<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606</id><updated>2011-08-29T09:10:36.534-07:00</updated><category term='Sepenggal kisah'/><category term='Islami'/><category term='Jejak langkah yang tertinggal'/><category term='info'/><category term='Artikel N essay'/><category term='pesan dari langit'/><category term='bahan kuliah'/><category term='Tentang ETOS'/><category term='My diary'/><category term='goresan penaku'/><category term='Bait-Bait Puitis'/><title type='text'>Bukti,AkuAdA</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>61</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-3997053973821589552</id><published>2011-05-31T00:32:00.000-07:00</published><updated>2011-05-31T00:38:17.081-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My diary'/><title type='text'>PILIHAN</title><content type='html'>mungkin tiada hidup tanpa pilihan&lt;br /&gt;meski aku pernah merasa tak memiliki pilihan&lt;br /&gt;masa itu sungguh membosankan. aku harus bertahan hanya untuk satu pilihn sja.&lt;br /&gt;tapi itu sudah berlalu..&lt;br /&gt;kini justru ku dihadapkan pada 2 pilihan yang rumit&lt;br /&gt;inilah hidup.&lt;br /&gt;manusia harus mampu memilah yang terbaik.&lt;br /&gt;pilihan-pilihan di sisiku, itulah yang akan mengajarkan tanggug jawab. karena manusi harus mampu bertanggung jawab atas pilihannya.&lt;br /&gt;sesulit dan seberat apapun itu kita harus mampu memilih.&lt;br /&gt;bersyukurlah bila masih diberi pilihan. karena pilihn bukti hidup&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-3997053973821589552?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/3997053973821589552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=3997053973821589552&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/3997053973821589552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/3997053973821589552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2011/05/pilihan.html' title='PILIHAN'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-5431068049759883420</id><published>2011-05-05T05:09:00.000-07:00</published><updated>2011-05-05T05:11:03.071-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sepenggal kisah'/><title type='text'>MENDUNG DI SEKOLAH ARI</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;MENDUNG DI SEKOLAH ARI &lt;br /&gt;Oleh: Ani Dzakiyah&lt;br /&gt; Mentari hangat sepertinya enggan menemani langkah Ari menuju tempat menuntut ilmu. Langit masih saja berawan. Mendung pekat selaksa gumpalan bah. Tapi, Ari harus tetap melangkah dalam tapak kerikil teman seperjalanan. Ada ilmu yang menanti untuk dijamah. Dan inilah darah juang yang kan terus mendidih walau jauh dari sudut arah kota.&lt;br /&gt; Lumpur mulai menebal mengelilingi sepatu bututnya. Langkah pun terasa berat. Beberapa teman Ari silih berganti melaluinya dengan deru knalpot yang bising. Tak bosan Ari melayangkan senyum dan lambaian tangan pada mereka. Tak sedikit pun rasa iri terbersit di hatinya. Meski di dasar hatinya tersimpan tekad bulat untuk seperti mereka. &lt;br /&gt; Semua itu hanyalah sebuah asa. Toh, walaupun ia menangis meminta bapak ibunya takkan mampu mengindahkannya. Asa itu terlalu tinggi untuk seorang bocah miskin dalam kumal hari-harinya.&lt;br /&gt; “ARI!!! Ayo cepat! Bel sebentar lagi berbunyi.” teriak Agusta sambil terus mengayuh sepedanya. Tampak adiknya terkatung-katung di boncengan. Ari pun menambah kecepatan kakinya. Berusaha memburu waktu secepat keringat di gurat wajahnya.&lt;br /&gt; DUARRH&lt;br /&gt; Gemuruh raksasa langit mulai menampakkan kuasanya. Dada Ari terasa bergemuruh. Sepertinya hujan bakal deras, gumamnya. Ari tetap melangkah dengan kecepatan sekilat. Tak dihiraukannya jalanan becek yang menganga. Tekadnya gigih untuk dapat mencapai sekolah tanpa basah dan telat.&lt;br /&gt; Mata Ari tiba-tiba berbinar. Atap biru sekolahnya mulai tampak. Semangatnya kian membara. Tapi langit makin kehilangan cahayanya. Gumpalan-gumpalan awan gelap menaungi Ari di sela-sela kilat dan guntur yang riuh. Sepotong doa pun terlintas dalam benaknya, Rabb…tangguhkanlah hujanMu, semenit saja!!!&lt;br /&gt; Keberuntungan sepertinya masih enggan berpihak padanya. Tetes air dari kuasaNya satu per satu mulai membasahi seragamnya. Angin yang biasanya lembut mulai berhembus tajam. Ari mulai berlari. Dikejarnya bayangan sekolah menghindari barisan-barisan hujan. Lalu, teng…teng…teng. 5 langkah tak menyelamatkan Ari dari lonceng tanda masuk. Dia terlambat dan basah kuyup.&lt;br /&gt; Ari dengan langkah gontai mulai memasuki kelas. Namun, dia tiba-tiba berhenti dan tertegun panjang. Pak Idrus, wali kelas dan teman sekelasnya berdiri menepi. Mereka pun tertegun. Hujan bulan April sungguh memperlihatkan sikap tak bersahabatnya. Rembesan airnya menelusup masuk di cela lantai dan atap. Seharusnya ini tak menjadi peristiwa mengejutkan bagi mereka karena sudah menjadi kejadian rutin di tiap hujan. Tapi hujan kali ini telah berhasil menerbangkan beberapa helai seng atap. Air mulai menggenangi lantai. Meja dan kursi tak layak untuk menjadi alas belajar lagi.&lt;br /&gt; “Gimana dong, Pak? Kita jadi belajar atau tidak?” tanya Agusta Si Ketua kelas.   &lt;br /&gt; “Sebaiknya kita berteduh di perpustakaan. Bapak rasa disitu aman.”&lt;br /&gt; Ari hanya bisa diam dan mulai mengikuti arah teman- temannya. Ruang perpustakaan memang cukup kokoh. Wajar karena inilah gedung terakhir yang dibangun di sekolah itu. Tapi sayang, ruang perpustakaan yang luas tiba-tiba terasa sempit. Beberapa murid dari kelas lain juga sudah berkumpul. Bapak kepala sekolah pun mengambil alih suasana.&lt;br /&gt; “Anak-anakku, karena hari ini tidak memungkinkan belajar dalam kelas dan beberapa teman dari kelas lain juga berkumpul disini. Jadi, kegiatan belajar mengajar diganti dengan pelajaran mengarang sambil menunggu hujan reda. Temanya tentang apa yang kalian alami hari ini.” Selepas Bapak kepala sekolah berbicara. Para murid mulai sibuk dengan penanya.&lt;br /&gt;  Jauh berbeda dengan Ari. Dia malah bingung harus memulai kisahnya darimana. Terlalu banyak hal yang ingin ia kisahkan. Bahkan berjubel keluh ingin dia adukan. Apa daya, ia hanyalah seorang murid miskin dari sudut terjauh arah kota. Keluh kesah dalam kisahnya pun hanya dapat membentuk sebuah karangan singkat. Entah akan terliput oleh para penguasa atau sekedar menjadi pencuci mata di majalah dinding. Mungkin pula hanya sekedar pelengkap sampah-sampah hanyut di musim hujan. &lt;br /&gt;                                                                         Dalam rangka hari pendidikan nasional 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-5431068049759883420?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/5431068049759883420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=5431068049759883420&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/5431068049759883420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/5431068049759883420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2011/05/mendung-di-sekolah-ari.html' title='MENDUNG DI SEKOLAH ARI'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-1284156760259228827</id><published>2011-03-27T01:34:00.000-07:00</published><updated>2011-03-27T01:39:45.303-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel N essay'/><title type='text'>sebuah karya menjadi bukti "aku ada"</title><content type='html'>SEBUAH KARYA&lt;br /&gt;Seorang bijak pernah berkata, “kualitas karya kita akan menjelaskan SIAPA KITA. ” tiap lekuk yang terbentuk dari buah tangan takkan jauh dari penciptanya. Begitu pula sebuah karya lahir dengan roh dan jiwa yang terhembus dari tangan-tangan lincah penciptanya.&lt;br /&gt;Pencipta itu adalah kita. Setiap diri punya rasa untuk mencipta yang berarti punya rasa untuk berkarya. Tak berkarya berarti mati. Apalah arti perjalanan langkah kaki di atas bumi tanpa jejak-jejak pijakan. Sepudar apapun ia, kan tetap menjadi bukti keberadaan kita.&lt;br /&gt;Lalu, sudahkah kita berkarya???&lt;br /&gt;Sebuah karya ternilai relatif di pandangan manusia. Karena itu tak perlu ada kata takut dan malu. Kita hanya perlu malu bila tak mau berkarya karena semua punya bakat untuk itu seburuk dan sekecil apa pun itu.&lt;br /&gt;Telah ramai hasil karya manusia di bumi ini dari laki-laki hingga wanita. Tua-muda, kaya-miskin, berpendidikan-tak berpendidikan, pejabat-buruh dari setiap sudut jagad raya. Terkenal dan tidaknya, bermanfaat/tidak tergantung dari mereka yang membutuhkannya. Wujud nyata hasil karya itulah yang akan mengenalkan dunia tentang penciptanya. Karya itulah yang akan menjelaskan pada dunia tentang diri kita. Mungkin pula apa karya kita hari ini akan menjelaskan siapa kita di masa depan.&lt;br /&gt;Dear, friend&lt;br /&gt;Dari silau teriknya matahari siang aku ingin berkisah. Dimana pun kalian, kondisi seberat apa pun, dan selemah apa pun lingkungan kita, JANGAN MENYERAH UNTUK BERKARYA! Aku disini dari sudut terjauh keramaian kota mencoba berkarya meski tertatih. Serba sempitnya ruang gerak tetap mampu membuatku mampu menggeliat hanya sekedar untuk berkarya demi mereka yang butuh buah tangan dan pikirku. Meski berawal dari kerabunan rasa ikhlas dan tanpa kepastian yang indah terus kujalani demi sebuah karya disini sampai saatnya aku harus berkarya di tempat lain. Aku yakin bila karya yang indah mampu kucipta maka dunia akan mengenalku dengan indah. Dan aku pun mampu berkata “Inilah AKU.”&lt;br /&gt;TERUS BERKARYA!!!!!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-1284156760259228827?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/1284156760259228827/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=1284156760259228827&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/1284156760259228827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/1284156760259228827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2011/03/sebuah-karya-menjadi-bukti-aku-ada.html' title='sebuah karya menjadi bukti &quot;aku ada&quot;'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-4027778777339553447</id><published>2010-12-01T17:08:00.000-08:00</published><updated>2010-12-01T17:12:38.801-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bait-Bait Puitis'/><title type='text'>Selangkah Telah uSai</title><content type='html'>SELANGKAH TELAH USAI&lt;br /&gt;sepenuh jiwa merangkai rasa takut menjadi yakin&lt;br /&gt;sekuat hati meringankan beban yang kian berat&lt;br /&gt;dengan basmalah kutetapkan hati melangkah pasti&lt;br /&gt;di bawah cahaya kasihMu&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-4027778777339553447?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/4027778777339553447/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=4027778777339553447&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/4027778777339553447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/4027778777339553447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2010/12/selangkah-telah-usai.html' title='Selangkah Telah uSai'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-8110126683828859645</id><published>2010-10-03T19:45:00.000-07:00</published><updated>2010-10-03T19:54:11.828-07:00</updated><title type='text'>sapAAn SaHABAT LAMA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/TKlBLBWSCrI/AAAAAAAAAMc/bmV3y7V04U0/s1600/friends.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/TKlBLBWSCrI/AAAAAAAAAMc/bmV3y7V04U0/s200/friends.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5524018075542882994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Sepi” bukan berarti ‘hilang”&lt;br /&gt;“Diam” bukan berarti “lupa”&lt;br /&gt;“Jauh” bukan berarti “putus” karena antara kita ada satu ikatan yang tak mudah dilupakan PERSAHABATAN&lt;br /&gt;Sungguh indah sapaan sahabat lama di beningnya pagi. Kembali merangkai masa indah bersama seragam abu-abu yang menari pelan.&lt;br /&gt;Beginilah arti sahabat. Tak pernah hilang dalam sepi. Takkan lupa walau diam. Dan tak mungkin putus walau jauh.&lt;br /&gt;Ah, sungguh mesra rangkulan-rangkulanmu dulu, Sobat. Meski kini sulit untuk aku dapatkan lagi. Tapi bingkai kata-katamu tak pernah lepaskan ikatan kita.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-8110126683828859645?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/8110126683828859645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=8110126683828859645&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/8110126683828859645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/8110126683828859645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2010/10/sapaan-sahabat-lama.html' title='sapAAn SaHABAT LAMA'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/TKlBLBWSCrI/AAAAAAAAAMc/bmV3y7V04U0/s72-c/friends.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-8929608942433015382</id><published>2010-09-29T21:28:00.000-07:00</published><updated>2010-09-29T21:38:28.314-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My diary'/><title type='text'>wARNa WaRNI bARUGA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/TKQShgOm7LI/AAAAAAAAAMU/E9glp8wbmtc/s1600/I091505571.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/TKQShgOm7LI/AAAAAAAAAMU/E9glp8wbmtc/s200/I091505571.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5522559409859259570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;WARNA-WARNI BARUGA&lt;br /&gt;Entah kenapa harus kuberi judul seperti itu? Tapi, begitulah adanya. 15 September 2010 di saat jiwa-jiwa penuh bahagia berjalan anggun dan gagah dengan penuh percaya diri bergegas memadati ruangan Baruga AP.Pettarani UNHAS, aku pun bergelut dengan sejuta warna yang menghiasi baruga itu. Ungu, pink, hijau, biru dsb beradu cantik dan menawan mencoba bercerita tentang kebahagiaan pemakainya. Kebahagiaan atas kesuksesan telah merampungkan strata satunya. Pantaskah ini dirayakan? Mungkinkah ini adalah murni akhir yang bahagia?&lt;br /&gt;Tak perlu aku memungkiri, aku pun bahagia seperti mereka. Tapi, di sisi lain dalam hatiku ada galau, sedih dan ketakutan. Warna hatiku seperti warna-warni baruga itu. Aku bahagia karena telah menamatkan strata satu dengan sempurna dan predikat dambaan semua mahasiswa. Aku sedih karena banyak hal yang harus kutinggalkan. Impian selama mahasiswa, teman, kampus, organisasi dan mungkin Makassar pun kan jauh di mata. Dan ketakutan karena amanah yang semakin berat. Amanah pada diri dan masa depan, orang tua, keluarga, agama dan bangsa. &lt;br /&gt;Sungguh galau aku memikirkan semua itu. Gerbang baru telah terbuka dan kehidupan baru harus ditempuh dengan penuh semangat meski dengan teman, tempat dan tantangan yang beda. Tiada lagi teman yang dulu selalu penuh cerita dan inspirasi. Organisasi yang mewadahi hobi dan amal, tamatlah sudah.&lt;br /&gt;Jalan masih panjang dan inilah hidup. Datang dan kembali. Ada dan tiadanya akan menyertai kesabaran dan perjuangan. Tak mungkin menyalahi fitrah dunia yang pasti kan berputar. Kita harus pandai memainkan setiap peran yang dititipkan Sang Pencipta. Siap atau tidak peran itu akan tetap melekat. Siapa pun dirimu pasti kan bertemu dengan peran baru yang akan menemanimu sampai rentang waktu yang telah ditentukan. Suka atau tidak, that’s life. So, ingin tetap hidup bahagia maka menjalaninya dengan baik dan penuh tanggung jawab adalah solusinya.&lt;br /&gt;Warna-warni baruga di hari itu akan menjadi semangat juang di kehidupan baru kami. Ini adalah awal perjuangan yang sesungguhnya. SELAMAT DATANG DI DUNIA REALITA. KEEP ISTIQOMAH! DAN TERUS BELAJAR!&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-8929608942433015382?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/8929608942433015382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=8929608942433015382&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/8929608942433015382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/8929608942433015382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2010/09/warna-warni-baruga.html' title='wARNa WaRNI bARUGA'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/TKQShgOm7LI/AAAAAAAAAMU/E9glp8wbmtc/s72-c/I091505571.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-7947868690752105435</id><published>2010-09-19T21:48:00.000-07:00</published><updated>2010-09-19T22:23:31.557-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel N essay'/><title type='text'>Bukan Al Qur'an yang mereka bakar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/TJbvHEGbbrI/AAAAAAAAAMM/1NZajSAC0-I/s1600/30456_125843010785985_103134439723509_125795_5355483_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 309px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/TJbvHEGbbrI/AAAAAAAAAMM/1NZajSAC0-I/s320/30456_125843010785985_103134439723509_125795_5355483_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5518861298027949746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Springfield - &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pembatalan aksi pembakaran Al Quran di Amerika Serikat cuma omong kosong, buktinya dua pendukung Pendeta Terry Jones tetap melakukan aksi tersebut.&lt;br /&gt;Pelakunya adalah Pendeta Bob Old dan Pendeta Danny Allen, keduanya membakar Al Quran pada Sabtu (11/9) di hadapan sekelompok orang yang sebagiannya merupakan awak media.&lt;br /&gt;He...he..he...mereka menganggap telah membakar Al Qur'an. Sorry sorry sorry jek, mereka salah. Yang mereka bakar hanyalah mushaf. Lo kok/ bedanya/&lt;br /&gt;Dr. Shalah Ibadah, pakar ilmu al-Qur'an mengatakan kepada Al-Arabiya.net, bahwa al-Qur'an adalah kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang kalimatnya dapat didengar dan dibaca. Sedangkan mushaf adalah sesuatu yang tertulis di dalam lembaran-lembaran.&lt;br /&gt;hakekat al-Qur'an adalah firman Allah yang terjaga di lauhil mahfudz. Al-Qur'an diturunkan secara tilawah dan dapat didengar, bukan secara tertulis. Dan Rasullah menyampaikan al-Qur'an kepada umatnya secara tilawah. Sedangkan mushaf adalah kumpulan kertas yang di dalamnya bertuliskan tulisan ayat-ayat al-Qur'an.&lt;br /&gt;mereka telah keliru, bahkan kebanyakan dari umat Islam juga masih tidak dapat membedakan antara al-Qur'an dengan mushaf. Maka, jika ada orang yang ingin membakar mushaf, itu tidak akan berpengaruh sama sekali dengan al-Qur'an, karena Allah telah menjaganya.&lt;br /&gt;meski mereka menganggap telah membakarnya namun meski demikian, itu semua sama sekali tidak akan membahayakan umat Islam sedikitpun, dan tidak akan mempengaruhi keyakinan kita dalam mensucikan al-Qur'an.&lt;br /&gt;Dalam Al-Qur'an surat Al-Hijr, surat ke 15 ayat ke 9, Allah Swt. berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat di atas merupakan komitmen dan jaminan dari Allah Swt., bahwa Dia selain menurunkan dan mewahyukan Al-Quran, juga berkomitmen akan menjaga kemurniannya hingga Hari Kiamat.&lt;br /&gt;so, jangan terpengaruh dengan aksi itu. Al Qur'an kan abadi dan tetap menjadi pedoman hidup menuju kebahagiaan dunia akhirat. inilah kitab yang asli.wahyu Allah kepada manusia pilihan Muhammad SAW untuk seluruh alam. KEEP ISTIQOMAH AND WE LOVE QUR'AN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-7947868690752105435?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/7947868690752105435/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=7947868690752105435&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/7947868690752105435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/7947868690752105435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2010/09/bukan-al-quran-yang-mereka-bakar.html' title='Bukan Al Qur&apos;an yang mereka bakar'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/TJbvHEGbbrI/AAAAAAAAAMM/1NZajSAC0-I/s72-c/30456_125843010785985_103134439723509_125795_5355483_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-8667462597416491221</id><published>2010-07-28T19:55:00.000-07:00</published><updated>2010-07-28T20:08:58.861-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bait-Bait Puitis'/><title type='text'>catatan akhir</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/TFDwsgANG4I/AAAAAAAAALs/93EPsc0TcjQ/s1600/notepad-logo.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 176px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/TFDwsgANG4I/AAAAAAAAALs/93EPsc0TcjQ/s200/notepad-logo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499159792315079554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bersama waktu kutapaki gerbang baru&lt;br /&gt;Merah, agung dan harum&lt;br /&gt;Berkilah idealisme keteguhan misi&lt;br /&gt;Menulis catatan-catatan kemanusiaan&lt;br /&gt;Sayang, itu empat tahun silam&lt;br /&gt;Saat bara juang masih merah&lt;br /&gt;Meredam ego pada cita dan niat luhur&lt;br /&gt;Kini, hitam putih menghapus gundah&lt;br /&gt;Memilah asa yang nyata&lt;br /&gt;Memilih tetes tinta emas, adakah?&lt;br /&gt;Ah, sulit mencari fakta kemilau&lt;br /&gt;Hitam dan putih hanya bauran abu-abu&lt;br /&gt;Dalam catatan akhir seorang mahasiswa&lt;br /&gt;Pencarian jati diri, keadilan, ikrar, solidaritas dan kesamaan&lt;br /&gt;Hanya dalam teriakan dan pekik&lt;br /&gt;Atau sekedar demonstrasi?&lt;br /&gt;26/Juli/2010&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-8667462597416491221?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/8667462597416491221/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=8667462597416491221&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/8667462597416491221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/8667462597416491221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2010/07/catatan-akhir.html' title='catatan akhir'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/TFDwsgANG4I/AAAAAAAAALs/93EPsc0TcjQ/s72-c/notepad-logo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-7381666956577038817</id><published>2010-06-26T04:47:00.000-07:00</published><updated>2010-06-26T04:51:39.088-07:00</updated><title type='text'>Bosan dengan kata cinta?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/TCXpwc-E-5I/AAAAAAAAAK8/lPk26L3ppMc/s1600/thing-called-love.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 199px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/TCXpwc-E-5I/AAAAAAAAAK8/lPk26L3ppMc/s200/thing-called-love.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5487048739640376210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Udah bosan ngebahas cinta. Aku juga. Tapi entah kenapa hari ini aku ingin menulis tentang cinta. Berkisah tentang cinta anak manusia seperti tak berujung. Tema mungkin satu tapi alurnya berliku dan tak berujung. Begitulah cerita cinta anak manusia. Novel, cerpen, puisi, lagu, lukisan dan berbagai wadah lainnya tak pernah sepi dari cinta dan takkan habis pengilustrasian tentangnya. Sejuta orang, beribu tulisan, ulasan, buku dan topik pembicaraan tentang cinta selalu saja heboh, seru dan tidak ada matinya. Berbeda dari setiap kepala.