Rabu, 29 September 2010

wARNa WaRNI bARUGA


WARNA-WARNI BARUGA
Entah kenapa harus kuberi judul seperti itu? Tapi, begitulah adanya. 15 September 2010 di saat jiwa-jiwa penuh bahagia berjalan anggun dan gagah dengan penuh percaya diri bergegas memadati ruangan Baruga AP.Pettarani UNHAS, aku pun bergelut dengan sejuta warna yang menghiasi baruga itu. Ungu, pink, hijau, biru dsb beradu cantik dan menawan mencoba bercerita tentang kebahagiaan pemakainya. Kebahagiaan atas kesuksesan telah merampungkan strata satunya. Pantaskah ini dirayakan? Mungkinkah ini adalah murni akhir yang bahagia?
Tak perlu aku memungkiri, aku pun bahagia seperti mereka. Tapi, di sisi lain dalam hatiku ada galau, sedih dan ketakutan. Warna hatiku seperti warna-warni baruga itu. Aku bahagia karena telah menamatkan strata satu dengan sempurna dan predikat dambaan semua mahasiswa. Aku sedih karena banyak hal yang harus kutinggalkan. Impian selama mahasiswa, teman, kampus, organisasi dan mungkin Makassar pun kan jauh di mata. Dan ketakutan karena amanah yang semakin berat. Amanah pada diri dan masa depan, orang tua, keluarga, agama dan bangsa.
Sungguh galau aku memikirkan semua itu. Gerbang baru telah terbuka dan kehidupan baru harus ditempuh dengan penuh semangat meski dengan teman, tempat dan tantangan yang beda. Tiada lagi teman yang dulu selalu penuh cerita dan inspirasi. Organisasi yang mewadahi hobi dan amal, tamatlah sudah.
Jalan masih panjang dan inilah hidup. Datang dan kembali. Ada dan tiadanya akan menyertai kesabaran dan perjuangan. Tak mungkin menyalahi fitrah dunia yang pasti kan berputar. Kita harus pandai memainkan setiap peran yang dititipkan Sang Pencipta. Siap atau tidak peran itu akan tetap melekat. Siapa pun dirimu pasti kan bertemu dengan peran baru yang akan menemanimu sampai rentang waktu yang telah ditentukan. Suka atau tidak, that’s life. So, ingin tetap hidup bahagia maka menjalaninya dengan baik dan penuh tanggung jawab adalah solusinya.
Warna-warni baruga di hari itu akan menjadi semangat juang di kehidupan baru kami. Ini adalah awal perjuangan yang sesungguhnya. SELAMAT DATANG DI DUNIA REALITA. KEEP ISTIQOMAH! DAN TERUS BELAJAR!

Minggu, 19 September 2010

Bukan Al Qur'an yang mereka bakar


Springfield - Pembatalan aksi pembakaran Al Quran di Amerika Serikat cuma omong kosong, buktinya dua pendukung Pendeta Terry Jones tetap melakukan aksi tersebut.
Pelakunya adalah Pendeta Bob Old dan Pendeta Danny Allen, keduanya membakar Al Quran pada Sabtu (11/9) di hadapan sekelompok orang yang sebagiannya merupakan awak media.
He...he..he...mereka menganggap telah membakar Al Qur'an. Sorry sorry sorry jek, mereka salah. Yang mereka bakar hanyalah mushaf. Lo kok/ bedanya/
Dr. Shalah Ibadah, pakar ilmu al-Qur'an mengatakan kepada Al-Arabiya.net, bahwa al-Qur'an adalah kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang kalimatnya dapat didengar dan dibaca. Sedangkan mushaf adalah sesuatu yang tertulis di dalam lembaran-lembaran.
hakekat al-Qur'an adalah firman Allah yang terjaga di lauhil mahfudz. Al-Qur'an diturunkan secara tilawah dan dapat didengar, bukan secara tertulis. Dan Rasullah menyampaikan al-Qur'an kepada umatnya secara tilawah. Sedangkan mushaf adalah kumpulan kertas yang di dalamnya bertuliskan tulisan ayat-ayat al-Qur'an.
mereka telah keliru, bahkan kebanyakan dari umat Islam juga masih tidak dapat membedakan antara al-Qur'an dengan mushaf. Maka, jika ada orang yang ingin membakar mushaf, itu tidak akan berpengaruh sama sekali dengan al-Qur'an, karena Allah telah menjaganya.
meski mereka menganggap telah membakarnya namun meski demikian, itu semua sama sekali tidak akan membahayakan umat Islam sedikitpun, dan tidak akan mempengaruhi keyakinan kita dalam mensucikan al-Qur'an.
Dalam Al-Qur'an surat Al-Hijr, surat ke 15 ayat ke 9, Allah Swt. berfirman:

"Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya."

Ayat di atas merupakan komitmen dan jaminan dari Allah Swt., bahwa Dia selain menurunkan dan mewahyukan Al-Quran, juga berkomitmen akan menjaga kemurniannya hingga Hari Kiamat.
so, jangan terpengaruh dengan aksi itu. Al Qur'an kan abadi dan tetap menjadi pedoman hidup menuju kebahagiaan dunia akhirat. inilah kitab yang asli.wahyu Allah kepada manusia pilihan Muhammad SAW untuk seluruh alam. KEEP ISTIQOMAH AND WE LOVE QUR'AN