Selasa, 22 Juni 2010

berkenalan dengan metadon.


Kawan, sudahkah kamu mengenal istilah baru ini? Kalau belum aku akan mencoba sedikit memperkenalkannya. Tapi kalau HIV, AIDS, Napza pasti sudah pada tahu dong.
Apasih metadon itu?
Metadon (Dolophine, Amidone, Methadose, Physeptone, Heptadon dan masih banyak lagi nama persamaannya) adalah sejenis sintetik opioid yang secara medis digunakan sebagai analgesik (pereda nyeri), antitusif (pereda batuk) dan sebagai terapi rumatan pada pasien dengan ketergantungan opioid.
Berdasarkan keputusan menteri kesehatan Republik Indonesia nomor 494/MENKES/SK/VII/2006, metadon adalah suatu opiat sintetik yang menyebabkan pasien akan mengalami ketergantungan fisik. Jika ia berhenti mengkonsumsi metadon secara tiba-tiba ia akan mengalami gejala putus zat.
Apa kelebihannya?
Nah ini yang penting. Kenapa kita harus berkenalan dengan metadon? Ada apa sih dengan metadon? Oke.simak yuk!
Methadone sama halnya dengan morphin dan heroin sehingga mempunyai mekanisme kerja yang sama pada reseptor opoid dan karenanya akan menghasilkan efek yang sama. Durasi kerjanya yang lama dan harganya yang relatif murah sehingga banyak dimanfaatkan terutama untuk kepentingan medis.
Methadon mempunyai efek toleransi silang yang baik dengan golongan opioid lainnya seperti heroin atau morphine dan oleh karenanya methadone cukup bermanfaat jika digunakan sebagai agen rumatan ketergantungan opoid. Selain itu juga karena waktu paruh dan jangka kerjanya yang lama, akan membuat stabilisasi pasien lebih baik sehingga proses kecanduan terhadap opoid akan berkurang. Dengan demikian usaha-usaha pasien untuk mengkonsumsi substansi heroin, morfin atau obat sejenisnya melalui suntikan juga akan berkurang.
Metadon dipakai sebagai salah satu terapi untuk ketergantungan Napza. Benarkah??
Yupp,metadon digunakan dalam terapi ketergantungan napza, namanya terapi rumatan metadon. Dan nama programnya adalah program terapi rumatan metadon. Bertujuan dalam pengurangan dampak buruk narkoba, terapi metadon bertujuan mengurangi dampak buruk pada individu dan sosial yang terkait dengan penggunaan opiat ilegal.
Apa manfaat terapi ini?
Terapi metadon akan mengurangi atau menghilangkan penggunaan heroin, mengurangi angka kematian dan mengurangi angka kriminalitas yang berhubungan dengan pemakaian heroin. Dengan demikian pasien mempunyai kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidupnya dan meningkatkan produktivitasnya secara sosial. Secara lebih jauh lagi terapi metadon berpotensi untuk mengurangi paparan berbagai macam infeksi yang disebabkan karena pemakaian jarum suntik bergantian.
Prinsip utama rumatan methadone adalah untuk meniadakan keadaan sakau (putus obat), meminimalkan gejala-gejala putus obat dan menghilangkan efek euphoria yang disebabkan heroin. Secara medis, rumatan methadone terbukti aman dan bahkan bisa diindikasikan juga pada pecandu perempuan yang sedang hamil. Terapi metadon ini juga secara signifikan mengurangi laju penularan infeksi HIV. Yang lebih penting lagi, methadone mampu meningkatkan produktivitas pecandu secara sosial sehingga berbagai masalah sosial yang timbul dapat diminimalisir atau bahkan dapat dihilangkan (seperti masalah pendidikan dan pekerjaan).
KEREN KAN? Nah tugas kita sekarang adalah mempromosikannya, mengajak teman saudara kenalan keluarga dan orang sekitar yang mungkin mengkonsumsi narkoba khususnya narkoba suntik untuk ikut terapi metadon. Tetap, say no to drugs!!!

Selasa, 08 Juni 2010

Ingatan pada kepedihan silam


kepedihan 7 tahun silam mungkinkah kembali muncul? Ya, bahkan kepedihan puluhan tahun pun sulit tuk dibuang. Karena kepedihan itu, aku mengingat dia. Segelumit tanya membawaku pada masa SMP dan dia. Dia yang over protectif, prefect di mata teman-temanku tapi bukan di mataku.
Pilih kasih, tak adil dan berbisa sedikit kulihat di pribadinya yang disiplin. Ah, guruku. Mungkin pedih ini tak ada yang tahu. Engkau pun pasti tak sadar telah menyakitiku. Tapi sungguh sebaris kalimat yang pernah kau ucapkan di hadapan aku dan teman-temanku telah menjadi prasasti hitam di hati dan masa laluku.
(Tapi terima kasihku selalu ada untukmu)

Minggu, 06 Juni 2010

manusia hitam



Siapakah manusia hitam itu?
Manusia dalam hitam
Hitam yang menggelapkan
Merabunkan titik-titik fitrah
Kuku tajam, kotor penuh darah terus terasah
Mengilap bernoda nista
Nista sungguh nista tak terjamah
Siapakah manusia hitam itu?
Manusia dalam hitam
Hitam dibalik putih
Putih yang suci, oh???
Putih obsesi dosa
Atas nama manusia
Dialah manusia hitam itu
Berbelati jubah bagi saudaramu

Jumat, 28 Mei 2010

hari tanpa metadon?