&lt;br /&gt;Pengkhianatan, selingkuh,kecemburuan, putus, patah hati, madu 2, kesetiaan, cinta pertama, cinta terlarang, cinta suci, cinta sejati bla bla bla. Ufh, banyak banget bumbu-bumbu cinta itu. Aku butuh cinta, kamu, dia, mereka, kalian. Semua butuh cinta.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Cinta menjadi sombong. Seakan penguasa. Dan dengan lihainya memainkan peran sesuka hati. Dia memperdaya pengikutnya. Kadang menawarkan kenikmatan lalu mencampakkan. Mematikan saraf-saraf dari pikiran logis. Memutuskan tali persaudaraan, sahabat dan kekeluargaan. Bahkan cinta takkan segan mengantar pengikutnya ke neraka lewat pintu utama yaitu bunuh diri, kalau tak sempat dia akan menurunkannya di rumah sakit jiwa. Ah, cinta itu kejam.&lt;br /&gt;No!!! Tak semua cinta itu kejam. Ada cinta yang suci, mulia dan penuh kasih sayang. Mempertemukan dua insan yang saling mencintai, mengantarkannya ke pelaminan, dan menghadiahkan bocah-bocah lucu penuh keceriaan dan kebahagiaan. Itulah cinta yang sebenarnya. Oh, ternyata cinta itu indah.&lt;br /&gt;Keindahan cinta dan kejamnya tergantung kita menjalani dan memaknainya. Cinta akan berbentuk dan bekerja sebagaimana pengikutnya menghadirkan, menumbuhkan, memelihara dan mengoperasikan cinta.&lt;br /&gt;Cinta adalah pilihan. Semoga cinta yang kita cari dan akan dijalani adalah cinta yang indah. Cinta karena Allah. Cin&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-7381666956577038817?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/7381666956577038817/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=7381666956577038817&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/7381666956577038817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/7381666956577038817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2010/06/bosan-dengan-kata-cinta.html' title='Bosan dengan kata cinta?'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/TCXpwc-E-5I/AAAAAAAAAK8/lPk26L3ppMc/s72-c/thing-called-love.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-5287858294959256522</id><published>2010-06-22T19:53:00.000-07:00</published><updated>2010-06-22T20:04:25.083-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel N essay'/><title type='text'>berkenalan dengan metadon.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/TCF5PtzWjFI/AAAAAAAAAK0/J-F6IQned-4/s1600/metadon-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 108px; height: 86px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/TCF5PtzWjFI/AAAAAAAAAK0/J-F6IQned-4/s200/metadon-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485799132013956178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kawan, sudahkah kamu mengenal istilah baru ini? Kalau belum aku akan mencoba sedikit memperkenalkannya. Tapi kalau HIV, AIDS, Napza pasti sudah pada tahu dong.&lt;br /&gt;Apasih metadon itu? &lt;br /&gt;Metadon (Dolophine, Amidone, Methadose, Physeptone, Heptadon dan masih banyak lagi nama persamaannya) adalah sejenis sintetik opioid yang secara medis digunakan sebagai analgesik (pereda nyeri), antitusif (pereda batuk) dan sebagai terapi rumatan pada pasien dengan ketergantungan opioid. &lt;br /&gt;Berdasarkan keputusan menteri kesehatan Republik Indonesia nomor 494/MENKES/SK/VII/2006, metadon adalah suatu opiat sintetik yang menyebabkan pasien akan mengalami ketergantungan fisik. Jika ia berhenti mengkonsumsi metadon secara tiba-tiba ia akan mengalami gejala putus zat.&lt;br /&gt;Apa kelebihannya?&lt;br /&gt;Nah ini yang penting. Kenapa kita harus berkenalan dengan metadon? Ada apa sih dengan metadon? Oke.simak yuk!&lt;br /&gt;Methadone sama halnya dengan morphin dan heroin sehingga mempunyai mekanisme kerja yang sama pada reseptor opoid dan karenanya akan menghasilkan efek yang sama. Durasi kerjanya yang lama dan harganya yang relatif murah sehingga banyak dimanfaatkan terutama untuk kepentingan medis.&lt;br /&gt;Methadon mempunyai efek toleransi silang yang baik dengan golongan opioid lainnya seperti heroin atau morphine dan oleh karenanya methadone cukup bermanfaat jika digunakan sebagai agen rumatan ketergantungan opoid. Selain itu juga karena waktu paruh dan jangka kerjanya yang lama, akan membuat stabilisasi pasien lebih baik sehingga proses kecanduan terhadap opoid akan berkurang. Dengan demikian usaha-usaha pasien untuk mengkonsumsi substansi heroin, morfin atau obat sejenisnya melalui suntikan juga akan berkurang.&lt;br /&gt;Metadon dipakai sebagai salah satu terapi untuk ketergantungan Napza. Benarkah??&lt;br /&gt;Yupp,metadon digunakan dalam terapi ketergantungan napza, namanya terapi rumatan metadon. Dan nama programnya adalah program terapi rumatan metadon. Bertujuan dalam pengurangan dampak buruk narkoba, terapi metadon bertujuan mengurangi dampak buruk pada individu dan sosial yang terkait dengan penggunaan opiat ilegal.&lt;br /&gt;Apa manfaat terapi ini?&lt;br /&gt;Terapi metadon akan mengurangi atau menghilangkan penggunaan heroin, mengurangi angka kematian dan mengurangi angka kriminalitas yang berhubungan dengan pemakaian heroin. Dengan demikian pasien mempunyai kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidupnya dan meningkatkan produktivitasnya secara sosial. Secara lebih jauh lagi terapi metadon berpotensi untuk mengurangi paparan berbagai macam infeksi yang disebabkan karena pemakaian jarum suntik bergantian.&lt;br /&gt;Prinsip utama rumatan methadone adalah untuk meniadakan keadaan sakau (putus obat), meminimalkan gejala-gejala putus obat dan menghilangkan efek euphoria yang disebabkan heroin. Secara medis, rumatan methadone terbukti aman dan bahkan bisa diindikasikan juga pada pecandu perempuan yang sedang hamil. Terapi metadon ini juga secara signifikan mengurangi laju penularan infeksi HIV. Yang lebih penting lagi, methadone mampu meningkatkan produktivitas pecandu secara sosial sehingga berbagai masalah sosial yang timbul dapat diminimalisir atau bahkan dapat dihilangkan (seperti masalah pendidikan dan pekerjaan).&lt;br /&gt; KEREN KAN? Nah tugas kita sekarang adalah mempromosikannya, mengajak teman saudara kenalan keluarga dan orang sekitar yang mungkin mengkonsumsi narkoba khususnya narkoba suntik untuk ikut terapi metadon. Tetap, say no to drugs!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-5287858294959256522?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/5287858294959256522/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=5287858294959256522&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/5287858294959256522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/5287858294959256522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2010/06/berkenalan-dengan-metadon.html' title='berkenalan dengan metadon.'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/TCF5PtzWjFI/AAAAAAAAAK0/J-F6IQned-4/s72-c/metadon-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-8439442905256780216</id><published>2010-06-08T18:41:00.000-07:00</published><updated>2010-06-08T19:01:43.609-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My diary'/><title type='text'>Ingatan pada kepedihan silam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/TA713HVKN5I/AAAAAAAAAKs/mPvaNXQh6dc/s1600/n44262104585_5254.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 137px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/TA713HVKN5I/AAAAAAAAAKs/mPvaNXQh6dc/s200/n44262104585_5254.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480588123765880722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;kepedihan 7 tahun silam mungkinkah kembali muncul? Ya, bahkan kepedihan puluhan tahun pun sulit tuk dibuang. Karena kepedihan itu, aku mengingat dia. Segelumit tanya membawaku pada masa SMP dan dia. Dia yang over protectif, prefect di mata teman-temanku tapi bukan di mataku.&lt;br /&gt;Pilih kasih, tak adil dan berbisa sedikit kulihat di pribadinya yang disiplin. Ah, guruku. Mungkin pedih ini tak ada yang tahu. Engkau pun pasti tak sadar telah menyakitiku. Tapi sungguh sebaris kalimat yang pernah kau ucapkan di hadapan aku dan teman-temanku telah menjadi prasasti hitam di hati dan masa laluku.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;(Tapi terima kasihku selalu ada untukmu)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-8439442905256780216?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/8439442905256780216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=8439442905256780216&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/8439442905256780216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/8439442905256780216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2010/06/ingatan-pada-kepedihan-silam.html' title='Ingatan pada kepedihan silam'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/TA713HVKN5I/AAAAAAAAAKs/mPvaNXQh6dc/s72-c/n44262104585_5254.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-2625685600048232498</id><published>2010-06-06T19:18:00.000-07:00</published><updated>2010-06-06T19:34:56.860-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bait-Bait Puitis'/><title type='text'>manusia hitam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/TAxahz3a64I/AAAAAAAAAKg/P_gNoFZjmuw/s1600/sharonfire.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 140px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/TAxahz3a64I/AAAAAAAAAKg/P_gNoFZjmuw/s200/sharonfire.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5479854383507893122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Siapakah manusia hitam itu?&lt;br /&gt;Manusia dalam hitam&lt;br /&gt;Hitam yang menggelapkan&lt;br /&gt;Merabunkan titik-titik fitrah&lt;br /&gt; Kuku tajam, kotor penuh darah terus terasah&lt;br /&gt; Mengilap bernoda nista&lt;br /&gt; Nista sungguh nista tak terjamah&lt;br /&gt;Siapakah manusia hitam itu?&lt;br /&gt;Manusia dalam hitam&lt;br /&gt;Hitam dibalik putih&lt;br /&gt;Putih yang suci, oh???&lt;br /&gt;Putih obsesi dosa&lt;br /&gt; Atas nama manusia&lt;br /&gt; Dialah manusia hitam itu &lt;br /&gt; Berbelati jubah bagi saudaramu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-2625685600048232498?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/2625685600048232498/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=2625685600048232498&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/2625685600048232498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/2625685600048232498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2010/06/manusia-hitam.html' title='manusia hitam'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/TAxahz3a64I/AAAAAAAAAKg/P_gNoFZjmuw/s72-c/sharonfire.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-9141953369808311328</id><published>2010-05-28T00:14:00.000-07:00</published><updated>2010-05-28T00:22:39.692-07:00</updated><title type='text'>hari tanpa metadon?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/S_9utx6WMFI/AAAAAAAAAJ4/iTrpiTJVw-Y/s1600/metadon.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 137px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/S_9utx6WMFI/AAAAAAAAAJ4/iTrpiTJVw-Y/s200/metadon.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5476217404677042258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari tanpa metadon adalah sebuah kemustahilan dalam hidup V sekarang.. Sejak memutuskan untuk putus hubungan dengan putaw tiada hari lagi tanpa metadon baginya. Di sinilah, di klinik terapi metadon  tempat nongkrongnya setiap hari.&lt;br /&gt;V  harus mampu bangun pagi dan ikut terapi karena bila terlambat maka tubuhnya akan meronta. Sudah menjadi rutinitas dan V menikmatinya.&lt;br /&gt;Sejak ikut terapi, banyak hal yang berubah dalam diri V terutama perubahan perilaku. Sekarang dia sudah mampu bangun pagi, pola makan teratur, tidur teratur, dan berat badan naik akhirnya jadi tambah cakep. He..he..he.. bukan aku yang bilang lho, tapi V.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;V merasa beruntung ikut terapi karena tabungan orang tua menjadi aman dan tak mengalir deras ke sakunya. Selain metadon murah dibandingkan putaw, tapi juga hemat, legal dan simpel. Cukup Rp. 5.000 sudah dapat 1 dosis+ gula-gula, sekali teguk sakau hilang, efeknya pun mirip heroin cuma agak pahit. Tidak perlu lagi main kucing-kucingan dengan aparat&lt;br /&gt;V yakin suatu hari nanti, entah kapan? Dia pasti akan bebas dari semua pengaruh opium, candu dkk itu. Pada saat itu datang, dia ingin menemukan cintanya, meraih dan merengkuhnya lama hingga pada keabadian. Semoga, Amin.&lt;br /&gt;(Tetap SEMANGAT!!! Buat kakak2 di semua klinik PTRM di Indonesia.)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-9141953369808311328?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/9141953369808311328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=9141953369808311328&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/9141953369808311328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/9141953369808311328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2010/05/hari-tanpa-metadon.html' title='hari tanpa metadon?'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/S_9utx6WMFI/AAAAAAAAAJ4/iTrpiTJVw-Y/s72-c/metadon.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-5541246782459058054</id><published>2010-05-18T02:23:00.000-07:00</published><updated>2010-05-18T02:48:20.902-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My diary'/><title type='text'>ku kenal dia dengan nama Eri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/S_JiU2HW82I/AAAAAAAAAJw/Ub_-jW9Tj2Q/s1600/cantiknyesc9.thumbnail.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 107px; height: 128px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/S_JiU2HW82I/AAAAAAAAAJw/Ub_-jW9Tj2Q/s200/cantiknyesc9.thumbnail.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472544607471858530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perjumpaan dengannya adalah hal yang biasa saja. Bahkan terlalu  biasa. Dia layaknya orang kebanyakan yang kukenal. Aku tepatnya kami (para etoser) mengenalnya dengan sebuah nama lengkap khas bugis Makassar. Namanya pun biasa saja. Ah, sungguh tak ada yang istimewa pada awal jumpa.&lt;br /&gt; Tapi siapa yang menyangka, saat dia mulai berbicara, mengungkapkan tautan kata serta merajut benang-benang ide dari balik tempurung kepalanya mampu menyentuh sedikit simpatiku. “Ah, dia cerdas dan luar biasa”. Semakin bertambah durasi yang kuberikan padanya ternyata mampu mengubah seleraku.”kok dia menjadi sok tahu banget.” Kelihaian lidah berucap dan tarian otak yang lincah menjadikannya tampak unik. Tanpa menunggu pengakuan dia telah menjadi selebriti hari Kamis yang tak henti dibicarakan hingga kini.&lt;br /&gt; Kawan, ada yang salah dari perjumpaan itu. Egoku yang terlalu tinggi membutakan hatiku melihat permata yang sedang kemilaunya itu. Hari ini, aku tersadar bahwa dia layak menjadi primadona dalam dunia yang kugemari dan dia candu. Dunia kata layak menyambutnya menjadi pendatang berbakat.&lt;br /&gt; Membaca buah pikiran dan lukisan penanya menjadi penyadaran bagiku. Kedewasaan dalam menjalani hidup yang dilakoninya sungguh jauh dari usia mudanya. Aku menjadi teringat tokoh utama film “Orphan” yang cerdas dan santun melebihi seusianya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ada sebuah kalimat mengawali riwayat hidupnya “miskin adalah sahabat yang mencintaimu dengan rasa sakit yang kelak menguatkanmu, menjatuhkan airmatamu untuk mengajarkan makna bersyukur dan akan berbahagia bila suatu saat kau meninggalkannya dan mengingatnya sebagai pelajaran berharga.”( Eri,26/03/10) Aku terenyuh, bagiku kata seindah ini tak mungkin lahir dari gadis mungil ini. jika bukan karena pengalaman hidup.&lt;br /&gt; Kawan, beratnya hidup yang dia jalani telah membungkus jiwanya dalam ketegaran tiada tara. Takdir mempermainkan hari-harinya tanpa musyawarah. Membawanya pada banyak persinggahan dan kepahitan demi sebuah titik terang masa depan.  Dan akhirnya memang akan terlalu indah. “Ada yang bertanya kenapa pemandangan dari puncak gunung itu sangat indah. Bagiku letak keindahannya bukan pada pemandangan yang tampak di depan namun pada jatuh bangun yang dilalui dibelakang yang menghasilkan afirmasi positif bahwa apa yang terbentang di hadapan kita adalah hasil dari sebuah proses pendakian yang luar biasa. Proses itulah keindahan yang sebenarnya.” (Eri,26/03/10)&lt;br /&gt;Sayang, mungkin hanya waktu dan takdir baik baginya yang akan mempertemukanku pada Eri.&lt;br /&gt;(bagiku sulit untuk mengagumi seseorang tapi dia memang beda dan unik.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-5541246782459058054?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/5541246782459058054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=5541246782459058054&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/5541246782459058054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/5541246782459058054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2010/05/ku-kenal-dia-dengan-nama-eri.html' title='ku kenal dia dengan nama Eri'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/S_JiU2HW82I/AAAAAAAAAJw/Ub_-jW9Tj2Q/s72-c/cantiknyesc9.thumbnail.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-9073996029387097376</id><published>2010-04-21T19:50:00.000-07:00</published><updated>2010-04-21T20:13:00.246-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel N essay'/><title type='text'>Sebuah Pengakuan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/S8-8ngan_MI/AAAAAAAAAJo/bz_UjHrJ8ww/s1600/drugs4444.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 167px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/S8-8ngan_MI/AAAAAAAAAJo/bz_UjHrJ8ww/s200/drugs4444.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462792259926228162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berada dalam jeratan narkoba adalah sebuah takdir yang tertolak. Walau hanya keingintahuan yang menyeret langkah ke dalamnya tapi tak ada yang mampu berlari. Apa yang mampu dilakukan diri dan jiwa saat tekanan Si narkoba begitu kuat? Apatah lagi jika yang bertingkah bukanlah otak tapi badan.Berawal dari sebuah program baru yang diperkenalkan orang tuanya, Renal (nama samaran) pun mencoba ikut dalam terapi metadon yaitu terapi untuk pengguna napza suntik. Yang mana metadon itu sendiri adalah sebuah opiat sintetik. Kurang lebih 2 tahun dia mengikuti terapi ini dan hasilnya luar biasa terutama pada perubahan perilaku. Tak ada tujuan lain ikut dalam terapi ini selain keinginan untuk lepas dari jeratan narkoba.&lt;br /&gt;“Seandainya raenkarnasi itu ada, aku pasti orang pertama yang mendaftar. Walau aku harus terlahir kembali sebagai seorang abnormal atau bodoh daripada sok tahu akhirnya beginilah diriku. Ingin sekali rasanya aku kembali menjadi anak kecil yang belum tahu apa. tidak kenal narkoba dan perilaku buruk lainnya. Polos. Tapi, yah sudahlah sepertilah aku sekarang.”Sebuah pengakuan polos yang menyentuh. Hanya sebuah keinginan yang mungkin kecil tapi maknanya luar biasa. Tak muluk-muluk ia meminta kemewahan dan ketenaran hanya kesucian jiwa raga dari noda hitam setan dalam narkoba. Walau jeratan itu kuat mengekang tapi tak memupuskan keinginan belajarnya. Jalur akademik yang ditempuh telah di ambang sarjana meski sakit karena narkoba mengiringinya dari bangu SMP.&lt;br /&gt;Benarlah firman Allah yang mengatakan bahwa segala perbuatan itu akan mendapat ganjaran yang setimpal. Tapi yakinlah bahwa pintu tobatNya Maha Luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-9073996029387097376?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/9073996029387097376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=9073996029387097376&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/9073996029387097376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/9073996029387097376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2010/04/sebuah-pengakuan.html' title='Sebuah Pengakuan'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/S8-8ngan_MI/AAAAAAAAAJo/bz_UjHrJ8ww/s72-c/drugs4444.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-8651501514095717200</id><published>2010-04-02T20:24:00.000-07:00</published><updated>2010-04-12T23:58:15.029-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My diary'/><title type='text'>film 3 idiot penuh inspirasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/S7a3-Dh2aeI/AAAAAAAAAJg/SJd4zFnRL3c/s1600/3-Idiots-Movie-Watch-Online.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/S7a3-Dh2aeI/AAAAAAAAAJg/SJd4zFnRL3c/s200/3-Idiots-Movie-Watch-Online.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455750275332991458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;film yang sedang hangat dibicarakan saat ini adalah 3 idiot, sebuah film yang dibintangi oleh Amir khan ini cukup menarik perhatian khalayak. Rasa penasaran karena membaca sebuah artikel yang menyatakan bahwa sebuah film baru "3 idiot" hampir mengalahkan popularitas my names is khan langsung memaksaku mencari file film ini. Dan alhamdulillah seorang teman membawakannya untuk kami.&lt;br /&gt;Aku bukan seorang pengamat film tapi cukup banyak film yang sudah saya nonton, karwena itu aku berani berkata bahwa film "3 idiot" adalah sebuah film inspiratif yang keren &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;alur cerita yang diatur apik tak membosankan ini membuat kita merasa film dengan durasi 3 jam ini terasa singkat. emosi penonton mengikuti alur yang kadang menyita airmata. saat mata masih basah, bibir sudah tertawa. kocak, gila, sedih, romantis, semangat dll bercampur bagai rujak..eh bukan tapi jus alpokat atau..apalah.&lt;br /&gt;banyak pesan yang diungkap sederhana dalam film ini seperti" lakukanlah apa yang hati kamu suka", "dalam meraih masa depan kita harus fokus", "sekolah bukan untuk mencari ijazah tapi kebesaran jiwa" dan masih banyak lagi tentang persahabatan, bakat, dan kehidupan.Warna-warni jalan yang akan ditempuh manusia, kadang sulit dan senang. tapi sentuhlah hatimu dan katakan ALL IS WELL. Jangan takut melakukan perubahan walau itu sulit dan dibenci. MARI BELAJAR adalah pesan terakhir dalam film ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-8651501514095717200?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/8651501514095717200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=8651501514095717200&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/8651501514095717200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/8651501514095717200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2010/04/film-3-idiot-penuh-inspirasi.html' title='film 3 idiot penuh inspirasi'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/S7a3-Dh2aeI/AAAAAAAAAJg/SJd4zFnRL3c/s72-c/3-Idiots-Movie-Watch-Online.