibicarakan.
 Langsung saja deh ke Fatwa MUI tentang BPJS yang mengundang polemik,,,hehehe
KATA MUI BPJS ITU:
BPJS Kesehatan tidak sesuai prinsip syariah karena mengandung ketidakjelasan, pertaruhan, dan riba
Berdasarkan penjabaran MUI, penyelenggaraan BPJS Kesehatan dianggap tidak sesuai dengan prinsip syariah karena mengandung unsur ketidakjelasan, memiliki unsur pertaruhan, dan riba.
Unsur ketidakjelasan dilihat dari pola tukar menukar, yaitu setelah peserta membayar iuran wajib, peserta mendapatkan fasilitas jaminan kesehatan sesuai dengan premi yang telah dibayarkan.
Padahal, kontrak pelaksanaan BPJS Kesehatan saat ini justru menggunakan sistem subsidi silang, yaitu peserta yang mampu membantu peserta yang tidak mampu atau gotong royong.
Adapun dari unsur riba, ada denda yang harus dibayarkan peserta jika terlambat menyetorkan iuran BPJS Kesehatan. Denda itu mencapai sebesar 2% per bulan dari total iuran yang tertunggak paling banyak untuk waktu tiga bulan
Apapun pendapat masyarakat tentang BPJS, yang kami pahami adalah BPJS wajib bagi seluruh rakyat Indonesia. Dan kepesertaannya diharuskan hingga 2019 nanti. Sebesar apapun polemik yang ada sistem BPJS telah diberlakukan di hampir semua Instansi pelayanan kesehatan milik pemerintah yang ada Indonesia.
So, mari kita berbondong-bondong mendaftarkan diri dan keluarga menjadi peserta BPJS.
Pasti semua kebijakan ada manfaatnya bagi masyarakat..kita harus percaya itu!