Hari tanpa metadon adalah sebuah kemustahilan dalam hidup V sekarang.. Sejak memutuskan untuk putus hubungan dengan putaw tiada hari lagi tanpa metadon baginya. Di sinilah, di klinik terapi metadon tempat nongkrongnya setiap hari.
V harus mampu bangun pagi dan ikut terapi karena bila terlambat maka tubuhnya akan meronta. Sudah menjadi rutinitas dan V menikmatinya.
Sejak ikut terapi, banyak hal yang berubah dalam diri V terutama perubahan perilaku. Sekarang dia sudah mampu bangun pagi, pola makan teratur, tidur teratur, dan berat badan naik akhirnya jadi tambah cakep. He..he..he.. bukan aku yang bilang lho, tapi V.

V merasa beruntung ikut terapi karena tabungan orang tua menjadi aman dan tak mengalir deras ke sakunya. Selain metadon murah dibandingkan putaw, tapi juga hemat, legal dan simpel. Cukup Rp. 5.000 sudah dapat 1 dosis+ gula-gula, sekali teguk sakau hilang, efeknya pun mirip heroin cuma agak pahit. Tidak perlu lagi main kucing-kucingan dengan aparat
V yakin suatu hari nanti, entah kapan? Dia pasti akan bebas dari semua pengaruh opium, candu dkk itu. Pada saat itu datang, dia ingin menemukan cintanya, meraih dan merengkuhnya lama hingga pada keabadian. Semoga, Amin.
(Tetap SEMANGAT!!! Buat kakak2 di semua klinik PTRM di Indonesia.)

Selasa, 18 Mei 2010

ku kenal dia dengan nama Eri


Perjumpaan dengannya adalah hal yang biasa saja. Bahkan terlalu biasa. Dia layaknya orang kebanyakan yang kukenal. Aku tepatnya kami (para etoser) mengenalnya dengan sebuah nama lengkap khas bugis Makassar. Namanya pun biasa saja. Ah, sungguh tak ada yang istimewa pada awal jumpa.
Tapi siapa yang menyangka, saat dia mulai berbicara, mengungkapkan tautan kata serta merajut benang-benang ide dari balik tempurung kepalanya mampu menyentuh sedikit simpatiku. “Ah, dia cerdas dan luar biasa”. Semakin bertambah durasi yang kuberikan padanya ternyata mampu mengubah seleraku.”kok dia menjadi sok tahu banget.” Kelihaian lidah berucap dan tarian otak yang lincah menjadikannya tampak unik. Tanpa menunggu pengakuan dia telah menjadi selebriti hari Kamis yang tak henti dibicarakan hingga kini.
Kawan, ada yang salah dari perjumpaan itu. Egoku yang terlalu tinggi membutakan hatiku melihat permata yang sedang kemilaunya itu. Hari ini, aku tersadar bahwa dia layak menjadi primadona dalam dunia yang kugemari dan dia candu. Dunia kata layak menyambutnya menjadi pendatang berbakat.
Membaca buah pikiran dan lukisan penanya menjadi penyadaran bagiku. Kedewasaan dalam menjalani hidup yang dilakoninya sungguh jauh dari usia mudanya. Aku menjadi teringat tokoh utama film “Orphan” yang cerdas dan santun melebihi seusianya.
Ada sebuah kalimat mengawali riwayat hidupnya “miskin adalah sahabat yang mencintaimu dengan rasa sakit yang kelak menguatkanmu, menjatuhkan airmatamu untuk mengajarkan makna bersyukur dan akan berbahagia bila suatu saat kau meninggalkannya dan mengingatnya sebagai pelajaran berharga.”( Eri,26/03/10) Aku terenyuh, bagiku kata seindah ini tak mungkin lahir dari gadis mungil ini. jika bukan karena pengalaman hidup.
Kawan, beratnya hidup yang dia jalani telah membungkus jiwanya dalam ketegaran tiada tara. Takdir mempermainkan hari-harinya tanpa musyawarah. Membawanya pada banyak persinggahan dan kepahitan demi sebuah titik terang masa depan. Dan akhirnya memang akan terlalu indah. “Ada yang bertanya kenapa pemandangan dari puncak gunung itu sangat indah. Bagiku letak keindahannya bukan pada pemandangan yang tampak di depan namun pada jatuh bangun yang dilalui dibelakang yang menghasilkan afirmasi positif bahwa apa yang terbentang di hadapan kita adalah hasil dari sebuah proses pendakian yang luar biasa. Proses itulah keindahan yang sebenarnya.” (Eri,26/03/10)
Sayang, mungkin hanya waktu dan takdir baik baginya yang akan mempertemukanku pada Eri.
(bagiku sulit untuk mengagumi seseorang tapi dia memang beda dan unik.)