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-6132882448155139483</id><published>2010-03-27T06:30:00.000-07:00</published><updated>2010-03-27T07:01:44.946-07:00</updated><title type='text'>PERNAHKAH ENGKAU?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/S64MVAwr86I/AAAAAAAAAJY/s_HB_3PHF50/s1600/muslimah-bimbang.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 132px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/S64MVAwr86I/AAAAAAAAAJY/s_HB_3PHF50/s200/muslimah-bimbang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453309753913242530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah engkau merasa rindu?&lt;br /&gt;Pernahkah engkau merasa perih?&lt;br /&gt;Pernahkah engkau merasa sepi?&lt;br /&gt;Pernahkah engkau merasa butuh?&lt;br /&gt;Pernahkah engkau merasa terabaikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah engkau mencoba bertanya?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pernahkah engkau mencoba berlari?&lt;br /&gt;Pernahkah engkau mencoba menolak?&lt;br /&gt;Pernahkah engkau mencoba berpaling?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai engkau pernah berdiri bersamaku&lt;br /&gt;Memandang pada sisi garis mataku&lt;br /&gt;Di sudut lihai yang sulit kau jangkau&lt;br /&gt;Pernahkah engkau mencoba memahami rasaku?(pukul 23:03, 26 maret 2010 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-6132882448155139483?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/6132882448155139483/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=6132882448155139483&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/6132882448155139483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/6132882448155139483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2010/03/pernahkah-engkau.html' title='PERNAHKAH ENGKAU?'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/S64MVAwr86I/AAAAAAAAAJY/s_HB_3PHF50/s72-c/muslimah-bimbang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-6086746455308803666</id><published>2010-03-24T20:30:00.001-07:00</published><updated>2010-03-28T22:34:28.618-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bait-Bait Puitis'/><title type='text'>Sang Pemuja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/S6rcvPwmIUI/AAAAAAAAAJQ/zDmTOIyvtdc/s1600/wanita+berjilbab1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/S6rcvPwmIUI/AAAAAAAAAJQ/zDmTOIyvtdc/s200/wanita+berjilbab1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452413003127726402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Akulah Sang Pemuja&lt;br /&gt;merintih dalam dzikir&lt;br /&gt;meratapi hati yang kian jauh dalam pesonanya&lt;br /&gt;rasa ini nyata... jelas...dan tampak&lt;br /&gt;tapi yang dipuja tetap dengan dunianya&lt;br /&gt;  Akulah Sang Pemuja&lt;br /&gt;  belajar tertatih pada suara hati&lt;br /&gt;  meminta setitik cahayanya&lt;br /&gt;  aku tak menanti rasa ini berbalas&lt;br /&gt;  karena inilah aku&lt;br /&gt;Akulah Sang pemuja&lt;br /&gt;mencinta pada hambaNya&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;bukan menghamba pada cintanya&lt;br /&gt;karena semua hanya akan begini&lt;br /&gt;menyisa suka dan puja &lt;br /&gt;biarlah rasa pada kesuciannya&lt;br /&gt;dan aku akan tetap memuja&lt;br /&gt;Akulah Sang Pemuja&lt;br /&gt;mencoba merangkai bait puitis&lt;br /&gt;apa adanya kusemai puji&lt;br /&gt;hanya aku yang tahu&lt;br /&gt;untuk selamanya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-6086746455308803666?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/6086746455308803666/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=6086746455308803666&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/6086746455308803666'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/6086746455308803666'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2010/03/sang-pemuja.html' title='Sang Pemuja'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/S6rcvPwmIUI/AAAAAAAAAJQ/zDmTOIyvtdc/s72-c/wanita+berjilbab1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-6869370078640490617</id><published>2010-03-18T00:37:00.000-07:00</published><updated>2010-03-21T22:47:13.245-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My diary'/><title type='text'>ketika tangan Tuhan bekerja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/S6HbcnnRJGI/AAAAAAAAAJI/V9pP4eOcyuo/s1600-h/doa2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/S6HbcnnRJGI/AAAAAAAAAJI/V9pP4eOcyuo/s200/doa2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449878308811514978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;skenario dan lakon yang kita perankan adalah tulisan Sang Khalik. tak ada yang mempu beralih ataupun mengubah peran yang telah digariskan. hidup dan kehidupan telah memiliki porosnya masing-masing. hari esok dan nanti tak ada yang tahu apa yang akan terjadi. rasa gelisah, takut dan was-was menghadapinya pastilah menjadi bumbu yang mengiringi tiap detik manusia. siapa sangka ketika tangan Tuhan bekerja, hari esok berjalan diluar angan dan mimpi yang sempat dirangkai? begitu indah tangan Tuhan bekerja pada setiap sisi kehidupan.&lt;span class="fullpost"&gt; aku yang menjadi tokoh utama di hari Senin tanggal 15 Maret 2010 pun tak menyangka dengan suprise yang dihadapkan Tuhan padaku. Siapa yang mampu mengacak skenario yang telah disusun dengan kasih lembut Tuhan? tak ada. Sungguh tangan kasih Tuhan bekerja tanpa kita mampu raih dan rencanakan. hanya doa dan harapan yang selalu merangkai izin dari tangan Tuhan. jangan pernah berputus asa darinya karena tangan Tuhan selalu untuk hamba yang terus memuja dan meminta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-6869370078640490617?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/6869370078640490617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=6869370078640490617&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/6869370078640490617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/6869370078640490617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2010/03/ketika-tangan-tuhan-bekerja.html' title='ketika tangan Tuhan bekerja'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/S6HbcnnRJGI/AAAAAAAAAJI/V9pP4eOcyuo/s72-c/doa2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-4468008507878204885</id><published>2010-02-24T01:04:00.000-08:00</published><updated>2010-02-24T01:10:10.156-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bait-Bait Puitis'/><title type='text'>LELAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/S4Ts6Bm0UzI/AAAAAAAAAI8/azmVTLXhHVs/s1600-h/lelah2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 188px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/S4Ts6Bm0UzI/AAAAAAAAAI8/azmVTLXhHVs/s200/lelah2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5441734731378217778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lelah&lt;br /&gt;aku lelah&lt;br /&gt;semakin lelah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lelah&lt;br /&gt;aku bertambah lelah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sungguh aku lelah&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;berjalan dengan lelah&lt;br /&gt;tertawa pada lelah&lt;br /&gt;menangis dalam lelah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan &lt;br /&gt;berakhir bersama lelah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-4468008507878204885?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/4468008507878204885/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=4468008507878204885&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/4468008507878204885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/4468008507878204885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2010/02/lelah.html' title='LELAH'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/S4Ts6Bm0UzI/AAAAAAAAAI8/azmVTLXhHVs/s72-c/lelah2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-8547380790817619127</id><published>2010-02-20T18:40:00.000-08:00</published><updated>2010-02-20T18:57:10.008-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My diary'/><title type='text'>filosofi durian</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/S4CfZlDAl-I/AAAAAAAAAI0/pvR1oHEvDqc/s1600-h/100_4934.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/S4CfZlDAl-I/AAAAAAAAAI0/pvR1oHEvDqc/s200/100_4934.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440523611653838818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;tour d'love membuat aku menemukan sebuah filosofi baru tentang durian.&lt;br /&gt;mila: emang ada filosofinya?&lt;br /&gt;ade: adalah, makan banyak bikin perut panas.&lt;br /&gt; ah...kalian salah,semua tau itu kok.&lt;span class="fullpost"&gt;Apalagi bisa dicegah dengan minum dari kulitnya. Yang ini beda.&lt;br /&gt;Awalnya aku menganggap, aku sanggup makan banyak. aku kan doyan, tapi ternyata aku tak sanggup. &lt;br /&gt;Indi: Kenapa?&lt;br /&gt;eq:Enek ya?&lt;br /&gt; Bukan. karena filosofinya. BAU DURIAN ITU BISA MENGHILANGKAN SELERA.&lt;br /&gt;Mila: ha..ha..ha. itu bukan filosofi. justru Baunya itu bikin aku bersemangat.&lt;br /&gt;ade: jangan begitu, aku setuju.&lt;br /&gt; Kalian boleh aja mengejek. satu lagi BAU DURIAN BISA BIKIN MABUK. Ayo siapa yang mau membantah??Tidak adakan? karena semobil dengan durian akan membuatmu panik mencari antimo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-8547380790817619127?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/8547380790817619127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=8547380790817619127&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/8547380790817619127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/8547380790817619127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2010/02/filosofi-durian.html' title='filosofi durian'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/S4CfZlDAl-I/AAAAAAAAAI0/pvR1oHEvDqc/s72-c/100_4934.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-5935024161225879295</id><published>2010-01-27T23:00:00.001-08:00</published><updated>2010-01-28T21:14:27.913-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel N essay'/><title type='text'>Dan Brown, Muhidin M Dahlan, atau Andrea Hirata???</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/S2Juoi6bIcI/AAAAAAAAAII/la1zg2eiubY/s1600-h/q1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/S2Juoi6bIcI/AAAAAAAAAII/la1zg2eiubY/s200/q1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432025743407915458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tidak pernah mendengar tentang novel best seller internasional The Da Vinci Code yang penuh kontroversi. Di balik kisah misteri kode-kode Da Vinci ada kreativitas tinggi dari seorang Dan Brown. Dosen Phillips Exeter Academy ini sungguh lihai dalam merangkai kisah menegangkan yang sarat ilmu, pengorbanan dan pengkhianatan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Akhir cerita yang sulit ditebak dengan karakter tokoh Robert Langdon sebagai tokoh utama menambah daya tarik cerita novel ini. Apa yang unik dari Dan Brown di setiap novel-novelnya: The Da Vinci Code, Angels And Demons, Deception Point, dan Digital Fortress??? Keberanian mengungkap fakta.&lt;br /&gt;Dan Brown tak ragu mengungkap sisi keagamaan, ilmu pengetahuan dan pemerintahan hingga ke titik-titik muslihat yang telah mengakar dan menjadi bagian pengetahuan peradaban manusia. Tak satu pun yang dia ketahui tersembunyi walau itu pahit, kejam, hitam dan benci. Semua diungkap tanpa belas kasihan pada segolongan pihak yang dengan terang disebutkan dalam novel-novelnya. &lt;br /&gt;Sebuah misteri dan rahasia yang tak pernah terlintas sejenak pun dalam nalar manusia mampu dipecahkan dengan penjelasan ilmiah dan logika yang memukau. &lt;br /&gt;Seusai membaca novel-novel Dan Brown, kekaguman luar biasa dengan nakal menusuk hatiku. Sungguh kerabunanku selama ini tentang Negara adikuasa, lembaga ruang angkasa dan sebuah agama besar di dunia ini menjadi sembuh. Mungkin ini hanyalah sebuah novel diantara kisah-kisah perjalanan manusia tapi bagiku semua terasa nyata dan penuh fakta yang tak terbantahkan. Keyakinan ini diperkuat dengan referensi novel yang digunakannya adalah referensi yang jelas dari perpustakaan ternama sebut saja perpustakaan kongres Vatican Codices Exhibit, dan beberapa pihak seperti The Departement Of Paintings Study And Documentation Service. Ya…seperti itulah aku mengenal Dan Brown.&lt;br /&gt;Mari kita bandingkan dengan Muhidin M Dahlan, penulis satu ini pun punya kesamaan dengan Dan Brown. Keberanian. Muhidin sungguh nekad menulis sebuah buku berjudul “Tuhan, izinkan aku menjadi pelacur” sebuah memoar luka seorang muslimah yang diyakini penulis sebagai kisah nyata. Seperti halnya The Da Vinci Code, novel ini juga disambut dengan berbagai kontroversi dari banyak kalangan bahkan sumpah serapah pun tak segan dilontarkan oleh sebagian pembacanya.&lt;br /&gt;Hatiku bergetar saat kisah itu mulai mengalir dalam alur bacaku. Aku telah mendengar selentingan kritik dan cerca orang yang telah membacanya.&lt;br /&gt;Muhidin M Dahlan sungguh seorang ksatria dunia tulis. Tak gentar diuraikan semua yang didengarnya dari tokoh utama dengan diksi yang mendukung kekafiran kisah itu. Ya…aku mengatakan kafir karena sengketa tokoh Nidah Kirani dengan Tuhan. Pertentangan dengan cinta, lelaki, dan pernikahan disuguhkan dengan nuansa kebencian tertinggi anak manusia. Semua berawal dari kekecewaan perempuan yang telah mencapai titik tak tergapai. Sungguh kebencian mewarnai novel ini. Pengakuan-pengakuan terpajang telanjang dalam etalase tak kenal norma.&lt;br /&gt;Tapi sisi lain dalam nurani sedikit mengambil hikmah dari novel yang awalnya kuanggap tak memiliki sisi positif. Mungkin demikianlah nasib manusia yang terlalu cepat menerima perubahan spiritual ke arah puncak pengabdian. Murabbiku pernah berkata bahwa Allah melihat proses yang kita jalani menuju kesempurnaan iman dan takwa. Semakin kusadari pula bahwa memang tak ada yang sempurna baik manusia, lingkungan maupun lembaga. Sebagai diri yang mengaku aktivis dakwah sebuah pikiran bijak melintas dalam nalarku bahwa bila ada hal yang tak sesuai harapan yang kita lihat dalam lingkungan atau lembaga, jangan melihat sistemnya tapi pertanyakan mungkin mereka sedang khilaf.&lt;br /&gt;Sebuah ungkapan dalam novel ini yaitu terkadang dosa yang dihikmati seorang manusia bisa belajar dewasa, lebih baik dianggap angin lalu. Karena jalan menuju kedewasaan terbentang luas bila masih ada jalan jangan memilih jalan penuh dosa.&lt;br /&gt;Perenungan besar yang melahirkan doa terbit dalam jiwaku setelah membaca novel ini. Aku tahu bahwa di jalan dakwah banyak yang berguguran dan futur lalu lari sejauh-jauhnya dari jalan itu tapi janganlah sampai kita terjatuh terlalu dalam hingga ke jurang gelap tanpa cahaya dan rasa. Kalaupun terpaksa gugur seperti daun, biarkanlah daun itu berdaur menjadi humus yang menyuburkan pohon dakwah. Tuhan, izinkan aku tetap teguh di jalan ini.&lt;br /&gt;Lalu ada apa pula dengan Andrea Hirata???&lt;br /&gt;Andrea Hirata tergolong manusia paling beruntung dengan kejeliannya melihat kehausan negeri ini akan motivasi dan inspirasi, novelnya hadir bagai air di tengah gurun. Kontroversikah novelnya hingga saya menyejajarkannya dengan kedua penulis di atas? Bukan. Tapi sosok Andrea Hiratalah yang menuai kontroversi di kalangan penulis. Kok bisa?&lt;br /&gt;Di saat para penulis pemula maupun lama telah makan garam kepenulisan dengan karya yang masih dianggap biasa-biasa saja, karya Andrea langsung menggeser kursi-kursi itu dengan tetralogi Laskar Pelangi yang terpuji. Keirian menjelma dalam hati sebagian penulis karena tanpa latar belakang kepenulisan yang berwarna Andrea Hirata mampu menembus zona Best Seller bahkan film yang mengudara berkat novelnya meraih penghargaan yang luar biasa hingga para pemainnya. Ah, kau Boy sungguh pandai bermain kata. Kau menyihir kami dengan keindahan kata yang menyusun masa kecilmu.&lt;br /&gt;Merekalah penulis-penulis yang tak henti menjadi buah bibir oleh para pemain kata dan pena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-5935024161225879295?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/5935024161225879295/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=5935024161225879295&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/5935024161225879295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/5935024161225879295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2010/01/dan-brown-muhidin-m-dahlan-atau-andrea_27.html' title='Dan Brown, Muhidin M Dahlan, atau Andrea Hirata???'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/S2Juoi6bIcI/AAAAAAAAAII/la1zg2eiubY/s72-c/q1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-2014698729352487507</id><published>2010-01-26T23:06:00.000-08:00</published><updated>2010-01-27T18:05:34.934-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel N essay'/><title type='text'>Obesitas pada anak dalam cermin realita</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/S1_n0LCGklI/AAAAAAAAAIA/ZZCiAOkH_oo/s1600-h/20090218180935.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/S1_n0LCGklI/AAAAAAAAAIA/ZZCiAOkH_oo/s200/20090218180935.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431314559132930642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Obesitas merupakan suatu keadaan fisiologis akibat dari penimbunan lemak secara berlebihan di dalam tubuh. Saat ini gizi lebih dan obesitas merupakan epidemik di negara maju, seperti Inggris, Brasil, Singapura dan dengan cepat berkembang di negara berkembang, terutama populasi kepulauan Pasifik dan negara Asia tertentu. &lt;br /&gt;Prevalensi obesitas meningkat secara signifikan dalam beberapa dekade terakhir dan dianggap oleh banyak orang sebagai masalah kesehatan masyarakat yang utama (Lucy A. Bilaver, 2009).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;WHO menyatakan bahwa obesitas telah menjadi masalah dunia. Data yang dikumpulkan dari seluruh dunia memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan prevalensi overweight dan obesitas pada 10-15 tahun terakhir, saat ini diperkirakan sebanyak lebih dari 100 juta penduduk dunia menderita obesitas. Angka ini akan semakin meningkat dengan cepat. Jika keadaan ini terus berlanjut maka pada tahun 2230 diperkirakan 100% penduduk dunia akan menjadi obes (Sayoga dalam Rahmawaty, 2004).&lt;br /&gt;Panama dan Kuwait tercatat sebagai dua negara dengan prevalensi obesitas tertinggi di dunia, yakni sekitar 37%. Setelah itu Peru (32%) dan Amerika Serikat (31%). Di Brasil, kenaikan kasus obesitas terjadi pada anak-anak sebesar 239%.&lt;br /&gt;Di Eropa, Inggris menjadi negara nomor satu dalam kasus obesitas pada anak-anak, dengan angka prevalensi 36%. Disusul oleh Spanyol, dengan prevalensi 27% berdasarkan laporan Tim Obesitas Internasional (Cybermed, 2003). &lt;br /&gt;Masalah obesitas meluas ke negara-negara berkembang: misalnya, di Thailand prevalensi obesitas pada 5-12 tahun anak-anak telah meningkat dari 12,2% menjadi 15,6% hanya dalam dua tahun (WHO, 2003). Tingkat prevalensi obesitas di Cina  mencapai 7,1% di Beijing dan 8,3% di Shanghai pada tahun 2000 (WHO, 2000). Prevalensi obesitas anak-anak usia 6 hingga 11 tahun sudah lebih dari dua kali lipat sejak tahun 1960-an (WHO, 2003).&lt;br /&gt;Potensi anak Indonesia untuk menjadi obesitas sama besarnya dengan potensi anak-anak di seluruh dunia bila keadaan lingkungan memungkinkan, begitu pula potensi untuk timbulnya konsekuensi medis sebagai akibatnya yang dapat menetap sampai ke masa kehidupan anak tersebut selanjutnya (Dedi Subardja,2004:9 dalam Wijayanti, 2007).&lt;br /&gt;Obesitas di Indonesia sudah mulai dirasakan secara nasional dengan semakin meningginya angka kejadiannya. Selama ini, kegemukan di Indonesia belum menjadi sorotan karena masih disibukkan masalah anak yang kekurangan gizi. Meskipun obesitas di Indonesia belum mendapat perhatian khusus, namun kini sudah saatnya Indonesia mulai melirik masalah obesitas pada anak. Jika dibiarkan, akan mengganggu sumber daya manusia (SDM) di kemudian hari.&lt;br /&gt;Prevalensi obesitas di Indonesia mengalami peningkatan mencapai tingkat yang membahayakan. Berdasarkan data SUSENAS tahun 2004 prevalensi obesitas pada anak telah mencapai 11%. Di Indonesia hingga tahun 2005 prevalensi gizi baik 68,48%, gizi kurang 28%, gizi buruk 88%, dan gizi lebih 3,4% (Data SUSENAS, 2005).&lt;br /&gt;Sedangkan berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, prevalensi nasional obesitas umum pada penduduk berusia ≥ 15 tahun adalah 10,3% terdiri dari (laki-laki 13,9%, perempuan 23,8%). Sedangkan prevalensi berat badan berlebih anak-anak usia 6-14 tahun pada laki-laki 9,5% dan pada perempuan 6,4%. Angka ini hampir sama dengan estimasi WHO sebesar 10% pada anak usia 5-17 tahun. &lt;br /&gt;Menurut penelitian DR. Dr. Damayanti Rusli Sjarif, SpA(K) dari FKUI/RSCM bersama koleganya pada tahun 2002 melakukan penelitian di 10 kota-kota besar yaitu Medan, Padang, Palembang, Jakarta, Semarang, Solo, Jogkakarta, Surabaya, Denpasar, dan Manado dengan subyek siswa sekolah dasar. Hasilnya memperlihatkan prevalensi obesitas pada anak sebesar 17,75 persen di Medan, Padang 7,1 persen, Palembang 13,2 persen, Jakarta 25 persen, Semarang 24,3 persen, Solo 2,1 persen, Jogjakarta 4 persen, Surabaya 11,4 persen, Denpasar 11,7 persen, dan Manado 5,3 persen (Farmacia, 2007).&lt;br /&gt;Terlihat dengan jelas bahwa status gizi balita di Indonesia sedang dihadapkan pada dua masalah gizi ganda, dimana pada kelompok masyarakat tertentu terjadi gizi kurang sedangkan pada kelompok yang lain dihadapkan pada kelebihan gizi (Depkes, 2007).&lt;br /&gt;Masalah obesitas banyak dialami oleh beberapa golongan masyarakat, antara lain balita, anak sekolah, remaja, orang dewasa, dan orang lanjut usia. Dalam hal ini akan dibahas lebih lanjut mengenai obesitas pada anak sekolah dasar karena anak-anak dalam usia ini umumnya sudah dapat memilih dan menentukan makanan yang disukai dan gemar sekali jajan. Jajan yang mereka beli seperti es, gula-gula atau makanan lain yang tinggi kalori dan lemak serta rendah serat (Wijayanti, 2007).&lt;br /&gt;Masalah obesitas pada anak adalah masalah yang kompleks. Banyak faktor yang berhubungan dengan kejadian obesitas pada anak. Ali Khomsan mengatakan bahwa hereditas (keturunan) menjadi salah satu faktor penyebab obesitas. Peluang seorang anak mengalami obesitas adalah 10% meskipun bobot badan orang tua termasuk dalam kategori normal. Bila salah satu orang tua obesitas peluangnya menjadi 40% dan bila kedua orang tuanya obesitas peluang anak meningkat sebesar 80% (Ali Khomsan, 2003:90 dalam Wijayanti, 2007).&lt;br /&gt;Selain itu salah satu faktor yang berkontribusi pada kejadian obesitas pada anak adalah kurangnya aktivitas fisik. Kegiatan yang berkaitan erat dengan faktor kurang aktivitas fisik adalah lama waktu tidur. Apabila waktu tidur melebihi 8 jam maka dapat berisiko terjadinya obesitas.&lt;br /&gt;Olahraga juga merupakan faktor penting pada kegiatan fisik anak. Anak yang kurang berolahraga atau tidak aktif sering kali menderita kegemukan atau kelebihan berat badan yang dapat mengganggu gerak dan kesehatan anak.&lt;br /&gt;Terjadinya obesitas pada anak SD juga sering dihubungkan dengan perubahan gaya hidup dan pola makan. Hal ini seiring dengan perkembangan zaman yang menuntun anak-anak lebih cenderung senang dengan makanan di luar rumah. Masih banyak faktor lain yang berperan dalam kejadian obesitas pada anak.&lt;br /&gt;Anak usia sekolah dasar memiliki karakteristik yang unik. Perkembangan fisik atau jasmani, bahasa, intelektual dan emosional sangat bergantung pada faktor-faktor dari luar. Perkembangan fisik atau jasmani anak berbeda satu sama lain, sekalipun anak-anak tersebut usianya relatif sama, bahkan dalam kondisi ekonomi yang relatif sama pula. Sedangkan pertumbuhan anak-anak berbeda ras juga menunjukkan perbedaan yang menyolok. Hal ini antara lain disebabkan perbedaan gizi, lingkungan, perlakuan orang tua terhadap anak, kebiasaan hidup dan lain-lain.&lt;br /&gt;Menurut data Susenas tahun 1995 dan 1998 di Sulawesi Selatan. angka kegemukan cukup tinggi, yaitu dari 4,7% ke 6,22% dengan menggunakan indikator BB/U median baku WHO-NCHS. Hal ini menunjukkan jika masalah tersebut tidak segera diatasi, maka beban pemerintah khususnya Departemen Kesehatan akan semakin bertambah (Kanwil Depkes, 1998).&lt;br /&gt;Sedangkan prevalensi obesitas pada kelompok umur 6-14 tahun berdasarkan Riskesdar 2007 di Sul-Sel terdapat 7,4% laki-laki dan 4,8% perempuan. Sebuah hasil penelitian lokal yang dilakukan oleh Fatmawati Radjab di SD Nusantara kota Makassar pada tahun 2002 menunjukkan bahwa berdasarkan hasil pengukuran antropometri dari 240 siswa dengan kelompok umur 10-12 tahun didapatkan 92 (38%) siswa yang mengalami kegemukan. Yang terdiri dari laki-laki 70 (76,1%) sedangkan perempuan sebanyak 22 (23,9%).&lt;br /&gt;Obesitas yang terjadi di Indonesia bukan hanya ada di daerah perkotaan tetapi telah terjadi di daerah pedesaan. Tidak selalu harus berasal dari keluarga berkecukupan. Makan nasi melebihi porsi pun bisa saja membuat badan menjadi luar biasa subur. Anak –anak di pedesaan, yang bukan dari keluarga berkecukupan pun, sudah tercemar oleh pilihan menu (jajanan) yang sekaliber junk food, selain penganan yang serba manis, dan berlemak tinggi. &lt;br /&gt;Selain itu, rata-rata bayi di desa juga sudah lebih dini dan belum waktunya diperkenalkan jenis makanan padat, sehingga badannya rata-rata melebihi ukuran seusianya, mungkin lantaran ketidaktahuan. Memberi nasi, pisang, bubur, sebelum bayi berumur 5 bulan, Salah satu penyebab kenapa banyak bayi di pedesaan yang gemuk (Nova, 2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-2014698729352487507?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com' title='Obesitas pada anak dalam cermin realita'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/2014698729352487507/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=2014698729352487507&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/2014698729352487507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/2014698729352487507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2010/01/penting-diketahui.html' title='Obesitas pada anak dalam cermin realita'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/S1_n0LCGklI/AAAAAAAAAIA/ZZCiAOkH_oo/s72-c/20090218180935.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-8036157292708336303</id><published>2010-01-26T22:59:00.000-08:00</published><updated>2010-01-30T04:50:53.023-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sepenggal kisah'/><title type='text'>perjalanan pulang</title><content type='html'>“Aku harus pulang.”&lt;br /&gt;“Ini masih terlalu pagi, Say.” Rona berusaha menahanku. Diciumnya pipiku. Aku pun memandangi wajah gadis itu. Gadis yang baru kukenal siang tadi. Entah kelebihan apa yang kumiliki sehingga cewek manapun yang kudekati akan pasrah pada tatapanku. Aku memang ganteng, potongan tubuhku macho, dan tatapanku tajam, begitu kata Rona saat membelai wajahku. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ah, wanita. Bagiku semua sama. Rapuh dan mudah takluk pada pria. Telah banyak wanita yang berhasil kucumbui lalu kutinggalkan. Mereka hanya bisa menangis, menangis dan menangis.&lt;br /&gt;Aku benci air mata. Mengapa dia selalu menumbangkan ketegaran hati? Bahkan wanita paling tegar yang kukenal pun selalu kalah olehnya. Ibu. &lt;br /&gt;Aku tak pernah tahu arti cinta. Yang  kutahu cinta itu nafsu.&lt;br /&gt;“Guys, aku pulang ya.” Ku coba melepas rangkulan Rona. Aku tahu dia masih ingin bermesraan denganku. Memang masih terlalu pagi untuk seorang Ryan pulang jam 22.00.&lt;br /&gt;“Ada apa sih, Ryan? Tumben mau pulang, biasanya juga kamu paling bertahan sampai pagi.” Miko heran dengan sikapku.&lt;br /&gt;Aku juga tak tahu kenapa aku ingin pulang. Padahal rumah hanya goa gelap yang akan selalu gelap. Secercah cahaya enggan mampir padanya. Sedangkan disini-klub andalan kami, semua hampir ada. Tawa, canda, keindahan, kenikmatan, kemesraan dan persahabatan. Hanya cinta yang menghindari tempat ini.&lt;br /&gt;“Ehmm, aku tak tahu. Tiba-tiba saja aku ingin pulang. Aku bosan. Nggak rame sih.” Ku coba memberi alasan yang masuk akal.&lt;br /&gt;“Yang lain pasti kesini. Tapi mungkin larut. Leo sama Kribo cuma nonton sama pacarnya. Sejam lagi sudah disini. Dan Si Bule cuma mengantar ibunya ke rumah sakit. Mungkin sekarang sedang menuju kesini.” Miko berusaha menahanku. Mendengar alasan Si Bule belum datanglah yang mengusikku tadi. &lt;br /&gt;Ibu. Kenapa wanita itu selalu menyesakkan dadaku. Aku belum bisa mencintanya. Walaupun dialah satu-satunya milikku. Mungkin. &lt;br /&gt;Malam ini aku terpaksa pulang tanpa menunggu teman lainnya. Kutitip Rona pada Miko. Dan aku mulai membelah malam dengan deru CR-V merahku. Bayangan ibu berkelebat di benak. Apakah dia baik-baik saja? Ah, sejak kapan aku peduli.&lt;br /&gt;Jalanan cukup sepi, tanpa ragu kutambah kecepatan. Dorongan nuansa sunyi malam memaksaku untuk terus menambah kecepatan. Aku ingin cepat sampai di rumah. Entah darimana keinginan itu muncul.&lt;br /&gt;Upss…hampir saja aku menabrak gadis berambut sebahu yang hendak menyeberang. Sepertinya aku salah. Dia sudah terserempet CR-Vku.&lt;br /&gt;“Kamu tidak apa-apa?” Dengan hati-hati kudekati gadis itu.&lt;br /&gt;“Aku tidak apa-apa.” Dia tersenyum menatapku. Matanya jernih seperti mata ibu. Lagi-lagi wanita itu.&lt;br /&gt;“Aku antar pulang ya?” tawarku sekedar basa-basi.&lt;br /&gt;“Tapi rumahku jauh.”&lt;br /&gt;“Oh, nggak apa-apa.” Kali ini aku tulus. Sungguh aneh. Ryan sadar!!!&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan kami hanya diam. Aku benar-benar aneh. Gadis cantik disampingku kudiamkan. Ini di luar kebiasaanku.&lt;br /&gt;Kami berhenti di depan sebuah rumah sangat sederhana. Gadis itu memintaku singgah. Aku berusaha nenolak, tapi karena suara barang pecah dari dalam rumah akhirnya aku ikut masuk. &lt;br /&gt;Tampak seorang laki-laki setengah baya berkursi roda berusaha bangkit meraih segelas air tapi sia-sia. Airnya tumpah tak bersisa sebelum mampir ketenggorokannya.&lt;br /&gt;Gadis itu tampak panik.&lt;br /&gt;“Ayah nggak apa-apa kok, Vina.” Sepertinya dia tidak mau menyusahkan orang lain.&lt;br /&gt;“Kamu pulang dengan siapa?” laki-laki itu menatapku heran.&lt;br /&gt;“Seorang teman, namanya…”&lt;br /&gt;“Ryan.” Segera kuperkenalkan diriku.&lt;br /&gt;“Suruh dia bermalam! Malam sudah larut dan sebentar lagi hujan turun.” pesan laki-laki itu sambil berlalu. Aku hanya diam. Ingin menolak tapi suara petir tak memberi celah.&lt;br /&gt;Vina menunjukkan kamar tamunya lalu berlalu. Malam yang aneh. Oh, mimpikah aku?&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; “Ha… ha… ha… Kak Vina lucu deh.” &lt;br /&gt; Aku menggeliat di bawah selimut. Suara tawa nyaring itu menusuk bawah sadarku. Sempoyongan kugapai pintu kamar. Mencoba menyatu dengan suasana pagi yang cerah.&lt;br /&gt; Hatiku membeku dan mata pun tak berkedip menatap indahnya senyum para tuan rumah. Bercengkerama dalam dawai canda, saling berbagi dan mensyukuri kebersamaannya. Cintakah yang menyatukan mereka dalam berbagai kekurangan?&lt;br /&gt; Senyum dan tatapan Vina seakan berkata,”Beginilah ibu mengajari kami tentang cinta.”&lt;br /&gt; Ibu. Oh… Wanita itu, pernahkah ia mengajarkan tentang cinta padaku? Mungkin ya, tapi hatiku terlanjur kelabu. Tak ada cinta, hanya nafsu untuk memiliki dan menguasai. Terlalu tinggi Vina memaknai cinta. Merawat seorang ayah yang cacat tanpa memberi rezeki. Melindungi adik yang keterbelakangan mental. Ah, cinta inikah campur tanganmu?&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; “Aku harus pulang.” pamitku pada ketiga penghuni rumah sederhana itu. Senyum ketiganya tulus setulus senyum wanita yang mungkin gelisah menantiku. Ah, ibu.&lt;br /&gt;Beribu pikiran bergelantung di peti akalku. Mencoba mencari sisi kehidupan yang bisa mengenalkanku pada cinta. Nihil. Semua pudar tak berbekas. Kutambah kecepatan CR-V merahku. Wajah ibu tiba-tiba menyusup perih dalam pandangan.&lt;br /&gt;Diakah peri cintaku? Tidak. Wanita yang pernah memaksaku pergi dari rahimnya tidak mungkin mengajariku cinta. Pengkhianatan dan kebencian yang justru ku mengerti.&lt;br /&gt;Mungkin bagi Vina, cinta membuatnya bahagia saat orang yang disayangi bahagia. Cinta untuk melayani. Cinta untuk melindungi. Cinta itu memberi bukan meminta. Terlalu picik bila hatiku mengangguk sedang aku hanya inginkan kepuasan.&lt;br /&gt;“Tolong… tolong mundur Pak, Bu!” Hiruk pikuk di sepanjang jalan membuatku kembali ke dunia nyata.&lt;br /&gt;Kecelakaan, gumamku. Kudekati kerumunan dan mencoba menyusup untuk melihat korbannya. Orang kaya berdasi terkapar karena takdir. Seorang anak kecil penjual bunga melemparkan setangkai mawar putih pada sosok yang mungkin sudah tak bernyawa itu. Entah apa maksudnya.&lt;br /&gt;Hatiku miris. Ingin menangis tapi karena apa. Toh, itu bukan naluri seorang laki-laki. Aku pun tak mengenalnya.&lt;br /&gt;“Aku harus segera pulang.” Kembali kususuri jalanan yang mulai macet.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; Kupandangi seluruh lekuk rumah bercat putih itu sebelum kuputuskan untuk mengetuknya. Sepi. Kuulangi mengetuknya. Tetap tak ada yang merespon. Kucoba untuk memutar gagangnya. Ternyata tidak terkunci. Aku pun melangkah menuju kamarku. Hanya beberapa langkah aku berhenti. Kudapati ibu menangis di depan TV. Dengan ragu kudekati tempat itu. Berita kecelakaan tadi sedang disiarkan. Ternyata laki-laki itu seorang pengusaha kaya sekaligus anggota DPR. Wajar kalau diberitakan. Justru yang tak wajar adalah ibu menangis untuknya. Untuk apa? Haruskah aku bertanya?&lt;br /&gt; Air mata itu juga menyayat hatiku. Aku tak mengerti. Ingin kugenggam tangannya. Tapi tidak mungkin aku melakukan itu. Biarlah dia menyadari kedatanganku. Toh, ia akan memulai bercerita seperti biasanya.&lt;br /&gt; “Kamu sudah pulang, Nak?” suaranya parau semakin mendera ibaku. Aku hanya batuk kecil tanda kalau aku benar-benar ada di dekatnya. Rasa penasaranku mulai membuncah.&lt;br /&gt; “Kenapa Ibu menangis?” pertanyaan itu hanya bisa menggema dalam dada.&lt;br /&gt; “Kamu pernah bertanya, siapa laki-laki bajingan yang berani menjadi ayahmu.” Bibir tipis itu mulai bercerita. Dan akan selalu bercerita walaupun aku kadang tak ingin mendengarnya.&lt;br /&gt; “Dia ayahmu.” Selepas dua kata itu dia beranjak pergi tanpa penjelasan. Membiarkan aku bertanya-tanya. Heran. Tak percaya. Siapa dia? Laki-laki yang meninggal itukah? Laki-laki yang telah menghilangkan ceria ibuku. Laki-laki yang memburamkan hari-hariku. Laki-laki bajingan, begitu aku menyebutnya.&lt;br /&gt; Kenapa ibu menangis untuknya? Seharusnya bersyukur karena dunia ini telah kehilangan seorang pengkhianat cinta. Seperti itukah ibu memaknai arti cinta? Air matanya seakan menjawab tanyaku,” Cinta itu memaafkan bukan mendendam.”&lt;br /&gt; Itukah  cinta? Semua pecahan nuansa hari ini memaksaku untuk berlari. Sejauh yang aku bisa. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; Perjalanan yang bertumpu pada kegundahan jiwaku akhirnya berhenti di kos Miko.&lt;br /&gt; “Mik… Miko…” Tak ada yang menyahut. Kemana sih siang-siang begini? tanyaku dalam hati. Karena tidak terkunci dan sepi, aku masuk. Betapa terperanjatnya aku saat kubuka pintu kamar Miko.&lt;br /&gt; “Rona, ngapain kamu disini?” Aku naik pitam. Walau bagaimana pun Rona masih milikku. Aku belum mencampakkanya. Rona yang sudah hampir telanjang tak tahu harus berkata apa. Segera merapikan diri.&lt;br /&gt; “Seharusnya aku yang bertanya, sedang apa kamu disini?” Miko membela Rona.&lt;br /&gt; “Bajingan kamu, Mik. Kamu kan tahu Rona masih milikku.”&lt;br /&gt; “Kamu sudah menitipkan dia padaku. Dan seperti inilah aku melindunginya.”&lt;br /&gt; “Oh ya…”&lt;br /&gt; “Ya. Aku bosan hanya mendapatkan sisamu saja. Toh, Rona mencintaiku.” Suara Miko meninggi.&lt;br /&gt; “Persetan dengan cinta.”&lt;br /&gt; “Itu bagi kamu. Karena kamu memang terlahir bukan karena cinta.”&lt;br /&gt; “Kurang ajar!!!” Aku tak bisa menahan emosiku lagi. Kepal tinjuku segera kudaratkan di pipinya. Ku tinggalkan tempat itu dengan kebencian. Kemana lagi aku harus pergi? Mungkinkah aku pulang ke rumah bercat putih itu?&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; Jejak langkah yang kutinggalkan semakin nyata. Tak mungkin aku menghapusnya. Dan itu tampak semakin terang saat aku terdampar kembali ke rumah bercat putih. Kudekati pintu yang tak terkunci. Kemana ibu?, heranku. Segera aku mencarinya. Biasanya kalau aku pulang dia sedang menonton, menjahit, atau di dapur. Tapi kenapa dia tidak ada? &lt;br /&gt; Pasrah. Aku tak menemukannya. Kubawa tubuh penatku menuju kamar. Aku tercekat. Kudapati ibu tergeletak di ambang pintunya.&lt;br /&gt; “Ibu!!!” Lidahku kelu. Tanpa sadar kupanggil wanita itu. Panggilan yang tak pernah singgah di lidahku.&lt;br /&gt; Ketakutan menyelinap dalam hatiku. Sebuah perasaan aneh menjalar dalam aliran darahku. Hubunganku dengan ibu masih hambar. Dan kini dia mau meninggalkanku. Curang. Dia lari begitu saja dari hidupku. Tidak!!!&lt;br /&gt; Kugendong tubuh kurusnya ke mobil. Melaju memburu waktu ke tempat pemberi sedikit harapan. Rumah sakit-tempat yang tak ingin kumasuki.&lt;br /&gt; Sejam sudah aku menunggu tapi ibu masih belum siuman. Aku mulai panik. Hatiku getir. Rasa takut kehilangan menghantuiku. Hanya wanita ini yang setia hidup bersamaku. Sabar merawatku walau dia tak ingin. Tabah membiayai hidupku yang tak karuan. Dulunya kuanggap Miko, Kribo, Leo dan Si Bule yang paling setia bersamaku. Mereka yang memberiku semangat, kegembiraan dan kesenangan. Tapi waktu telah menjawab semuanya. Air mata yang tak pernah kukenal mencoba membasahi sedihku. Sepotong doa bergetar di lidahku. Selamatkan ibu, ya Allah.&lt;br /&gt; Mata ibu mulai terbuka. Sebersit ceria mengembang di bibirku. Kupandangi ibu dengan air mata yang semakin membasahi wajahku.&lt;br /&gt; “Ryan…” pelan diucapkannya namaku.&lt;br /&gt; “Maafkan ibu. Kamu terpaksa ikut menanggung akibat masa laluku. Aku tak tahu apakah hatimu akan tersentuh cinta. Selama ini hanya kebencian yang kulihat dari dirimu. Tapi air mata ini menjadi tanda ada cinta dalam hatimu. Semoga untuk ibu, Nak.” Dihapusnya air mata di pipiku. Kubiarkan tangan yang mulai keriput itu menyentuhku. Sentuhannya semakin meyakinkanku kalau getar yang kurasakan ini adalah cinta. Aku mencintaimu, Bu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-8036157292708336303?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com' title='perjalanan pulang'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/8036157292708336303/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=8036157292708336303&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/8036157292708336303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/8036157292708336303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2010/01/salah-satu-cerpen-dalam-buku-aji-bello.html' title='perjalanan pulang'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-8214570565753735681</id><published>2010-01-14T21:08:00.000-08:00</published><updated>2010-01-30T04:55:57.458-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bait-Bait Puitis'/><title type='text'>Bila Cinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/S0_5xLzBEnI/AAAAAAAAAH4/zldCHyav8RE/s1600-h/love-story-ala-gue.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 155px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/S0_5xLzBEnI/AAAAAAAAAH4/zldCHyav8RE/s200/love-story-ala-gue.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5426830699380413042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bila cinta&lt;br /&gt;Arus-arus berdendang memecah batu&lt;br /&gt;Gelombang menghapus bibir tak lepuh&lt;br /&gt;Bila cinta &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ucapan manis menghujam terbalas senyum&lt;br /&gt;Merembes kehormatan bernaung janji&lt;br /&gt;Ah, bila cinta&lt;br /&gt;Mahkota bertumit hitam bercahaya&lt;br /&gt;Menggoyahkan roh2 sihir madu secawan&lt;br /&gt;Bila…&lt;br /&gt;Silau angkasa terbuai rona cemerlang&lt;br /&gt;Cinta mengelus tengkuk berbulu nafsu&lt;br /&gt;Dimana arti suci?&lt;br /&gt;Fitrah tulus cahaya Ilahi&lt;br /&gt;Biarlah membara&lt;br /&gt;Mengikis peluh&lt;br /&gt;Bila engkau cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-8214570565753735681?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/8214570565753735681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=8214570565753735681&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/8214570565753735681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/8214570565753735681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2010/01/puisi.html' title='Bila Cinta'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/S0_5xLzBEnI/AAAAAAAAAH4/zldCHyav8RE/s72-c/love-story-ala-gue.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-47570362464556427</id><published>2009-12-06T18:57:00.000-08:00</published><updated>2010-01-30T04:56:37.211-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sepenggal kisah'/><title type='text'>Sindrom Skripsi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/Sxx0SktZ2tI/AAAAAAAAAHw/UwByndoNrLE/s1600-h/toga3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/Sxx0SktZ2tI/AAAAAAAAAHw/UwByndoNrLE/s200/toga3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412328714633075410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Semester tujuh bagi sebagian mahasiswa bukanlah masa yang perlu merenggut separuh waktu. Berbeda dengan realita yang harus dijalani Delisha dengan teman satu kampusnya. Awal semester tujuh adalah ambang batas kecepatan arus kencang tak berperasaan bagi jiwa-jiwa penuntut kebebasan dan pengagum ketidakseriusan. Termasuk Delisha yang belum siap menghadapi puncak keseriusan langkahnya.&lt;br /&gt;Berbagai gejala muncul satu per satu. Sibuk, lelah, pusing, bosan, hingga stress menampakkan wajah bengis di sepanjang koridor. Dengan modal 40% keseriusan ditambah 35% kesiapan plus 55% semangat, &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Delisha mencoba masuk dalam bisnis reputasi akhir itu. Dia tak ingin tergilas waktu.&lt;br /&gt;Di hari yang dianggapnya akan membawa keberuntungan, Delisha mencoba mengajukan judul hasil mesin terbaik otak. Lambat tapi pasti. Pelan tapi mulus, bujuk nuraninya. Entah sudah berapa detak jantung memaksa peluh bercucuran. Menegangkan urat saraf dalam jasad kaku di depan dosen pembimbing. &lt;br /&gt;Senyum itu akhirnya mengembang tapi hanya beberapa detik telah terganti oleh gelengan kepala Sang Pembimbing disusul kata manis yang takkan terlupakan.&lt;br /&gt;“Ajukan judul ulang ya!”&lt;br /&gt;“Ya, Pak.” Hanya itu yang mampu keluar dari lidah kelu Delisha. Terpuruk,  sudah pasti. Ingin berteriak melampiaskan kecewa tapi tak mungkin. Masih terlalu tinggi rasa malu yang dijunjungnya.&lt;br /&gt;Berjalan dengan kepala teertunduk sungguh tak nyaman. Tapi entah sudah sejauh mana kaki melangkah Delisha tak mampu menatap ke depan. Trauma, mungkin itu yang dirasakannya.&lt;br /&gt;Sapaan hari belum mampu melembutkan rasa sesal dalam hatinya. Hingga hati nurani bertindak. Kamu tak boleh seperti ini Delisha! Ayo bangkit, tunjukkan kalau kamu bisa! Bisikan itu sangat kuat menghujam hati kecilnya.&lt;br /&gt;Tak ingin tertinggal terlalu jauh, dibongkarnya semua bahan kuliah selama ini. Slide-slide kuliah, catatan dan buku dilahapnya. Judul baru itu harus segera lahir. Semua sia-sia. Ide itu seakan terpenjara di ruang beku.&lt;br /&gt;Bertambah sudah gejala baru dalam arus itu. Malas. Gejala itu memaksa jiwa-jiwa lelah lebih rajin ke perpustakaan dibanding kuliah. Di titik gerah itu Delisha berusaha membangun diskusi dengan teman-temannya.&lt;br /&gt;“Gimana kalau aku ambil tema kespro tapi variabelnya media Hp?”&lt;br /&gt;“Bagus juga, apalagi di kampung-kampung sekarang banyak sekali remaja yang buka facebook, internet gitu pakai Hp. Siapa yang tahu kalau mereka buka hal yang berbau pornografi.” Saran Neny.&lt;br /&gt;Tema itu menghantui malam-malam Delisha. Yang akhinya pupus oleh judul baru dari rumusan bahan semester lalu. Dan tanda tangan tanda acc berhasil menghiasi lembar usulan judul Delisha.&lt;br /&gt;Kini dia mencoba masuk dalam gelombang itu. Berkutat dengan hal-hal baru yang sulit dia bayangkan. Kuliah semakin menuntut eksistensi penulisan skripsi. Walaupun nyali yang terpancang kuat dalam benak Delisha mulai menyusut. Dia tak sanggup dalam himpitan keseriusan dan kesibukan. Ditambah tuntutan amanah luar yang semakin menyesakkan dada. Tak mampu dia berpikir jenih dalam hembusan nafas bebas. Hatinya ingin menyesali langkah itu tapi tak ingin ada penyesalan. Dan hanya mampu bertanya “Kenapa kondisi ini seakan sindrom yang menggerogoti raga, seakan tak mampu rileks menjalani hari?”.&lt;br /&gt;Delisha tak ingin mendramatisi keadaan itu. Tapi merasakan sindrom itu membuatnya harus memacu diri lebih maju. Para jiwa-jiwa lelah  seakan ingin segera meninggalkan kampus yang telah membesarkan jiwanya. Lari dari tuntutan peran besar sebagai mahasiswa. Ataukah mereka sudah bosan dengan aturan-aturan yang terasa mengganggu apresiasi diri.&lt;br /&gt;Jauh di lubuk hati Delisha masih banyak hal lain yang ingin dicapainya sebagai mahasiswa. Mungkin bukan dari ranah akademik, tapi ranah lain yang ingin dia coba bangun. Masih ada rasa juang yang ingin diembannya disela tuntutan keluarga dan rasa iri pada pergerakan rekan seperjuangan.   &lt;br /&gt;Waktu semakin membawa Delisha pada ruangan sesak. Mencoba eksis meraup banyak waktu terbuang dari sisinya.&lt;br /&gt;“Sa, sibuk sekali ya? Padahal ada lomba nasional bergengsi, kamu harusnya ikut.” Sukma mencoba menyadarkan tentang karirnya. Ajang bergengsi itu memang harus ada nama Delisha, setidaknya sebagai peserta.&lt;br /&gt;Rasa penasaran yang terlalu tinggi merubah konsentrasi Delisha. Arah yang telah jelas ditempuhnya berubah haluan. Aku harus ikut lomba itu, tegas hatinya.&lt;br /&gt;Berteman google, kertas, pulpen, laptop dan teman-teman yang kadang membawa pada alam kegilaan imajinasi dijalaninya. Minus 3 hari membuat bantal harus iri pada tuts laptop. Draft proposal pun harus merintih mencoba mencari perhatian. Delisha semakin jauh dalam dunia imajinasinya. Kesibukan teman-teman dan nuansa hangat konsultasi dengan pembimbing tak melenakan  Delisha.&lt;br /&gt;“Sudah ada kupon Kak?” tanya Delisha.&lt;br /&gt;“Belum, nanti Sukma yang belikan. Sudah selesai naskahnya?” Delisha hanya menggelengkan kepala menjawab pertanyaan kak Vina.&lt;br /&gt; Minus 1 hari lagi pemasukan berkas lomba ditutup. Delisha telah merampungkan semuanya. Dengan langkah ringan dia pergi menunaikan kewajiban sebagai mahasiswa.&lt;br /&gt; “Hai Delisha, kemana saja? Oh ya kalau tidak salah kamu dan teman satu pembimbing akan praproposal 3 hari lagi.” Ucapan Gina meruntuhkan bangunan senyum  di pipinya. Delisha tak mampu menjawab apa-apa. Sungguh dia belum siap dengan semua itu. Tak pernah disangka secepat itu arus membawanya pada ambang akhir kampus.&lt;br /&gt; Kembali Delisha berjuang di sisa nyali yang dimilikinya. Malu, sungguh malu pada  berkas-berkas proposal yang pernah dia abaikan demi reputasi dan penghargaan yang belum pasti. Bab 2 masih terlalu gersang sedangkan bab 3 dan 4 menari tak sabar untuk segera dijamah. Hari-hari itu berguguran. Delisha pun terkapar di gulita malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-47570362464556427?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/47570362464556427/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=47570362464556427&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/47570362464556427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/47570362464556427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2009/12/cerpen.html' title='Sindrom Skripsi'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/Sxx0SktZ2tI/AAAAAAAAAHw/UwByndoNrLE/s72-c/toga3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-5391008877307560695</id><published>2009-11-18T19:30:00.000-08:00</published><updated>2010-01-30T04:57:08.422-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My diary'/><title type='text'>Ada Kalanya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SwTA2A0dLnI/AAAAAAAAAHo/y6mLOPkEmb0/s1600/tree-painter.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 285px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SwTA2A0dLnI/AAAAAAAAAHo/y6mLOPkEmb0/s320/tree-painter.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5405657486916922994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;siapa yang tahu bila langkah ini tersandung dan harus meneteskan pilu di wajah.&lt;br /&gt;siapa yang menduga kalau hati terkadang diambang ketidakberdayaan&lt;br /&gt;adakalanya pandangan rabun oleh silau perasaan yang lembut, membawa hati pada pencarian yang kandas.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;fenomena-fenomena dalam gerak juang memang tak lepas dari godaan. apalagi kerikil tajam yang menyentuh kadang terlalu sakit menggores hingga sanubari. Tapi semua itu akan membawa kita pada kedewasaan dan kebijakan.&lt;br /&gt;Coba lihat!!!daun-daun di pohon yang rindang tak selamanya bertengger gagah di dahan. Mereka berguguran dalam lelahnya. Ada yang jatuh sia0sia, tapi ada pula yang membusuk kemudian menjadi pupuk yang menambah suburnya pohon itu. Hingga lahirlah daun-daun segar baru menggantikannya.&lt;br /&gt;semua mencoba menjadi yang terbaik walau mereka tahu tak mungkin mampu sempurna.Ada ungkapan yang mengatakan "bila tak mampu menjadi beringin yang tumbuh di puncak bukit maka jadilah belukar. Belukar yang terbaik tumbuh di tepi danau. Bila tak mampou menjadi belukar jadilah rumput tapi rumput yang terbaik yang memperkuat tanggul pinggiran jalan. Jika kita tak mampu menjadi jln raya, jadilah saja jalanan kecil yang membawa orang ke mata air. Tak semua orang akan menjadi nahkoda, tentu ada awak kapalnya. Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi rendahnya diri kita tapi sejauh mana kita bekerja dan menyelesaikannya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-5391008877307560695?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com' title='Ada Kalanya'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/5391008877307560695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=5391008877307560695&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/5391008877307560695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/5391008877307560695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2009/11/curahan-hati.html' title='Ada Kalanya'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SwTA2A0dLnI/AAAAAAAAAHo/y6mLOPkEmb0/s72-c/tree-painter.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-1393978044265697450</id><published>2009-10-01T05:47:00.000-07:00</published><updated>2010-01-30T04:51:25.083-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sepenggal kisah'/><title type='text'>Pilu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SsSmSs-mkmI/AAAAAAAAAHg/D9h5zLqIDEk/s1600-h/akhwat-kecil1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 60px; height: 99px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SsSmSs-mkmI/AAAAAAAAAHg/D9h5zLqIDEk/s320/akhwat-kecil1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387613894483546722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Segelas air putih kupaksa melewati kerongkongan. Hambar. Riak kemelut batin bercampur kecewa mulai memuai di mata. Potongan kisah hariku memenjarakan dalam buih tanya.&lt;br /&gt; “Persetan dengan persahabatan. Mungkinkah ada pertemanan yang tulus tanpa kepentingan?” Kucengkeram gelas air minum dengan geram. Terbayang senyum indah di wajah curang Inez, menyayat gemilang prestasiku. Kejernihan mata Anggun telah berhasil menyilaukan harta keluargaku.&lt;br /&gt; Ah… BRUKK&lt;br /&gt; Akhirnya gelas di tangan takluk pada kerasnya lantai. Pecahan-pecahan kemilau itu semakin memudarkan ceriaku. Tersungkur di dasar menara ketenaran yang kubangun.&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Tuhan… Kenapa ini terjadi padaku? Dimana ketulusan itu?” Hatiku gelap. Tarian istigfar tak kuhiraukan lagi. Kuraih kunci CR-V silverku. Berusaha lari dari kepungan asap kecewa.&lt;br /&gt;Alunan adzan, entah mengapa selalu berhasil meraihku. Kuparkir CR-Vku di depan mesjid kampus. Hiruk pikuk itu masih sama. Lamban dalam dawai berirama. Bulir-bulir wudhu berjalan di raut yang tak pernah lelah bergerak demi sebuah kemenangan  pasti. Aku iri pada wajah tawadhu di tangga mesjid. Damai bersanding di sisi jiwanya. Bersenandung membingkai sibuknya dakwah.&lt;br /&gt; Ah… Semu. &lt;br /&gt; Niat yang telah terpancang kuat kuurungkan. Kupandangi kerikil basah di taman mesjid.&lt;br /&gt; “Oh, afwan.” Seorang gadis menabrakku. Aku tak peduli, dan malah sibuk mengamati jilbabnya.&lt;br /&gt; “Aku tidak sengaja. Anda marah ya?” Kupingku memerah. Sekedar basa-basi, batinku. Terlanjur gelap hatiku untuk melihat sebuah keramahan.&lt;br /&gt; “Tidak.” jawabku sekenanya.&lt;br /&gt; “Tapi, kedengarannya tidak ikhlas. Keikhlasan itu perhiasan terindah akhlak, lho.”&lt;br /&gt; “Kamu tidak bisa lihat ya? Aku tuh tidak apa-apa” Intonasiku meninggi.&lt;br /&gt; “Afwan aku buta. Syukurlah.” Sesungging senyum pisah yang sangat manis.&lt;br /&gt; Kutinggalkan mihrab suci itu. Menyusuri lekukan pilu yang tiba-tiba bergabung dengan kecewaku. Berjalan tanpa arah pada titian rapuh jiwaku dan berhenti di keremangan magrib di kotaku. Selintas kupandangi para jamaah yang bertengger pada sucinya niat.&lt;br /&gt; “Kenapa aku kembali kesini lagi?” tangisku pelan. Sepi. Hatiku sendiri meraung melewati pilu. Kuseret langkah menuju tempat wudhu. Aku iri pada kerikil di taman mesjid yang selalu basah. Damai dalam genangan air wudhu.&lt;br /&gt; "Syukran Via." Sayup kudengar suara tadi sore.&lt;br /&gt; Gadis itu, ucapku lirih. Senyum yang tak pernah hilang. Berdendang dalam salam. Senada dengan gurau. Berbalas tawa dan rangkulan. Aku sakit memandang keakraban itu. Disanakah persahabatan yang tulus bisa kutemukan?&lt;br /&gt; Sejuknya wudhu terpaksa kuabaikan. Kudekati dia. Mencoba merangkai cerita baru. Senyum itu selalu anggun di wajahnya. Teduh, mengukir ikhlas dan syukur. Bagaimana mungkin ada syukur dibalik ketidaksempurnaan?&lt;br /&gt; “Aku bersyukur masih diberi kesempatan untuk mendengar ayat-ayatNya. Aku memang tidak bisa, melihat tapi aku yakin Dia Maha Melihat. Kusyukuri semua yang ada. Iman, keluarga, saudara, teman dan sahabat.”&lt;br /&gt; Nalarku kembali meronta. Sahabat? Bergetar lidah berusaha mematahkan kebenaran. Terlalu jauh kecewa merambah hatiku.&lt;br /&gt; “Cobalah memahami apa yang ada disekitar kita. Jangan pernah menuntut untuk selalu dimengerti karena yang bisa mengerti diri kita adalah diri kita sendiri.”&lt;br /&gt; Kamu tidak mengerti Alya-nama gadis itu. Terlalu banyak lumpur khianat bergelantungan. Menjaring persahabatan dan ketulusan pada sarang kelabu. Melenyapkannya dari nuansa hari-hariku.&lt;br /&gt; “Ukhuwah adalah ketulusan persaudaraan karena dihimpun oleh iman.” Alya mencoba menyelami jiwaku. Kucoba merangkai kembali memori cerah masa beliaku di kampus.&lt;br /&gt;“Mukenanya ukhti.”&lt;br /&gt;“Oh, syukran.”&lt;br /&gt;“Ukhti sehat?”&lt;br /&gt;“Alhamdulillah.” jawabku dengan senyum.&lt;br /&gt;“Jadi dong ikut ke rumahnya Ummi Aminah? Rugi lho kalau tidak datang. Aku jemput ya.”&lt;br /&gt;Aku pun bergerak pada arus yang sama walaupun justru bermuara pada lembah yang beda. Persaudaraan yang kuanggap begitu tulus. Tapi dimana mereka saat aku terjatuh? Dan saat para iblis menyeretku?&lt;br /&gt;“Oh...” Kutangisi piluku. Tetesan bening di pipiku kini membasahi kerikil di taman mesjid yang akan selalu basah. Kuberlari berusaha menjauh. Mencari penawar pilu. Begitu galau nuraniku. Entah apa sebenarnya yang kucari?  Mungkinkah ada yang bisa memahamiku? Hanya satu yang kuyakini. Sejauh apa pun aku berkelana, kuyakin pasti akan kembali kesini.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt; Kususuri jalan siang tadi. Kembali kepangkuan zona nyaman bahteraku. Namun, Kawasaki di persimpangan sana mencoba melawan maut. Aku tak tahu kenapa bumi terasa berputar bukan pada porosnya. Matahari pun kehilangan sinar. Dan semua potongan-potongan film kemarin kembali muncul.&lt;br /&gt; “Mau ke pestanya Uki tapi bajuku jelek-jelek. Traktir dong Sof! Satu aja cukup.”&lt;br /&gt;“Sorry Anggun. Aku lagi ingin menghemat. Pinjam bajuku saja. Atau tidak usah datang. Mendingan kita ikut acaranya Zakiyah.”&lt;br /&gt;“What? Kamu sudah gila ya, Sof? Pesta mewah ditolak demi acara nggak penting.”&lt;br /&gt;“Aku sudah janji. Nggak enak sama Zakiyah.”&lt;br /&gt;“Kamu mau kembali menjadi orang yang sok sibuk mengurus…”&lt;br /&gt;“Cukup. Mereka orang baik dan sangat baik. Mereka tidak pernah mengajak temannya untuk boros dan hura-hura nggak penting.”&lt;br /&gt;“Kenapa kamu membela mereka? Bukannya kamu sendiri yang memutuskan hubungan karena tidak betah dan…”&lt;br /&gt;“Itu karena kamu yang meracuni pikiranku dengan argumen-argumen basi.”&lt;br /&gt;Uh... desahku mengiring potongan film lainnya.&lt;br /&gt;“Kenapa kamu mengajukan judul yang sama. Itukan ideku Nez.”&lt;br /&gt;“Kamu sih lamban.”&lt;br /&gt;“Tidak bisa begitu dong. Itukan sama saja kalau kamu mencuri atau menciplak hasil pikiranku. Kamu curang.”&lt;br /&gt;“Ini persaingan. Dalam persaingan tidak ada istilah seperti yang kau sebutkan itu. Karena toh yang akan dikenal orang adalah siapa nama yang tertera di karya itu. ”&lt;br /&gt;“Aku kira kamu sahabatku. Yang bersedia mendengarkan curhatku. Menjadi juri dan pembimbing ide-ideku. Tapi aku salah. Kamu ternyata duri dalam daging.”&lt;br /&gt;“Terserah kamu mau bilang apa. Ingat Sof, tidak ada orang yang ingin rugi. Apa yang bisa kau berikan padaku sebagai sahabat? Cuma sekedar tempat curhat dan peti penyimpang ide-ide kamu? Tidak Sof.”&lt;br /&gt;Semua kini tampak pudar, suram,dan semakin gelap.&lt;br /&gt;"Sof... Sof... Sofia bisa dengar suara mama kan? Ukh... Ukh... Ukh" Samar kudengar tangisan mama.&lt;br /&gt;"Tuhan, jangan kau biarkan pencarianku berlabuh sampai disini. Aku masih ingin memandang kerikil-kerikil basah di taman mesjid." Pada rapuhnya jiwaku sempat terbayang senyum Alya dalam majelisnya sebelum cairan infus bercampur cairan tubuhku. Benarkah yang kucari ada disana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-1393978044265697450?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/1393978044265697450/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=1393978044265697450&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/1393978044265697450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/1393978044265697450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2009/10/cerpenjuara-i-lomba-cerpen-islami-ala.html' title='Pilu'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SsSmSs-mkmI/AAAAAAAAAHg/D9h5zLqIDEk/s72-c/akhwat-kecil1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-4924593910136365598</id><published>2009-09-10T19:55:00.000-07:00</published><updated>2010-01-30T04:52:20.840-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sepenggal kisah'/><title type='text'>gadis itu bernama Mutiah</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/Sqm_MprmCfI/AAAAAAAAAHY/qtiw1hgAoM4/s1600-h/jilbab-canada.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/Sqm_MprmCfI/AAAAAAAAAHY/qtiw1hgAoM4/s200/jilbab-canada.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5380041453938805234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gadis Itu Bernama Mutiah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;“Woi…tahan gadis itu. Kurang ajar, mereka mau main-main dengan aparat.”&lt;br /&gt;“KEJAR…!!!”&lt;br /&gt;“Aduh! Lindungi yang lain!”&lt;br /&gt;“Ah…”&lt;br /&gt;Aku pilu. Hiruk pikuk itu terhenti di ujung batas kebebasan. Sel penjara membingkai perih medan demonstrasi siang tadi. Pantulan suara hati teman mahasiswa di bibir kami berbuncah amarah lumrah mereka yang gelap hatinya. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Pikiran beku yang terkurung harus meronta saat langkah-langkah perkasa memecah sunyi.&lt;br /&gt;“Bawa dia masuk!!!”&lt;br /&gt;Tampak seorang gadis muda yang diseret ke dalam sel. Dia sangat kusut. Wajahnya pucat menyiratkan kepahitan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Sekarang kamu sudah punya teman disini.” bisik Pak Sipir pada gadis itu.&lt;br /&gt;“Hai manis…” Aku tercekat. Mata Pak Sipir seakan menelanjangiku. Kucoba menenggelamkan tubuh di tembok beku. Pak Sipir mencoba menjangkauku.&lt;br /&gt;“Jangan… Jangan sentuh aku!!!” pekikku tertahan dalam ruang hampa.&lt;br /&gt;“Jangan sentuh dia!” Gadis itu mencoba membelaku. Pembelaan yang merongsokkan wajahnya. Tangan jahil Si Sipir beralih mencengkeram wajah lugu Sang Gadis. Hanya sesaat. Karena panggilan keramat menulikan Si Sipir. Dia pun beranjak pergi.&lt;br /&gt;Ku hembuskan nafas lega. Niat hati berucap terimakasih pada Sang Gadis tapi dia mematung. Aku pun memilih terpekur dalam diam. Tatapanku tak lepas dari gadis muda berkulit hitam manis itu. Bibirnya terkatup dalam diam merona basah di wajah berbaur tatapan kosong. Menampilkan siluet gadis kecil berlari riang menyongsong Sang Ayah yang tertunduk. Riang berpendar menjadi pilu di ujung lidah yang berucap kebenaran berbuah kecurangan dari mereka yang culas. Mungkin ayahnya baru saja dipecat.&lt;br /&gt;Aku terus berkelana di relung tatapan kosongnya. Udara dingin menyusup menambah perih tubuh yang lebam. Kurasakan dera membanting, meremukkan impian di garis kulit yang memerah. Gadis itu tampak rapuh, terkurung dalam terali besi yang kokoh. Entah sudah berapa pukulan dan tamparan mengenai tubuh itu. Dia ingin menangis, tapi air mata telah kering. Dia ingin berteriak, tapi untuk apa toh tidak akan ada yang peduli. Dia  terbelenggu karena salah yang tak pernah dia tahu.&lt;br /&gt;Tiba-tiba aku terjungkal, gadis itu mengeluarkan air mata tanpa suara. Bening tetesan itu membiaskan potongan pilu tentang ronrongan tiga laki-laki berseragam. Wajah Gadis Muram, gelar dariku. Dia harus rela menerima tamparan polisi berkumis yang tampak garang. Betisnya harus kuat menahan tendangan Si Perut Buncit yang kasar. Dan punggungnya harus tetap tegak walaupun pukulan Si Kribo sangat menyakitkan. Tetapi bibir itu tetap diam karena dia tak tahu apa-apa.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;“Hai, namaku Indah. Makasih ya tadi. Ehm, kamu siapa? Kok kamu bisa disini juga?” Kucoba merajut perkenalan sebagai awal sulaman pertemanan. Tapi gadis itu tetap diam dan larut dalam alam pikirannya sendiri.&lt;br /&gt;Malam kian larut. Entah sudah berapa ribu detik telah kulewatkan bersama Gadis Muram itu dalam diam? Ingin rasanya kukisahkan suasana demonstrasi siang tadi padanya. Tentang kemunafikan, kebodohan dan sikap pengecut mereka yang menganggap aksi kami hanya karena kepentingan sepihak.&lt;br /&gt;Kelopak mata yang kupaksa tetap terbuka mulai kelu. Sunyi bersama diam adalah sebuah kolaborasi menjenuhkan. Kubaringkan tubuh yang penat oleh ketidakpastian dan kaburnya keadilan. Perlahan-lahan cahaya rembulan merayap di raut muka sosok yang sejak tadi setia kupandangi.&lt;br /&gt;Dia tersenyum di tengah kegalauan hati. Digerakkannya tangan dan kaki mencoba menjangkau jeruji besi. Rupanya interogasi siang tadi meninggalkan sakit yang menyiksa hingga dia hanya mampu mengaduh dan kembali diam. Sungguh pilu melihat airmatanya jatuh memecah cahaya yang sempat bertengger di wajah.&lt;br /&gt;Kucoba untuk peduli, tapi…sia-sia! Dia tetap diam membekap dada, menatap dinding penjara yang bisu. Kembali kucoba berkelana jauh dalam gelombang lurus tatapan itu. Nihil. Terlalu susah untuk menembus bayangan kisahnya. Di tengah kantuk yang menyiksa, aku menonton potongan film yang berkelebat dari suara pilu Si Gadis Muram. &lt;br /&gt;Gadis muda berambut sebahu tampak diseret keluar dari rumah sederhana. Dia mencoba melawan tapi tenaganya tak sebanding dengan kekarnya otot-otot aparat kepolisian. Dia pun sampai pada batas kebebasan. Pria berseragam pengayom masyarakat, berwibawa tapi picik, mendekatinya dan berkata,“Dimana ayahmu, Si Teroris itu??? Kamu pikir mudah menyusup ke dunia ini, Ha…Sok pahlawan. Sok peduli. Sok suci. Orang kayak kalian mending diam aja di rumah. Tahu apa tentang dunia politik? Untuk apa pusing mikirin HAM, Korupsi dan SARA, yang penting kita senang. Sekarang jawab dimana ayah kamu? Biar dia tahu buah perlawanannya.”&lt;br /&gt;Tiba-tiba aku meringis, gigitan nyamuk menyerang pipiku. Gadis itu telah terlelap padahal potongan film itu masih samar. Jadi gadis ini adalah anak seorang aktivis HAM yang mengungkap keculasan pembebasan wilayah seribu gunung. Bukannya dia seorang penulis berbakat yang sarat perjuangan? Diakah penulis muda yang setia menggores kebenaran dari mulut ayahnya? Pertanyaaan-pertanyaan nakal mulai berlompatan di alam pikiranku. Jangan tanyakan kenapa? Aku pun tak tahu keahlian apa yang ada di balik sikap kritis mahasiswa sepertiku, dan perjuangan apa yang kurencanakan malam ini?&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Batas kebebasan yang kuanggap menghapus impian tak berlaku bagi Gadis Muram, teman satu selku. Ujung pulpennya tak pernah tumpul menggores kisah perlawanan hingga aku terlepas dari kurungan nasib di balik terali besi.&lt;br /&gt;Siapa yang menduga kelincahan lidah Sang Pengacara mampu melumpuhkan kuatnya kemunafikan pihak yang bermata gelap. Gadis Muram berambut sebahu akhirnya mampu merajut kembali mimpinya dalam indahnya kebebasan, sebulan setelah aku terbebas.&lt;br /&gt;Siapa sangka diam dan deritanya melahirkan tulisan fenomenal kemanusiaan. Andai dia takut menyusul ayahnya ke kota yang konon sejuta mimpi. Andai dia kehilangan ketegaran di atas altar suci kebenaran. Para algojo berdasi tidak akan memelas di himpitan terali besi.&lt;br /&gt;Sungguh tak mudah mengukir kebenaran. Tapi perlawanan tak boleh tamat hanya karena fisik dan kekuasaan karena Gadis Hebat, gelar baru yang tersangkut- membuang gelar Gadis Muram-telah membuktikannya. Kelihaian susunan kata yang berjejer rapi di tiap lembar telah mengukir sejarahnya sendiri. Melantunkan nada perlawanan yang berbuah kebenaran.&lt;br /&gt;“Hadirin, teman dan sahabatku semua. Sebelum berdiri disini. Abu-abu kepastian bertiup terang menyilaukan hingga aku tak mampu menatap cerah wajah hadirin. Aku takut gadis itu tidak datang di malam puncak penganugrahan pemuda terbaik bangsa ini. Dia pantas menjadi bintang terang malam ini karena perjuangannya melalui tulisan. Gadis itu tak pernah layu dalam menebar ide-ide gemilang, ide ceria, kasih sayang dan perlawanan. Dialah inspirasiku hingga akhirnya aku mampu berdiri disini mewakili bapak menteri pemuda dan olahraga. Gadis yang kuceritakan tadi bukanlah tokoh pewayangan ataupun tokoh negeri dongeng. Dia ada diantara kita sekarang. Duduk anggun dalam balutan kebaya ungu. Gadis itu bernama Mutiah.” Kuakhiri sambutanku dengan sebuah pesan perjuangan. Tepuk tangan riuh memenuhi ruangan. Dan semua pandangan tertuju pada Mutiah, tapi gadis itu hanya diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-4924593910136365598?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/4924593910136365598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=4924593910136365598&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/4924593910136365598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/4924593910136365598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2009/09/cerpemjuara-ii-loba-menulis-cerpen.html' title='gadis itu bernama Mutiah'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/Sqm_MprmCfI/AAAAAAAAAHY/qtiw1hgAoM4/s72-c/jilbab-canada.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-5944017432242486502</id><published>2009-08-12T20:32:00.000-07:00</published><updated>2009-08-12T20:41:22.604-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bait-Bait Puitis'/><title type='text'>puisi</title><content type='html'>RIAK BULAN JUNI&lt;br /&gt;gemerincik sentuhan juang&lt;br /&gt;mengalir dalam rembesan masa depan&lt;br /&gt;terdesak di ombak asa&lt;br /&gt;memaksa buih merangkul arus&lt;br /&gt;terbelenggu dalam riak-riak tak beraturan&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;riak senyum, lembut menyentuh pantai&lt;br /&gt;kala goresan lahirkan cerita&lt;br /&gt;riak air mata memecah karang&lt;br /&gt;bersama titik tinta berserakan&lt;br /&gt;ah.riak bulan Juni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-5944017432242486502?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/5944017432242486502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=5944017432242486502&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/5944017432242486502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/5944017432242486502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2009/08/puisi.html' title='puisi'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-1436124793054723468</id><published>2009-04-25T05:17:00.001-07:00</published><updated>2009-04-25T05:46:15.593-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info'/><title type='text'>lintas</title><content type='html'>LIHATLAH KAWAN!!!&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SfMDM7d9QrI/AAAAAAAAAGw/9Jbzk9VltQo/s1600-h/ikui.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 154px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SfMDM7d9QrI/AAAAAAAAAGw/9Jbzk9VltQo/s200/ikui.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328606304766083762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SfMCkEbo5sI/AAAAAAAAAGo/u4RE58NYQTI/s1600-h/ghjgh.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 120px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SfMCkEbo5sI/AAAAAAAAAGo/u4RE58NYQTI/s200/ghjgh.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328605602797643458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SfMCJVFrTMI/AAAAAAAAAGg/fedlMUYFM3w/s1600-h/csdf.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 158px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SfMCJVFrTMI/AAAAAAAAAGg/fedlMUYFM3w/s200/csdf.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328605143412460738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SfMEszeQ_AI/AAAAAAAAAHQ/8p6wSdHA0cg/s1600-h/ist2_2941016-global-warming.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 191px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SfMEszeQ_AI/AAAAAAAAAHQ/8p6wSdHA0cg/s200/ist2_2941016-global-warming.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328607951887334402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SfMEsg_1GSI/AAAAAAAAAHI/F2aEoTrC2YA/s1600-h/uuy.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 146px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SfMEsg_1GSI/AAAAAAAAAHI/F2aEoTrC2YA/s200/uuy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328607946927839522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SfMEsvMJNZI/AAAAAAAAAHA/qt0-2zxq_Bc/s1600-h/global_warming_or_global_cooling.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SfMEsvMJNZI/AAAAAAAAAHA/qt0-2zxq_Bc/s200/global_warming_or_global_cooling.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328607950737585554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SfMEsfwAwPI/AAAAAAAAAG4/U0kX9FazJXE/s1600-h/Global_Warming.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 144px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SfMEsfwAwPI/AAAAAAAAAG4/U0kX9FazJXE/s200/Global_Warming.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328607946593059058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-1436124793054723468?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/1436124793054723468/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=1436124793054723468&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/1436124793054723468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/1436124793054723468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2009/04/lintas_25.html' title='lintas'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SfMDM7d9QrI/AAAAAAAAAGw/9Jbzk9VltQo/s72-c/ikui.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-5427440540683564074</id><published>2009-04-06T22:43:00.000-07:00</published><updated>2009-04-06T22:55:10.894-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel N essay'/><title type='text'>artikel</title><content type='html'>KEANEHAN SEX DI PENJURU DUNIA&lt;br /&gt;Keanehan yang terjadi di berbagai belahan dunia ini dapat dijadikan renungan atau pemikiran bahwa kita hidup di dunia dengan kejadian yang beragam dan aneh-aneh. Janganlah kita ikut-ikutan bertingkah aneh, karena kejadian di bawah ini sudah cukup untuk dijadikan pelajaran bagi kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Di Lebanon, pria diperbolehkan ‘bercinta’ dengan binatang, asalkan binatang itu betina. Hukuman mati dikenakan bagi pria yang ketahuan berhubungan dengan binatang jantan.&lt;br /&gt;2. Di Bahrain, dokter pria sah secara hukum untuk memeriksa alat vital wanita, tetapi dilarang secara langsung melihatnya selama pemeriksaan. Mereka hanya diperbolehkan melihatnya melalui sebuah cermin.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;3. Di Guam ada pekerjaan full-time bagi para pria untuk memerawani gadis-gadis, yang membayar mereka untuk melakukan hubungan badan pertama kalinya..&lt;br /&gt;Alasannya: Menurut hukum di Guam, wanita yang masih virgin dilarang menikah.&lt;br /&gt;4. DiHong Kong, istri yang dikhianati sah secara hukum membunuh suaminya yang selingkuh, tetapi hanya dengan menggunakan tangan kosong. Sedangkan selingkuhannya, boleh dibunuh dengan cara apapun.&lt;br /&gt;5. Di Cali, Kolombia, wanita hanya diperbolehkan berhubungan badan dengan suaminya,dan pada malam pertama, sang ibu dari wanita harus berada di dalam kamar untuk menyaksikan adegan tersebut.&lt;br /&gt;6. Di Santa Cruz, Bolivia, adalah tindakan melawan hukum jika seorang pria melakukan hubungan sex dengan seorang wanita dan anak perempuannya pada saat bersamaan.(pratamastory.wordpress.com) &lt;br /&gt;NAUDZUBILLAH...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-5427440540683564074?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/5427440540683564074/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=5427440540683564074&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/5427440540683564074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/5427440540683564074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2009/04/artikel.html' title='artikel'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-5683434325126961607</id><published>2009-03-24T20:45:00.000-07:00</published><updated>2009-03-24T20:46:58.903-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sepenggal kisah'/><title type='text'>cerpen</title><content type='html'>MENANTI CAHAYA&lt;br /&gt;                  Oleh: Ani Dzakiyah&lt;br /&gt;Hujan. Petir. Angin. Berirama mewarnai pagiku. Tetesan hujan melukis wajah yang selalu dirindu. Ada rasa pelan-pelan bergabung dalam risau hati menanti cahaya. Rasa itu pernah hilang. Berlabuh terlalu jauh dari hari-hariku. Ah, romantisme yang pernah hilang.&lt;br /&gt;Hujan terus turun menyebar bau tanah. Kapan hujan reda? Pertanyaan itu langsung terjawab dengan kilat menyambar membuatku semakin gelisah. Kadang hujan bercerita tentang kerajaan di balik awan yang putih. Mengabarkan nyanyian terindah para dayang. Dan menyampaikan salam terhangat Sang Ratu. Tetap saja aku galau.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mentari semakin enggan memperlihatkan cahayanya, padahal aku sudah berdiri hampir 30 menit untuk menyambutnya. Cahayanya pagi ini adalah jawaban terindah bagiku. Cahayanya akan menjadi anugerah terindah hariku. Cahayanya akan membawaku ke sebuah telaga bahagia. Tapi, mungkinkah cahaya itu mengintip dibalik awan gelap?&lt;br /&gt;Gelap. Sungguh gelap awan ufuk timur, segelap mata birokrasi melirik kami. Warga kecil. Susah untuk menggeser kursi awan yang sedari tadi duduk manis menghalangi Sang Mentari. Seperti itukah materi menghalangi hati nurani para pemimpin yang terhormat?&lt;br /&gt;Hujan membawa nuansa bening dan kesegaran di balik mekarnya mawar di taman. Sedikit membelai risauku. Apakah dia juga merasakan rasa ini? Semoga dia setia menanti, harapku cemas.&lt;br /&gt;Kulirik jam tanganku. Sudah pukul 12.00, mungkin dia telah pergi. Harapan itu kini kan tinggal harapan belaka. Impianku mungkin hanya mampu menyisakan angan-angan. Dan cintaku tetap terpenjara di dasar hati.&lt;br /&gt;Kembali kupandangi langit. Awan gelap itu mulai menggeser duduknya. Secercah cahaya mengintip di balik awan itu. Cahaya itu !!! Akhirnya dia sudi juga menampakkan diri. Hatiku girang bukan main. Langit kini menyiratkan keceriaan.&lt;br /&gt;Segera kusambar travel bag yang telah penuh dengan barang keperluanku nanti. Langkahku ringan seringan niatku untuk memberi jawaban pasti masa depanku. Iunggu aku!!! &lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan hatiku cemas dalam ketidakpastian. Apakah dia masih menungguku? Bekas hujan masih sejukkan bumiku yang indah. Tapi tak mampu menyejukkan hati saudaraku di gubuk sesaknya yang kumuh. Uh… terlalu banyak masalah negeriku. Hari ini aku telah memutuskan untuk menerima tawaran seseorang yang ku cintai. Dia yang akan mendampingiku meraih cita-cita di negeri impianku. Aku tersenyum penuh kebahagiaan. Cahaya di langit yang biru menyinari seluruh sanubari. Cahaya yang kunanti. Vahya yang telah memberiku jalan untuk ke bandara. Andai dia tak datang aku akan tetap menunggu dalam pedih di balik jendela.&lt;br /&gt;Setengah berlari aku masuk ke bandara mencari sosok yang kurindu siang dan malam, Juan Carloss. Dimana dia? Apakah dia sudah pergi? Hatiku semakin ciut saat mendengar jawaban seorang ibu.&lt;br /&gt;“Tadi ada cowok bule disini, seperti gelisah menunggu seseorang. Tapi sejak 15 menit lalu saya tidak melihatnya lagi”&lt;br /&gt;Keputusanku untuk memberinya kejutan terpaksa kulanggar. Aku harus menelponnya. Hatiku kembali miris saat mengetahui kalau hpnya tidak aktif. Pasti dia sudah berangkat. Lenyap sudah mimpi yang kusemai selama ini. Sang cahaya datang bukan pada waktunya. Aku ingin menangis tapi untuk apa? Aku ingin berteriak tapi karena apa? Semua telah musnah.&lt;br /&gt;“Lisa” suara itu sangat aku kenal. Ku angkat wajahku dan mencoba menatap wajah laki-laki yang kini berdiri tepat didepan tempat dudukku.&lt;br /&gt;“Juan…aku kira kamu telah meninggalkanku. Aku minta…”&lt;br /&gt;“Sst, sudahlah kamu tidak usah minta maaf. Kedatanganmu disini adalah sebuah kebahagiaan yang tiada terperi buatku.” Ucapnya penuh makna terdalam.&lt;br /&gt;“Kok kamu belum berangkat? Dan tadi kamu kemana aja?” aku masih bingung walau hati sangat bahagia.&lt;br /&gt;“Pemberangkatan ditunda hingga ba’da Ashar. Tadi aku ke Musallah, shalat dhuhur. Kamu sudah shalat?” Ah Juan sepertinya kamu lebih alim dariku. Padahal kamu seorang muallaf sedangkan aku telah muslim sejak lahir.&lt;br /&gt;“Lagi libur shalat. Hm… Juan, mama dan papa setuju dengan permintaan kamu. Dan mereka akan menyusul ke Paris saat akad nikah nikah kita.” Ucapku sambil menunduk. Aku malu ya Allah…&lt;br /&gt;“Kamu menerima lamaranku? Kamu menolak beastudi ke Amerika? Kamu akan mengambil S2 di Sorbone? Kamu...”&lt;br /&gt;“Cukup. Yang jelas aku akan pergi bersamamu.” Kulirik wajah Juan yang tampak bersinar bahagia. Cahayanya seperti cahaya mentari yang selalu kunanti. Cahaya itu pun telah berpindah ke hatiku. Eiffel, I’m coming.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-5683434325126961607?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/5683434325126961607/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=5683434325126961607&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/5683434325126961607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/5683434325126961607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2009/03/cerpen_24.html' title='cerpen'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-6640684299580904201</id><published>2009-03-05T04:31:00.000-08:00</published><updated>2010-01-30T04:53:07.680-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sepenggal kisah'/><title type='text'>akhwat dadakan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/Sa_HP8A04KI/AAAAAAAAAGY/v5wNYHoQJBY/s1600-h/akhwat.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 145px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/Sa_HP8A04KI/AAAAAAAAAGY/v5wNYHoQJBY/s200/akhwat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309681562314662050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ahad menjadi hari paling sial dalam hidup Wini. Entah kenapa dia harus selalu bertemu Iis, Si Jilbaber yang paling menyebalkan di matanya. Semua kesialan itu seakan berawal dari tatapan Iis. &lt;br /&gt;“Uh, nyebelin banget sih… pokoknya dia nggak boleh menjadi pusat perhatian terus.  Apalagi Aldi, kok maunya berurusan sama cewek kayak Si Iis itu. Sudah pendek, pakai baju kebesaran lagi kayak lontong berjalan saja. Ditambah jilbab besar berkibarnya. Oh… amit-amit deh. Dan kacamatanya kayak professor gitu. Uh, pokoknya nyebeliiin.” Tak henti Wini mengomel. Dia terus mondar-mandir dari pintu ke tempat tidurnya hingga akhirnya dia tersenyum lebar. Ide cemerlang mulai dia temukan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Segera dia mencari ibunya. Sepertinya Aldi punya selera cewek kayak Iis. Hm,aku juga bisa. Ibunya tidak dia temukan di hampir semua sudut rumahnya. Dia pun segera mengeledah lemari pakaian ibunya. Semua kemeja sampai daster dia coba. Terlalu  jadul pakaian-pakaian itu, tapi tak menjadi masalah yang penting bisa tampil ala Iis. Setelah berkutat dengan baju-baju besar ibunya akhirnya dia mendapatkan sebuah baju kaos lengan panjang warna ungu dan rok kotak-kotak berwarna hitam. Lumayan, hibur hatinya.&lt;br /&gt;Wini pun mencoba pakaian barunya dan berlatih berjalan menggunakan rok. Selama ini dia selalu tampil tomboy dengan celana jeans biru favoritnya dipadu kaos oblong pendek. Pertama memakai rok jalannya menjadi tak seimbang dan sudah berapa kali dia menginjak pinggir rokoknya. Seperti ada yang kurang. Jilbab. Wini berusaha mencari kain yang bisa menjadi jilbab. Di rumahnya tak ada yang memakai jilbab, jadi tak mungkin ada jilbab yang dapat dipinjamnya. Untung ada taplak meja hijau nenek. Ini yang aku cari.&lt;br /&gt;Komplitlah pakaian ala Iis di tubuhnya. Lucu, komentar akalnya. Tapi aneh, protes hatinya. Takkan ada kesialan lagi kalau sudah begini, dia mematok tubuhnya di depan cermin besar. Baju ungu yang kebesaran dipadu rok kotak-kotak hitam plus jilbab yang tak lain taplak meja hijau neneknya. Sebenarnya kesialan itu ada karena Wini tak pernah berhasil mengajak Aldi mengobrol berdua. Justru Iislah cewek paling sering dia ajak mengobrol dan hari ahad bukan lagi momen asyik untuk berdiskusi. Semua karena Iis.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;“Aduh, telat deh. Kok nggak ada yang bangunin aku ya? Hari ini kan launching bukunnya Aldi.” Setengah berlari Wini ke kamar mandi. Lima menit cukup untuk mandi. Dia pun buru-buru memakai pakaian yang sudah dia setrika rapi. Hari ini akan menjadi hari keberuntungan aku, pikirnya mantap.&lt;br /&gt;“Oh NO… tujuh menit lagi.” Dipercepatnya memakai jilbab dan kaos kaki. Mencong kiri dan kanan tak dia pedulikan yang penting dia tidak terlambat. Diayunnya langkah seribu lebih cepat dari biasanya untung dia memakai sepatu keats.&lt;br /&gt;Telat deh… segera dia bergabung dengan para undangan. Tak ada yang peduli dengan kehadirannya termasuk Aldi. Sebel, udah keren gini masih belum dilirik. Kembali dia mengamati penampilannya. Baju ungu besar, rok kotak-kotak, jilbab hijau yang tak lain taplak meja nenek, sepatu keats Puma dan kacamata tebal. Lumayan.&lt;br /&gt;Wini mulai gelisah, hampir empat puluh lima menit dia memasang senyum termanisnya tapi Aldi tak kunjung melihat kearahnya. Sesi tanya jawab mulai dibuka. Hampir semua tamu mengacungkan tangan kecuali Wini yang memang tak pernah fokus pada isi buku yang dipaparkan Aldi. &lt;br /&gt;Seorang laki-laki tiga kursi dari tempatnya duduk mengajukan pertanyaan. Aldi pun memusatkan perhatiannya pada laki-laki itu.&lt;br /&gt;“Duh Al kepalanya belokin dikit ke arah aku dong. Cuma 15o doang. Ayo dong. Kanan-kanan. Dikit lagi Al. Yah gitu dong.” Akhirnya dia melihatku juga.&lt;br /&gt;Aldi yang duduk manis di depan menjadi fokus pada satu titik, gadis berjilbab yang tampak baru di matanya.&lt;br /&gt;“Siapa gadis itu? Sepertinya dia mahasiswa baru. Ah bukan … itukan Wini. Tidak mungkin. Wini yang tomboy pakai jilbab. Tidak…tidak mungkin” Aldi berusaha lebih fokus lagi dia pertajam penglihatannya. Tapi gadis itu tetap Wini. Gadis yang diperhatikannya tampak malu-malu dan mulai sibuk dengan ujung jilbabnya.&lt;br /&gt;“Aduh, Aldi kok ngeliatnya sampai segitunya. Kan jadi malu. Aku manis banget ya di matamu. Oh… akhirnya aku mendapat perhatian juga darimu. Tatapan itu udah lama aku tunggu.” &lt;br /&gt;Aldi semakin yakin itu memang Wini. Dia sebenarnya tak ingin memandang gadis dengan seksama tapi gadis yang satu ini benar-benar beda.&lt;br /&gt;“WINI… Ah, kok bisa memakai pakaian seperti itu. Baju ungu kebesaran, rok kotak-kotak, jilbab… tampaknya taplak meja yang disulap, warna hijau lagi. Sungguh aneh. Lho… sejak kapan dia pakai kacamata, tebal banget lagi lensanya mirip Betty Lavea” geli melihatnya. Aldi tersenyum menunduk takut terlihat audience. Kembali dia konsentrasi pada pertanyaan-pertanyaan yang diterimanya.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;“Oh…No…kok jadi begini sih. Kenapa harus datang pas dalam kondisi senang begini??? Jangan dulu dong! Nanti aja, tuh Aldi lagi memandangi aku nih. Please, jangan sekarang!!! Aow… aku nggak tahan lagi. Sekarang harus SEKARANG.” Wini segera berlari sekencang-kencangnya menuju toilet. Dalam kondisi tegang pasti dia ingin buang air kecil.&lt;br /&gt;Plong deh. Sebelum meninggalkan toilet tak lupa dia memperbaiki jilbab yang selalu mencong ke kiri-kanan. Poninya selalu saja menampakkan diri di jidat. Tapi kok Iis tidak begini, pasti dia tidak punya poni.&lt;br /&gt;Para undangan mulai meninggalkan ruangan saat Wini kembali ke tempat duduknya. Sial, dia bertemu Iis.&lt;br /&gt;“Hai Win. Penampilan baru nih. Selamat ya, semoga hidayahnya dipertahankan. Kamu anggun deh dengan pakaian itu.” Iis berlalu dengan senyum.&lt;br /&gt;“Ehm, sok baik banget sih lo Is. Bilang aja takut tersaingi. He…he…he…” Wini tertawa sendiri. Dia lupa kalau bertemu Iis bakal ada kesialan. Pandangannya kembali tertuju pada Aldi. Oh, dia cakep banget hari ini. Lalu diambilnya tas kemudian beranjak pergi. Saat dia berbalik, BRUKK. Seorang pelayan minuman menabraknya. Bajunya basah oleh jus jeruk. Warna kuning langsung menghiasi baju ungunya.&lt;br /&gt;“Sial…sial…sial.” Dia mau marah tapi dia juga salah. Dengan hati jengkel dia menuju toilet.&lt;br /&gt;Entah sudah takdirnya mendapat sial bila bertemu Iis. Tapi mungkin juga itu balasan karena hatinya selalu marah dan jengkel bila bertemu Iis.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Gerah. Pengap. Sesak. Suasana mulai mencampakkannya, jilbab yang sedari tadi membungkus kepala pun dibuka. Keringat berjalan bebas di leher. Bajunya pun dia bersihkan dengan tissu.&lt;br /&gt;Lagu “Menunggu” Ridho Irama tiba-tiba berdering di hpnya. Gaya boleh tomboy dan gaul tapi ringtone dangdut setia menyertai. Dari mamanya “Sayang mama sekarang jemput kamu nih depan aula. Cepetan kesini ya. PENTING!!!”&lt;br /&gt;“Aduh, mama paling bisa deh. Datang tidak bilang-bilang dan kalau sudah bilang penting berarti sekarang.” Wini segera berlari keluar toilet. Tak disangkanya sepanjang koridor ramai sekali oleh teman-temannya yang sibuk meminta tanda tangan Aldi. Wini juga ingin sekali bergabung, tapi mamanya sudah menunggu.&lt;br /&gt;“Jilbab kamu mana, Win? Perasaan tadi kamu pakai jilbab. Ha…ha…” tegur seorang teman yang langsung diiringi tawa teman-teman yang lain.&lt;br /&gt;“Akhwat dadakan sih.” Teriak seorang teman cowoknya. Kembali derai tawa menggema di sepanjang koridor. Wini baru sadar, disentuhnya kepalanya. Oh…No, malu banget gue. Ya Allah, kalau begini lebih baik aku pingsan aja. Pingsankan gue dong. Duh Tuhanku. Wini pun berlari kembali ke toilet. Jilbab yang dicari pun dia temukan tergeletak dekat tempat sampah. Hatinya miris. Sedih. Pilu. &lt;br /&gt;“Lihat lap disini?” tanya seorang cewek disampingnya. Jilbab aku dikira lap. Ya Tuhan, sial banget sih.&lt;br /&gt;“Ini…Pakai jilbabku saja. Kebetulan tadi saya bawa dua.” Iis datang sebagai pahlawan. Ternyata Iis sudah melihat apa yang dialami Wini.&lt;br /&gt;“Makasih” Dengan terpaksa Wini memakai jilbab yang ditawarkan Iis. Rasa malu masih lekat diwajahnya saat berlalu disepanjang koridor. Sepi. Hatinya lega karena dia bisa berjalan dengan tenang. Lagi-lagi hpnya berdering. Langkahnya pun dipercepat. &lt;br /&gt;“Eh… sorry” Seorang laki-laki hampir saja ditabraknya.&lt;br /&gt;“Wini… Ehm selamat ya. Mudah-mudahan jilbabnya dipertahankan. Aku salut banget sama kamu. Perubahan yang cepat dan semoga pasti. Yang diomongin teman-teman tentang akhwat dadakan itu tidak benarkan?” &lt;br /&gt;Aldi kamu perhatian banget sih, tapi kenapa tidak mau memandang aku sedikit aja? Andai kamu tahu ini semua kulakukan demi kamu, batinnya. Wini malu. Rasanya dia ingin menangis. Kenapa justru terjebak dalam kondisi begini?&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;“Wini, kamu sayang? He…he. Gaya apa nih? Lagi lomba kostum jadul ya?”&lt;br /&gt;“Ih mama… Anak berubah lebih baik kok tidak disyukuri. Wini kan cuma lagi introkspeksi diri.” Wini mencoba menarik perhatian mamanya. Walau hatinya berbeda. Suerr, semua demi Aldi.&lt;br /&gt;“Oh ya, atau cuma lagi menarik perhatian seseorang? Ehm, mungkin juga lagi naksir seseorang. Biasanya kan anak mami punya kebiasaan begitu.” Mamanya paling senang menggoda Wini.  &lt;br /&gt;“Ah…mama.” Wini yang digodain jadi salah tingkah. Oh tidak… dia datang lagi. Tahan Win, kamu pasti bisa. Nggak… aku nggak bisa. Segera Wini berlari meninggalkan mamanya yang senyum-senyum melihat tingkah anaknya. Wini pun mengangkat roknya tinggi-tinggi untung memakai jeans di dalam. Tak disadarinya kalau sepasang mata memerhatikannya dibalik jendela mushallah.&lt;br /&gt;“Ehm, benar-benar tomboy atau sekedar akhwat dadakan. Padahal dia manis kok. Astagfirullah.” Aldi segera mengalihkan pandangannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-6640684299580904201?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/6640684299580904201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=6640684299580904201&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/6640684299580904201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/6640684299580904201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2009/03/cerpen-lucu.html' title='akhwat dadakan'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/Sa_HP8A04KI/AAAAAAAAAGY/v5wNYHoQJBY/s72-c/akhwat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-1186793342788523949</id><published>2009-03-02T23:33:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T20:39:24.180-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel N essay'/><title type='text'>essay</title><content type='html'>HARUSKAH MAHASISWA BERPOLITIK?&lt;br /&gt;        Oleh: Ani Dzakiyah&lt;br /&gt;Pesta demokrasi 2009 sudah depan mata. Kedepannya diprediksi berbagai elemen masyarakat akan terjun dan ikut dalam pertarungan politik tersebut, termasuk mahasiswa. Keterlibatan mahasiswa dan kampus dalam perhelatan akbar politik di negeri ini menciptakan paradigma berbeda di beberapa kampus. &lt;br /&gt;Sebagian besar kampus meyakini bahwa kampus harus steril dari urusan-urusan praktis partai politik. Sebagian lagi ada kecenderungan kampus mulai melakukan upaya pendekatan untuk mengakomodir kepentingan partai politik-sebagai media efektif memberikan kesempatan kepada partai politik untuk menemukan positioning strategisnya di mata konsituen. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Paradigma yang mengatakan bahwa kampus harus steril dari aktivitas partai politik harus ditelaah kembali secara tepat. Hal ini dimaksudkan agar golongan intelektual memahami bahwa realitas politik dan realitas sosial yang berkembang di tengah masyarakat haruslah tetap menjadi perhatian masyarakat kampus.&lt;br /&gt;Mahasiswa memang menjadi komunitas yang unik dan telah tercatat di dalam sejarah perubahan selalu menjadi garda terdepan dan motor penggerak. Dalam pergerakannya mahasiswa tetap harus memperhatikan  4 peran yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya yaitu peran moral, sosial, akademik, dan politik. &lt;br /&gt;Peran politik yang dipegang mahasiswa memperlihatkan bagaimana mahasiswa sebagai agent of change membedah berbagai problem politik dalam bingkai akademis. Sejatinya pemikiran politik mahasiswa  merupakan sebuah gerakan politik yang secara moral mewadahi semua kepentingan yang perlu diakomodir secara akademis. Selain itu dengan adanya kegiatan parpol seperti kampanye ataupun diskusi publik pada mahasiswa bisa menjadi momen paling baik dalam proses pembelajaran politik dan demokrasi bagi mahasiswa itu sendiri. Pembelajaran ini penting karena fakta historis dan kultural dinamika dan perubahan suatu bangsa di seluruh dunia termasuk Indonesia, sangat kental diwarnai oleh tingkat sejauh mana masyarakat kampus berperan pada  dinamika dan perubahan politik yang dialami suatu bangsa.&lt;br /&gt;Kita yang masih memahami bahwa kampus harus steril masih menganggap aktivitas politik di kampus identik dengan kampanye massa, banyaknya pesan atribusi Parpol yang ada di kampus. Kalau memang demikian kontesnya maka sterilisasi dalam konteks itu harus atau tetap dijaga secara konsisten sebab yang demikian ini pasti akan mendistorsi prinsip-prinsip Tri Dharma Perguruan Tinggi. Apabila yang kita pahami tentang masuknya Parpol masih dengan pemahaman sempit seperti itu maka terlalu naif dan amat dangkal persepsi kita dalam menyediakan tempat bagi Parpol untuk melakukan proses dialektika politik.&lt;br /&gt;Perbedaan persepsi tentang keterlibatan kampus atau perlunya kampus steril atau tidak dari segala bentuk aktivitas Parpol bukan satu-satunya perbedaan yang ada dalam menyikapi perhelatan politik negeri ini tetapi juga perbedaan mengenai posisi mahasiswa dalam pemilu. Sebagian menuntut mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan harus bersikap netral dan tidak menunjukkan keberpihakan kepada salah satu partai politik.&lt;br /&gt;Posisi mahasiswa memang sebaiknya netral dari kepentingan politik mengingat  peran politk yang dipikul mahasiswa sangat berat. Peran politik adalah peran yang paling berbahaya karena mahasiswa harus berfungsi sebagai presseur group ( group penekan ) bagi pemerintah yang zalim tanpa memandang partai yang mengusung dibalik pemerintahan itu.&lt;br /&gt;Sekarang zaman kebebasan berpolitik telah terbuka lebar bagi siapapun termasuk mahasiswa tak seperti zaman orde baru lagi. Pada zaman orba pemerintah yang zalim merancang sedemikian rupa agar mahasiswa tidak mengambil peran politiknya. Pada masa orde baru daya kritis dipasung, siapa yang berbeda pemikiran dengan pemerintah langsung dicap sebagai makar dan kejahatan terhadap bangsa. &lt;br /&gt;Posisi mahasiswa yang dituntut untuk netral bukan berarti harus membisukannya dari keramaian kegiatan politik (pemilu) 2009. Lalu apa yang harus kita lakukan pada pemilu 2009 dalam melaksanakan peran kita? &lt;br /&gt;Sebagai mahasiswa yang tak lain adalah calon pemimpin negeri ini tak boleh tinggal mematung memerhatikan momentum pemilu 2009. Kita harus melakukan sebuah gerakan yang tak lepas dari nafas pergerakan mahasiswa itu sendiri yaitu idealis karena apa yang disuarakan mahasiswa adalah nilai kebenaran universal berupa nilai moral yang diakui bersama kebaikannya oleh seluruh masyarakat, seperti anti tirani, demokratisasi, berantas KKN dll.&lt;br /&gt;Secara internal mahasiswa atau gerakan kemahasiswaan dalam jelang pemilu harus menyamakan persepsi tentang kawajiban kita menyelamatkan nasib bangsa dengan jalan mendorong lahirnya kepemimpinan yang bersih dan kuat. Hal ini bukanlah sesuatu yang mustahil karena mahasiswa pernah membuktikannya pada gerakan Reformasi 98.&lt;br /&gt;Selain itu mahasiswa juga harus berperan diluar medan pertarungan politik yaitu memberikan informasi ataupun pembelajaran politik kepada masyarakat luas. Tidak semua masyarakat negeri ini paham tentang pergerakan politik. Bahkan pemilu sebenarnya tak memiliki warna bagi mereka. Baginya pemilu hanyalah formalitas yang ,mengharuskan dirinya untuk memilih orang atau partai yang tak dikenalnya dengan baik. Sedangkan untuk pemilu 2009 yang teknisnya berbeda dengan pemilu sebelumnya masih banyak masyarakat yang bingung dan belum mengetahuinya. Jangan sampai mereka menjadi sampah pesta politik. Olehnya itu mahasiswa jangan membiarkan hal ini terjadi dan ingat ada peran moral dan sosial yang harus dijalankan.&lt;br /&gt;Walau mahasiswa tak perlu terjun ke dalam gelanggang pertarungan politik praktis, tapi peran harus tetap terlaksana. Ada satu hal yang penting dilakukan mahasiswa dalam pemilu nanti yaitu mengontrol serta mengawasi agar proses yang ada dapat memberikan output berkualitas dengan lahirnya kepemimpin yang kuat. &lt;br /&gt;Pada gelanggang pertarungan politik 2009 banyak aktor-aktor yang akan ikut didalam dinamika tersebut, baik sebagai peserta (partai, caleg, capres dan cawapres) maupun panitia (KPU dan Panwas). Kecurangan-kecurangan tak ada yang dapat memungkiri bisa saja terjadi karena setiap diri menginginkan sebuah kemenangan. Bahkan banyak yang rela melakukan dan berkoraban apa saja untuk meraih visinya. Mahasiswa harus mengawasi dan mengontrol agar geliat politik ini dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan dan mencapai tujuan demokrasi yang diimpikan.&lt;br /&gt;Selama ini mungkin terlalu banyak pihak yang telah muak dengan tingkah maupun pergerakan elit politik yang munafik apalagi demokrasi dan Pancasila mulai dinodai. Mungkin saja diantara pihak itu, mahasiswa termasuk dalam golongan yang bosan dan pasif dalam menyikapi kondisi bangsa ini. Menganggap gerakan politik hanyalah cara merebut kekuasaan. Mungkinkah ini terjadi karena kita belum mencapai kedewasaan berpolitik? Tapi sadar atau tidak masih banyak politikus kita yang memaknai politik sebagai sebuah cara untuk menciptakan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat. Ataukah sikap acuh tak acuh dalam peran dan pemikiran kita pada gerakan politik lahir karena masih adanya pertanyaan yang belum terpecahkan. Haruskah mahasiswa berpolitik?&lt;br /&gt;Mahasiswa adalah kaum terpelajar dinamis yang penuh dengan kreativitas. Mahasiswa adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari rakyat. Oleh karena itu, mahasiswa harus sadar akan arti tugas dan peranan intelektual. Mau atau tidak, mahasiswa harus mengambil bagian dalam pesta demokrasi ini. Pola pergerakan politik negeri ini tak boleh lepas dari pandangan mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-1186793342788523949?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/1186793342788523949/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=1186793342788523949&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/1186793342788523949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/1186793342788523949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2009/03/essay.html' title='essay'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-7763163065480283623</id><published>2009-03-02T23:13:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T20:26:13.038-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sepenggal kisah'/><title type='text'>cerpen</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SazZ5fUsIMI/AAAAAAAAAGQ/0-cW0-0amjQ/s1600-h/angel4c.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 140px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SazZ5fUsIMI/AAAAAAAAAGQ/0-cW0-0amjQ/s200/angel4c.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308857642447020226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;MALAIKAT 14 HARI&lt;br /&gt;Oleh: Ani Dzakiyah&lt;br /&gt;“Aku ada dimana?” Hanya itu yang mampu terucap saat kusadari tempat itu terlalu asing buatku. Dindingnya sangat kokoh, langit-langit kamar yang putih pualam, interior Makassar kuno dengan lantai marmer mengkilap. Sungguh indah. Dan kasur ini sangat empuk, badanku yang kurus tenggelam sebagian kedalamnya. Mataku menjelajahi tiap sudut kamar luas itu. Ada satu yang sangat mempesona. Jendela… ya jendela itu luas, menawarkan keindahan danau dengan teratai cantik dan lili di sisinya. Dari semua keindahan yang tersaji ada hal yang jauh lebih menarik perhatianku. Siapa laki-laki tua yang sedari tadi memandang semua tingkahku? Heran.&lt;br /&gt;“Aku ada dimana, Pak?” kuulangi kata itu sekedar berharap sebuah jawaban.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Kamu bersama bapak, Nak. Nikmati semua yang ada dan jangan pernah bertanya lagi?” Bapak itu mengusap kepalaku lembut penuh kasih sayang. Kedamaian menyusup dalam relung hatiku bersama bahagia yang tiba-tiba muncul bersanding dengan jiwaku. Siapa bapak itu? Tak henti aku bertanya pada angin dan kicau burung di pucuk pohon dekat danau.&lt;br /&gt;Nikmati semua yang ada, kembali kalimat bapak itu terngiang. Ah… lebih baik aku nikmati kamar megah ini. Indah sekali pemandangan di luar sana. Aku berlari keluar kamar. Dan wow… sebuah ruangan besar dengan nuansa warna kayu dan pernak-pernik ruangan yang antik namun terkesan elegan.&lt;br /&gt;“Kamu mau ikut bapak?” Suara Sang Bapak mengejutkanku dari decap kagum pada keindahan itu. Aku mau bertanya, kemana? Tapi urung karena bapak itu telah berpesan jangan pernah bertanya lagi.&lt;br /&gt;Kuikuti Sang Bapak yang telah rapi dengan jubah putih dan sorban yang dikalungkannya di leher. Bapak yang teduh, baik dan lembut. Berjuta tanya masih menggantung di pikiranku saat kami sampai di sebuah dusun.&lt;br /&gt;“Ini Cambaya, salah satu dusun di Kabupaten Maros. Coba kamu lihat! Jalanannya rusak, sumber air bersih tidak ada, sekolah tak memadai, sampah, gizi, kesehatan semua bermasalah. Padahal alamnya indah, penduduknya ramah bahkan produktif bila empang-empang itu mendapat perhatian. Kita akan bantu mereka. Selama 14 hari, kamu akan menjadi malaikat kecil.” Penjelasan bapak itu semakin melukis tanya di benakku. Ah menjadi malaikat kecil, mungkinkah? gumamku.&lt;br /&gt;Setelah membagikan tiga kardus peralatan tulis-menulis dan beberapa buku bacaan kepada siswa-siswi Cambaya, bapak itu mengajakku ke sebuah kota metropolitan. Aku tak tahu nama kota itu. Aku pun tak tahu bagaimana caranya dari sebuah dusun kecil langsung berada di kota besar ini. Semua bagai kilat, terlalu cepat untuk dirasakan. Walau aku bingung  bahkan pusing aku tetap tak berani bertanya.&lt;br /&gt;Di kota besar itu kulihat kemacetan yang sesak. Copet beroperasi mulus, bahkan kutemui berbagai jenis manusia dengan wajah munafiknya melenggang cantik tanpa dosa di gedung-gedung megah. Ah, anak jalanan berseliweran, pengemis menjamur dan pengamen … itu pekerjaanku. Pengamen bernyanyi dengan sumbang hingga hilang bersama deru mobil mewah orang-orang yang enggan menghargai suara sumbang itu. Perih melihatnya walau hampir setiap hari aku sakit merasakannya.&lt;br /&gt;“Kita akan ke kolong jembatan membagikan makanan dan uang agar mereka bisa makan. Sekaligus membantu mereka membangun rumah-rumah mereka yang telah dugusur.” Kembali bapak itu membawaku pergi ke kolong jembatan. Itukan teman-temanku. Indra, Susan, Viki dan Dede. Tapi kok mereka tidak mengenaliku? Aneh.&lt;br /&gt;“Orang-orang seperti mereka harus dibantu bukan dibantai. Aku lihat dikotamu tak ada yang peduli dengan mereka. Bahkan penderitaan dan rasa lapar mereka tak ada yang mau tahu. Padahal banyak diantara mereka saat mencalonkan diri sebagai caleg menawarkan janji kesejahteraan bagi siapa saja. Lihat baliho besar itu! Janjinya sangat manis, sekolah gratis. Kita tunggu saja, karena kita memang sedang menunggu. Mungkinkah sekolah akan gratis atau semua hanya tinggal janji belaka.” Aku miris mendengar ucapan Si Bapak. Seperti itukah orang-orang disekililingku. Sebagai pengamen aku mengira mereka terlalu sibuk saja sehingga tidak sempat memberi sereceh uang.&lt;br /&gt;“Masih banyak yang ingin bapak perlihatkan. Dan bapak senang kamu mau menemaniku membagikan bantuan itu walau tak seberapa. Dan Cambaya saya rasa biar mereka yang menyelesaikannya.” Mereka? tanyaku membathin. Seperti mendengar pertanyaan hatiku bapak itu pun berucap “Mereka itu para mahasiswa Kesehatan Masyarakat yang seminggu lagi akan datang ke Cambaya melaksanakan  Pengalaman Belajar Lapangan (PBL). Kamu takkan mengerti. Sudah waktunya kamu pulang. Bapak yakin walaupun kamu cuma seorang pengamen tapi jiwamu seorang ksatria.” Bapak itu pun lalu pergi dan menghilang.&lt;br /&gt;“Pak… bapak…Tunggu Udin mau bertanyaaa…Ba…Pak…” &lt;br /&gt;Oh, aku terhenyak. Mimpi itu lagi, ucapku lirih. Sudah hampir dua minggu ini aku bermimpi bertemu seorang Bapak Tua di rumah yang selalu berbeda. Hanya satu yang sama, rumah itu selalu megah dengan interior Nusantara. Entah sudah berapa wilayah di tanah air yang kukunjungi tapi semua hampir sama, menyimpang komunitas bawah yang selalu tertindas dan semua wilayah itu pun berjaya dalam kemasan namun terpuruk isinya.&lt;br /&gt;“Udiiin… cepat lari petugas-petugas itu datang lagi!!!” Teriakan Dede segera mengembalikanku ke alam nyata. Aku harus segera berlari, kalau tidak aku pasti digrebek petugas-petugas tak kenal kemanusiaan itu. Ah… tidur di emperan toko saja dilarang apalagi kalau mendirikan kios kaki lima, pantas aja digusur, geramku diantara derap kaki yang semakin kupercepat.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Semalam aku berhasil kabur dari kesulitan yang mengintai. Lega juga rasanya dan akhirnya aku dapat kembali memetik gitar tuaku demi sesuap nasi untuk hari ini. Matahari dengan teriknya ganas membakar kulitku. Semoga hari ini ada yang peduli dengan suara sumbangku. Kutenteng gitar tuaku keliling pasar sentral berharap keikhlasan pengunjung. Sepertinya tenda bubur ayam di ujung lorong itu menguntungkan buatku, harapku dalam hati. Kumulai bernyanyi diantara kerumunan orang yang sedang asyik mengobrol sambil menikmati sarapannya. Kulantunkan lagu Laskar Pelangi sebagai penyemangat menyambut hari ini. Sepertinya mereka menikmati laguku, pikirku diantara suara yang kupaksa merdu. Ada pula yang cuek dan tak peduli mungkin bubur ayamnya terlalu enak untuk dicampur dengan suara sumbangku. Selepas bernyanyi dengan sopan kuedarkan topiku meminta imbalan. Ah, sepertinya hari ini perutku harus rela dengan sepotong roti. Dari delapan orang pengunjung hanya dua orang yang memberiku recehan. Semuanya Rp. 500.&lt;br /&gt;Betul kata bapak dalam mimpiku kalau orang di kotaku sungguh tak peduli dengan nasib kami. Hanya kepasrahan menjadi modal kami. Kebisingan dan deru mobil orang berduit adalah hiburan kami sehari-hari. Dan lampu merah adalah kawan kami. Kembali kucoba memetik gitar tuaku di dekat sebuah mobil metalik. Aku tak menyangka kalau dia akan mengusirku.&lt;br /&gt;“Sudah sana ganggu orang saja! Udah liat macet, panas lagi masih aja nyanyi. Tambah pening tau nggak.” gertak orang berdasi di jok mobil mewah itu.&lt;br /&gt;Bukan Udin Sang Pengamen namanya kalau menyerah karena digertak. Kutinggalkan mobil itu dan beralih ke mobil yang tampilannya biasa saja tapi cukup bagus. Mewahnya mobil kadang tak seindah hati pemiliknya. Ternyata pemilik mobil yang tak semewah mobil metalik tadi memiliki hati emas. Dia memberiku selembar uang dua puluhan. Akhirnya aku bisa makan enak hari ini.&lt;br /&gt;Dengan wajah berseri aku beranjak berteduh di bawah sebuah baliho besar. Seorang caleg tersenyum indah di baliho itu. Mungkinkah beliau iri dengan kebaikan pemilik mobil biasa tadi? Semoga agar dia juga dapat dermawan dan peduli penderitaan kami, gumamku membathin.&lt;br /&gt;“Woi… Dilarang berdiri di situ. Ayo sana pergi!!!” teriak seorang polisi lalu lintas. Aku kaget mendengar larangan itu. Segitunya, memangnya ada larangan seperti itu. Sekilas kulihat seorang bapak di seberang jalan tersenyum dan menganggukkan kepalanya padaku. Bapak itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-7763163065480283623?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/7763163065480283623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=7763163065480283623&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/7763163065480283623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/7763163065480283623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2009/03/cerpen.html' title='cerpen'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SazZ5fUsIMI/AAAAAAAAAGQ/0-cW0-0amjQ/s72-c/angel4c.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-8314070408844532154</id><published>2009-03-01T20:40:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T20:25:18.361-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sepenggal kisah'/><title type='text'>cerpen budaya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SatjvKJoenI/AAAAAAAAAGI/uCDT--S67Es/s1600-h/8agustus2007d.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SatjvKJoenI/AAAAAAAAAGI/uCDT--S67Es/s200/8agustus2007d.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308446247616019058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;RETAKNYA MIMPI SANG BISSU&lt;br /&gt;Oleh: Ani Dzakiyah&lt;br /&gt;“Ayah, apa kita sudah di Makassar?” pertanyaan Wahyu membuyarkan bayangan masa kecil yang sempat menari di pundak anganku. Patmi tersenyum memandang buah hati kami yang sudah berumur 11 tahun itu lalu menatapku lembut.&lt;br /&gt;“Ya sayang, kita sudah sampai di tanah nenek moyang ayah. Nanti sebelum melanjutkan perjalanan ke Wajo, kampung kelahiran ayah, kita istirahat sebentar di rumah teman lama ayah.” Kupandangi wajah istri yang selalu cantik dimataku. Sebentar lagi kami mendarat di bandara Sultan Hasanuddin. Kurasakan gemuruh dalam dadaku. Perasaan apa ini? Mungkin aku sudah terlalu lama lari dari ini semua.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;14 tahun kutinggalkan Sulawesi tak ada yang jauh berbeda, hanya bandara ini yang semakin megah saja. Sepertinya Makassar semakin makmur pikirku. Dari kejauhan Mahmud melambaikan tangan pada kami. Dia tampak lebih tua dan kurus dariku.&lt;br /&gt;“Selamat datang di Bumi Angin Mammiri Rahman.” Dia merangkulku erat seakan ingin melampiaskan semua kerinduannya. Dia pun melirik pada anak dan istriku. Mungkin dia heran dan bertanya-tanya. Siapa gerangan mereka? Kuperkenalkan Patmi dan Wahyu pada Mahmud. &lt;br /&gt;“Kamu benar-benar sudah berubah kawan. Hidupmu sudah sempurna, Man. Apalagi yang kau cari disini?” Pertanyaan mengalir lembut ke telingaku bersama deru knalpot pete-pete yang kami tumpangi.&lt;br /&gt;“Aku rindu suasana kampung dan kerabat. Lagipula Patmi dan Wahyu juga belum pernah kesini, mereka akan kuperkenalkan pada keluarga.” jawabku. Sudah terlalu lama aku tak menghubungi ibu, termasuk tentang kepulangan ini. Mungkin akulah anak paling berdosa, tapi ini kulakukan demi pencarian pada jati diri. Kuedarkan pandangan menyisir tubuh tol Reformasi yang tampak gagah rupanya. Makassar sudah jaya. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Matahari mulai meninggalkan titik sentralnya, pertanda sore kan menjelang. Aku harus segera ke terminal karena kalau kemalaman dipastikan mobil Makassar-Sengkang sudah tidak ada. Istirahat di rumah Mahmud cukup menyegarkan badan dengan suguhan nuansa rumah segar dengan bunga-bunga indah dipadu perabotan antik. Rupanya Mahmud masih suka mengoleksi barang-barang antik. Setelah berpamitan dan mengucapkan terima kasih, kami segera ke terminal. Mahmud tak dapat mengantar kami karena ada urusan penting yang tidak dapat ditinggalkannya. Tepat pukul empat sore kami tinggalkan terminal.&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan Wahyu dan Patmi hanya membisu sedangkan aku sibuk dengan pertanyaan-pertanyaan yang membingungkanku sendiri. Mobil yang kami tumpangi merupakan mobil terakhir di terminal tadi. Kebetulan sopirnya tetanggaku di kampong, sehingga kami dapat duduk di kursi depan.&lt;br /&gt;Pemandangan yang tersaji di luar jendela mobil sudah jauh berbeda saat kutinggalkan dulu. Tak adalagi hutan dan tanah lapang yang ada hanyalah pemukiman luas dan area pertanian yang mulai terdesak.&lt;br /&gt;“Sudah sampai Man.” Aku terkejut, ternyata aku tertidur. Segera kubangunkan Patmi dan Wahyu  yang masih pulas. Mereka tampak sangat kelelahan.&lt;br /&gt;“Terima kasih Ali. Sepertinya ada pesta di rumah Datu?” tanyaku saat melihat keramaian di rumah Datu Ake yang berseberangan dengan rumah ibuku.&lt;br /&gt;“Iya. Pesta lama…sepertinya baru mulai. Oh ya, ini baru pukul sepuluh. Ayo saya juga mau kesana” ajak Ali. Pesta lama?&lt;br /&gt;Awalnya aku menolak dan bergegas menuju rumah ibuku tapi ternyata terkunci. Yah, ibu tidak mengetahui kedatangan kami. Pasti ibuku ada di rumah Datu. Barang bawaan kami simpan di depan pintu dan akhirnya memilih untuk kerumah Datu juga sekalian bertemu teman lama dan kerabat.&lt;br /&gt;“Ramai sekali Yah?” Tanya Wahyu saat kami memasuki halaman rumah Datu. Tak ada yang menyadari kedatanganku, semuanya serius memandang ke arah seorang penari. Oh… hatiku ciut. Tanganku tiba-tiba dingin. Desiran darahku semakin kencang. Acara mabbissu, acara ritual yang diperankan oleh para bissu.&lt;br /&gt;Orang kebanyakan mengatakan kalau bissu itu “Urane majjiwa makkunrai, tengurane toi temmakunraitoi” (Laki-laki yang berjiwa perempuan, tapi bukan laki-laki juga bukan perempuan). Para bissu berperan sebagai penasihat raja. Pada masa pra- Islam mereka bisa dikatakan sebagai pendeta agama Bugis kuno. Sebagai pelaksana dalam ritual kerajaan, bissulah yang menentukan hari baik untuk memulai sesuatu, seperti turun ke sawah atau membangun rumah.&lt;br /&gt;“Kang lihat itu!” teriakan Patmi menghentikan perasaan aneh yang merayapi tubuh. Kuarahkan pandanganku pada seorang bissu yang ditunjuk Patmi. Tampak seorang bissu yang usianya lebih tua dari bissu lainnya. Itulah Puang Matoa, pimpinan para bissu. Dia sedang meletakkan keris ke lantai rumah, dengan ujung keris yang menghunus ke atas. Lalu menjatuhkan dirinya ke ujung keris itu. Alas kayu yang dijadikan tumpuan kerisnya berderak patah. Gerakan ini ia lakukan berulang-ulang. Bahkan beberapa kali ia menjatuhkan dirinya dengan sangat keras.  &lt;br /&gt;Keramaian bertambah ketika dengan keris terhunus, Puang Matoa menggorok lehernya sendiri. Ia lalu menyandarkan ujung keris tersebut ke tiang rumah, dan menekan-nekankan keris tersebut ke lehernya. Bunyi gendang semakin kuat. Puang Matoa melenguh, ia kemudian menancapkan keris panjangnya ke bagian perut. Ia menghentakkannya ke lantai, dan seketika bambu yang menjadi alas kersinya patah. Ia semakin liar. Kemudian ia kembali menghujamkan keris ke perutnya namun tak ada setetes darah pun yang tampak. Kegiatan itulah yang biasa disebut upacara maggiri. Bunyi gendang terhenti. Kami tersenyum puas dan bertepuk tangan.&lt;br /&gt;“Pat, Wahyu mana?” Tanya ku pada Patmi saat menyadari kalau Wahyu tak bersama kami. Patmi juga tampak bingung seakan ingin berkata kalau Wahyu tadi disampingnya. Kuedarkan pandanganku ke setiap penjuru. Tidak. Anakku ternyata sedang berbicara dengan seorang bissu muda. Setengah berlari aku menghampirinya.&lt;br /&gt;“Kakak hebat. Kulitnya tidak teriris keris. Wah ... aku ingin seperti itu.” Si bissu hanya tersenyum mendengar celoteh Wahyu. Tak boleh ada percakapan lagi.&lt;br /&gt;“Wahyu, ayo ke rumah nenek. Ibu bingung mencarimu!” dengan sedikit hardikan Wahyu akhirnya menurut. Beberapa orang yang kulewati menyapaku bahkan ada yang merangkulku. Ternyata mereka merindukanku juga.&lt;br /&gt;“Rahman sudah berubah ya?”&lt;br /&gt;“Itu anaknya? Seperti mustahil kalo mengingat dia muda dulu”&lt;br /&gt;Selentingan komentar dari mereka hanya kuanggap angin lalu. Aku ingin segera bertemu ibu. Kupercepat langkahku menuju Patmi yang berdiri mematung. Tampak seorang ibu yang hampir renta menegurnya. Itu ibu pekik batinku.&lt;br /&gt;Pertemuan yang cukup mengharukan. Setelah berpamitan dengan Puang Datu Ake dan beberapa tetangga, kami pulang ke rumah yang hanya beberapa langkah dari rumah Puang Datu.&lt;br /&gt;Malam ini menjadi malam yang sangat indah sepanjang hidupku. Bintang-bintang menari diiringi alunan merdu suara bulan. Pentas indah mutiara langit itu menyisipkan kebahagiaan yang tiada terperi di sepanjang aliran darah. Tapi siapa yang tahu kalau malam ini akan menjadi awal retaknya mimpiku.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;“Yah, keren ya kalau jadi bissu. Aku tak perlu lagi takut sama Jack. Mau dipukul, di tendang atau di tikam sekali pun. Kan udah kebal.”&lt;br /&gt;“Hentikan Wahyu, tidak ada yang akan pernah jadi bissu lagi di keluarga kita.” Aku menjadi emosi mendengar angan-angan Wahyu. Mendengar ucapanku yang meninggi, Wahyu segera berlari ke arah neneknya yang sedang memberi makan ayam di halaman samping rumah.  &lt;br /&gt;Melihat sikapku yang tak biasanya Patmi tampak bingung. Aku sendiri bingung dengan sikapku. Mungkin harapanku terlalu tinggi pada Wahyu atau kepahitan masa lalu yang tiba-tiba membias di angan.&lt;br /&gt;“Kang, kok ngomongnya kasar gitu sih. Itukan cuma angan-angan anak kecil. Biarin aja.” Patmi mencoba menenangkanku. Udara pagi ini berhembus hampa di wajahku. Ini bukan sekedar angan-angan anak kecil tapi…&lt;br /&gt;“Apa maksud ucapan Akang tadi?”&lt;br /&gt;“Ucapan yang mana?”&lt;br /&gt;“Menjadi bissu lagi?” Tanya Patmi dengan tatapan selidik khasnya. Aku mengerti arah pertanyaan istriku. Aku harus cerita sekarang. Mungkin inilah saat yang tepat untuk membuka tabir rahasia masa laluku. &lt;br /&gt;“Patmi, bagiku kamu dan Wahyu adalah nafas hidupku. Aku bermimpi suatu saat nanti keluarga kita menjadi keluarga kecil yang bahagia. Aku ingin kamu menjadi istri yang bangga akan suamimu. Dan Wahyu menjadi anak yang terpandang tanpa cerca. Aku tak meminta banyak. Aku hanya ingin kita semua dihargai dan diterima dimanapun berada.” Ucapku serius mencoba mencari setitik embun dimata istriku.&lt;br /&gt;“Aku bangga menjadi istrimu. Kamu seorang pekerja keras, rajin salat, dan tak pernah mengeluh. Ada yang ingin kau ceritakan?” tanya istriku sambil menggenggam tanganku. Sebuah keteguhan untuk mengungkap semuanya hadir dalam hatiku.&lt;br /&gt;“Aku tak tahu apakah kamu masih bangga menjadi istriku setelah kuceritakan masa laluku?” istriku hanya mengangguk meyakinkan hatiku.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Sejak berusia belasan tahun aku sudah menyadari kelainan yang aku alami, dan  mencoba untuk masuk seutuhnya ke wilayah bissu. Maka aku datang berguru kepada bissu-bissu senior ketika itu, salah satunya Puang Matoa Patiro. Aku dinyatakan lulus sebagai bissu pada usia 20 tahun. &lt;br /&gt;Awalnya aku menjadi bissu karena tiga kali aku bermimpi bertemu lelaki tua berbusana serba putih yang menyuruhku ke Rumah Arajang yaitu altar berkumpulnya pembesar bissu. Aku tak berani ke sana. Melihat bissu-bissu itu saja sudah takut, karena cara berpakaiannya seperti perempuan tetapi wajahnya kekar-kekar. Namun, setelah mimpi ketiga baru aku memberanikan diri. Dan jadilah aku selalu bersama mereka.&lt;br /&gt;Setelah 5 tahun menjadi bissu aku mulai merasa jenuh. Seiring pemahaman agama masyarakat yang semakin baik bissu tak lagi dianggap orang suci tapi mulai dicela dan dianggap mempraktikan kemusyrikan. Selama aku menjadi bissu pun kegiatan yang kami lakukan tak terlalu besar lagi seperti pada zaman kerajaan. Keinginanku untuk lebih dihargai dengan kekuranganku justru berubah menjadi pandangan jijik.&lt;br /&gt;Mulai ada keinginan untuk menjadi orang normal. Dan keinginan itu semakin kuat sejak kejadian malam itu. Kejadian yang tak ingin kulihat lagi. Malam itu acara mabbissu digelar dirumah Datu Tenri Liweng. Saat tiba giliran Puang Matoa Patiro dan melakukan upacara maggiri sambil terus mengucapkan bahasa torilangi, bahasa para dewa. Keris pun  mulai di tusukkan ke perutnya. Sukses. Namun, ketika ia bangkit dan menghujamkan kembali keris ke perutnya, matanya mendelik. &lt;br /&gt;Aku dan Masse di sudut ruangan mulai memucat. Puang Patiro sempoyongan, dengan langkah tertatih ia berbalik ke dalam ruangan. Bunyi gendang terhenti. Kami tersenyum puas dan bertepuk tangan. Namun, sekembali dari ruangan, Puang Patiro ternyata masih memegang hulu keris yang masih menghujam ke perutnya, berkali-kali jempol tangan yang telah diludahinya diusapkan ke bagian perut. Kami tercekat, perut Puang Patiro berdarah. Terlihat darah segar! Perut Puang Patiro tersobek oleh tusukannya sendiri. Aku digerogoti rasa takut. Puang Patiro tertikam keris, bukannya segala ritual pada dewa sudah dia lakukan? Ah, ada kekuatan di atas kekuatan para dewa. &lt;br /&gt;Malam itu mencekam detik-detik tidurku. Mimpi buruk pun menyusup perlahan menggetarkan hatiku. Terlihat diriku menari dengan gemulai, keris kutusukkan ke seluruh bagian tubuh. Tak ada yang terluka, tapi saat keris kuarahkan ke bagian hatiku tiba-tiba mengalir darah segar bahkan hampir disetiap lubang pada tubuhku mengeluarkan darah segar. Anehnya, Puang Matoa hanya tersenyum melihat kondisiku. Aku marah, kecewa, geram, dan sakit tapi siapa yang harus disalahkan? Mimpi itu terus mengusik malam-malamku.&lt;br /&gt;Aku takut. Semua harus berakhir. Hari-hariku penuh gundah dengan tatapan hina orang-orang disekitarku. Aku seperti bangkai berjalan tanpa arah. Hingga akhirnya kuputuskan untuk meninggalkan semuanya termasuk ibuku. Bandung menjadi tujuan pencarianku. Terlunta-lunta oleh waktu, musim dan kejamnya sinar matahari. Dan akhirnya aku bertemu denganmu, Patmi&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Meskipun aku bukan  bissu lagi, tak berarti kalau aku harus membenci para bissu. Aku tak mau sorot mataku menciptakan kegelisahan di hati mereka. Wahyu tak pernah lagi penasaran dengan bissu. Aku tak menyangka dia cepat akrab dengan anak-anak kampung sini. Cukuplah dia menjadi laki-laki normal. Tak perlu kekebalan dan ritual pemujaan karena ada yang lebih kuat diatas segalanya dan lebih pantas untuk dipuja. Dialah Sang Pencipta yang di tanganNya tergenggam jiwa-jiwa anak Adam.&lt;br /&gt;“Oh… aduh kenapa pada lari. Ada apa?” Seorang gadis imut yang manis menabrakku.&lt;br /&gt;“Wahyu  Om, mimpinya kok aneh-aneh semua.” ucapnya menggemaskan.&lt;br /&gt;“Mimpi aneh. Memangnya mimpi apa, Nak?” Kutatap gadis imut itu. Dia masih kertas putih tanpa warna buram kehidupan.&lt;br /&gt;“Wahyu mimpi ketemu lelaki tua berbusana serba putih. Katanya mau diajarkan ilmu kuat biar tidak teriris keris, seperti Puang Matoa.” Apa??? Kata-kata gadis imut itu selaksa gemuruh yang menulikan pendengaranku. Kami harus segera pulang ke Bandung.&lt;br /&gt;Kuceritakan kekhawatiranku pada istri dan ibu. Mereka menganggap aku terlalu berlebihan. Bahkan ibu hanya menganggap itu hanyalah masalah sehari yang akan berhenti hari ini juga. Wahyu harus tetap menjadi Wahyu. Tak ada bissu, mabbissu, ritual maggiri. Takkan pernah ada. Aku harus segera menegur Wahyu untuk tak percaya hal-hal seperti itu. Kita tak butuh itu semua karena sudah ada iman yang terlalu mahal bila harus digadaikan bahkan untuk menyandingkan keduanya pun tak pantas.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;“Kang…kang…kang…”&lt;br /&gt;“Ada apa Pat?  Kok kamu teriak-teriak begitu.” Segera kuhampiri Patmi yang tampak panik.&lt;br /&gt;“Wahyu…Anak kita kang. Tangannya berdarah. Dia terluka parah.” Patmi semakin panik.&lt;br /&gt;“Kok bisa?” Kucoba untuk berpikir jernih.&lt;br /&gt;“Ayolah kita ke rumah. Nanti dia kehabisan darah. Untung dia tidak menusukkan pisau ke perutnya.” Patmi menarikku pulang. Pisau…darah… Ah… Aku berusaha mengikuti kecepatan langkah Patmi.&lt;br /&gt;“Jangan bilang dia mencoba seperti para bissu.” &lt;br /&gt;“Seperti itulah, Kang.” Aku berhenti dan menatap istriku. Ini sudah tak bisa dibiarkan. Segera kuraih tangan istriku dan berlari ke rumah.&lt;br /&gt;Kudapati Wahyu, anakku bersimpah darah. Segera kugendong tubuh kecilnya ke Puskesmas. Kamu harus bertahan, Nak pintaku dalam doa. Wahyu sudah tak sadarkan diri. Entah apa yang ia rasakan. Kasian anakku.&lt;br /&gt;“Maaf pak, dokter lagi tak ditempat. Sebaiknya langsung ke rumah sakit saja” ucap seorang perawat.Ah lagi-lagi system pelayanan kesehatan. &lt;br /&gt;“Anak saya kekurangan banyak darah, Bu. Tolong diberi pertolongan pertama dulu dong. Kalau anak saya sampai meninggal kalian aku tuntut.” Aku mulai emosi. Sistem seperti apa ini? Dimana rasa kemanusiaanya? Seorang perawat tampak masih ingin berkomentar, saat seorang perawat yang lebih tua langsung menyuruhku membawa Wahyu ruang gawat darurat. Luka Wahyu pun segera dijahit dan mendapat tambahan darah. Akhirnya nyawa anakku masih terselamatkan.&lt;br /&gt;Malam mulai menaungi langit. Kegelapan menjadi teman sunyi yang setia. Wahyu tampak pulas dalam lelapnya. Mata sipitnya perlahan terbuka. Alhamdulillah. Kami yang berada di ruangan  itu berucap syukur atas nikmat itu.&lt;br /&gt;“Yah, kenapa aku tak bisa seperti mereka?” Sebuah tanya  yang meruntuhkan bangunan senyum yang baru kubentuk.&lt;br /&gt;“Sayang, nggak usah mikiran itu ya. Wahyu itu anak mama yang paling jago.” Patmi berusaha menenangkannya dan tak lepas tangannya membelai rambut anakku.&lt;br /&gt;“Mama bohong. Buktinya Jack lebih jago dari aku. Kok bissu bisa ya?” Kami hanya mampu saling berpandangan. Ibuku pun mulai meneteskan air mata . Ah, hatinya sungguh lembut.&lt;br /&gt;“Mama pernah ngomong kalau ayah adalah ayah terhebat buat Wahyu. Ya kan Ma?” Patmi hanya sanggup mengangguk.&lt;br /&gt;“Ayah pasti bisa dong seperti bissu. Aku mau lihat, Yah.” Aku terkesiap mendengar permintaan itu. Ibu dan Patmi pun sangat kaget. Kenapa harus begini?&lt;br /&gt;“Sayang… andai ayah bisa, ingin rasanya segera kuperlihatkan depan Wahyu. Tapi itu kelemahan ayah, Nak. Untuk sekali ini saja ayah minta maaf. Ayah tidak bisa.” Kucoba member pengertian pada Wahyu. Tak ada ucapan yang ia lontarkan. Tapi raut mukanya membiaskan rona kecewa yang sangat besar. Seorang anak telah kecewa pada ayahnya. Oh sungguh aku tak mampu memenuhi permintaan anakku sendiri.&lt;br /&gt;“Lakukan sekali ini saja Man! Demi anakmu.”&lt;br /&gt;“Tapi aku tidak bisa, Bu. Lagian sudah terlalu lama aku tak melakukannya. Aku sudah lupa semuanya.”&lt;br /&gt;“Mungkin kamu telah berubah tapi jiwa kamu masih tetap seorang bissu, Man. Lakukan demi Wahyu. Kamu bisa minta bantuan Puang Matoa. Jangan sampai dia kecewa pada ayahnya sendiri. Dia lagi sakit, kasihan kalau permintaannya tak terpenuhi.” Ibu terus mencoba meyakinkanku.&lt;br /&gt;“Aku sudah bersumpah tak akan melakukannya lagi.” ucapku sambil menatap istriku. Patmi hanya memandangku dengan mata berkaca-kaca. Dia juga tak rela aku melakukannya.&lt;br /&gt;“Demi anak kita sayang. Kamu pernah bisa melakukannya. Pasti kamu masih bisa. Lihat kondisi anak kita dia sangat lemah dan kecewa sama kamu. Melihat wajahmu saja sepertinya ia enggan” Ucapan Patmi mengalir lembut menyapa nalarku. &lt;br /&gt;Aku pun menemui Puang Matoa di rumah Arajang. Setelah kurasa cukup dan yakin masih bisa melakukannya, aku kembali ke kamar rawat Wahyu.&lt;br /&gt;Seraya berdoa kumulai melakukan gerakan maggiri. Awalnya hanya pada lengan dan berhasil. Tampak senyum di wajah Wahyu. Aku pun menusukkan keris ke perutku. Ouw… cairan merah tampak mengalir di bajuku seiring rasa sakit yang teramat perih. Aku melanggarnya. Samar kulihat wajah panik istriku. Semua tiba-tiba berubah kelam. Gelap. Dan aku tak ingat apa-apa lagi.&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-8314070408844532154?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/8314070408844532154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=8314070408844532154&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/8314070408844532154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/8314070408844532154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2009/03/cerpen-budaya_01.html' title='cerpen budaya'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SatjvKJoenI/AAAAAAAAAGI/uCDT--S67Es/s72-c/8agustus2007d.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-2537440870870888501</id><published>2009-01-08T20:15:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T20:29:34.814-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bait-Bait Puitis'/><title type='text'>untaian kata</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SWbQb5BU93I/AAAAAAAAAFI/lCJC5CTMxYU/s1600-h/palestina.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SWbQb5BU93I/AAAAAAAAAFI/lCJC5CTMxYU/s200/palestina.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289143989974660978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;UNTUKMU YANG TERDESAK&lt;br /&gt;Saudaraku, kuterpaku dalam sepi &lt;br /&gt;mencari jawaban atas Tanya&lt;br /&gt;di balik sandiwara pengeras hati&lt;br /&gt; saudaraku, alam ini damai dalam linangan air matamu&lt;br /&gt;Di antara untaian doa di saat sujudmu&lt;br /&gt;Namun kini, alam menangis dalam linangan darahmu&lt;br /&gt;Mengiring kepergianmu dalam mengantar jasad nan suci&lt;br /&gt;Saudaraku, ku menangis digelapnya malam&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menjamah benang-benang kemunafikan yang telah membelenggu&lt;br /&gt;Menggoyahkan langkah dalam suara merdu si hitam hati&lt;br /&gt;Mereka meluluhlantahkan shimponi indah adzan fardhu&lt;br /&gt;Menyilaukan mata dari kiblat nan  agung&lt;br /&gt; Ku terpaku dalam sepi&lt;br /&gt;Kuteteskan airmata di semburat marahku&lt;br /&gt;Merajam ulah para penebar perang&lt;br /&gt;Dia telah merenggut damai jiwa&lt;br /&gt;Menciptakan debu-debu pedih dalam raga&lt;br /&gt;Membiaskan rona sedih dan tangis duka&lt;br /&gt; Saudaraku, walau jiwa dan raga menangis &lt;br /&gt;Mulut merintih di pelukan derita&lt;br /&gt;Namun rahmtNya bersemayam di sisi jiwa&lt;br /&gt; *Saat bom Israel meruntuhkan damai Gaza&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-2537440870870888501?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/2537440870870888501/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=2537440870870888501&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/2537440870870888501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/2537440870870888501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2009/01/untaian-kata.html' title='untaian kata'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SWbQb5BU93I/AAAAAAAAAFI/lCJC5CTMxYU/s72-c/palestina.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-4338911676652584892</id><published>2009-01-05T23:36:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T20:25:23.783-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sepenggal kisah'/><title type='text'>cerpen</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SWMKoqewO1I/AAAAAAAAAFA/_dRESflsYvg/s1600-h/movie-503.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 135px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SWMKoqewO1I/AAAAAAAAAFA/_dRESflsYvg/s200/movie-503.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288082081177418578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;SPEKTRUM CINTA DARI NEGERI DONGENG&lt;br /&gt;Olif sadar kalau spektrum itu menyengat hatinya cukup kuat. Bahkan terlalu kuat sehingga ia tak kuasa untuk menghindar. Hatinya berwarna kala spektrum itu menyapa. Menyalakan pelita di dasar hati dan menyinari hasrat yang hampir beku. Spektrum itu menguasai tiap puing mimpinya. Menerbangkan angan hingga ke negeri dongeng. Cinta, spektrum yang kau pancarkan telah menawarkan senyum di pinggir hati.&lt;br /&gt;“ Permisi”&lt;br /&gt;“ Oh…” Olif kaget. Tanpa disadarinya seorang laki-laki telah berdiri di hadapannya. Laki-laki yang telah membawa spektrum di hatinya. Apakah ini di negeri dongeng? Tanya hati kecilnya dalam girang. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seperti mimpinya semalam, pangeran datang menjemput di pintu istana kemudian mereka bercengkerama di taman utama kerajaan. Di temani bunga mawar dan anggrek yang bermekaran, rumput hijau menawan, suara gemericik air bersama alunan lembut suara para dayang berbaju sutera ungu yang lincah memetik anggur. Pangeranku gumam Olif. Tapi semua akhirnya terdampar pada lembah yang gelap. Saat tahu kalau dia hanya ingin masuk kelas. Ternyata Olif telah cukup lama menghalanginya masuk kelas. Dengan senyum malu Arin beranjak dari pintu ke tempat duduknya. “ Altar” Suara itu sangat jelas dari lubuk hatinya yang paling dalam.&lt;br /&gt;Altar hanya terpaku di tempatnya memandang dengan sorot bingung pada sosok Olif yang pergi begitu saja tanpa jawaban. Namun, senyum itu cukup menggores belahan jiwanya. Dasar cewek aneh. Tapi kalau dipikir-pikir dia antik, unik dan luar biasa pikir Altar sambil tersenyum dalam makna yang tersembunyi.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;“Yes. Uh… metode penelitianku dapat A” Olif bersorak girang memamerkan senyum untuk semua temannya. Seperti mimpi karena menurut rumor yang beredar susah lulus mata kuliah ini.&lt;br /&gt;“Selamat ya.” Denting waktu seakan berhenti sampai disini. Angin pun enggan bertiup. Altar ngucapin selamat ke aku hatinya melayang melewati horizon.&lt;br /&gt;“Mata kuliah ini memang sulit tapi kita bisa lulus dengan nilai A lagi. Kayak mimpi ya? Mungkin karena kita sama-sama pintar, he…he…” Altar tersenyum lebar. Sedangkan Olif hanya membisu dengan pikiran entah dimana. Itulah kalimat terpanjang yang pernah Altar ucapkan pada Olif. Karena melihat Olif diam saja, Altar melanjutkan “Kita boleh sama-sama dapat A tapi sepertinya aku perlu meralat ucapanku tadi. Kita nggak sama pintar. Kamu cuma lagi beruntung aja kalau tidak karena kebetulan mungkin akan bernasib sama dengan yang lain.” Altar memojokkan Olif.&lt;br /&gt;“Kepedean banget sih, kamu tuh yang cuma nebeng nasib doang di ujung pulpen bapak. Beliaukan PA kamu. Lagian aku bisa kok buktiin kalau aku lebih bisa dari kamu.” Olif mulai panas. Dia memang tidak tahan dipandang sebelah mata dan cenderung suka nekat.&lt;br /&gt;“Ok. Kita buktiin, siapa yang duluan S1 berarti dia lebih pintar. Kamu boleh deh nyuruh aku apapun kalau kamu menang.” tantang Altar dengan sorot mata penuh arti. Entah apa yang dipikirkan Altar sehingga dia berani menaruh taruhan seperti itu.&lt;br /&gt;“Siapa takut. Kalau kamu menang, kamu… boleh minta apapun sama aku.” ucap Olif tak mau kalah. Altar tersenyum mantap sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman.&lt;br /&gt;“Tapi apa yang kamu minta nanti tidak boleh melanggar HAM dan tidak boleh mencemarkan nama baik.” balas Olif tanpa menyambut uluran tangan Altar. Dia pun berlalu dengan sejuta keheranan, kok aku mau taruhan gituan ya. Altar kan bukan rivalku dan spektrum itu? sesal bathinnya.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Perpustakaan, warnet, dan rumah senior menjadi tempat nongkrong Olif sekarang. Bulan ini dia bertekad harus memasukkan judul ke pembimbingnya kemudian menyusun proposal penelitian. Olif yakin bisa mendahului Altar.&lt;br /&gt;Siang malam Olif membaca untuk mendapatkan judul yang menggebrak. Entah apa yang dilakukan Altar sekarang? Bayangan itu kembali mencul mengganggu pikirannya. Mungkin Altar harus menjadi rivalku sekarang demi nama baik. Tapi bagi Olif, Altar tetaplah sosok yang menghantui mozaik harinya.&lt;br /&gt;“Judul aku ditolak. Katanya terlalu biasa dan sederhana. Hm… sebaiknya aku melakukan observasi aja dulu, mungkin di luar sana ada fenomena yang menarik.” desah Olif diantara ceritanya kepada Mai. Sebenarnya Mai heran dengan sikap Olif. Kenapa Olif terlalu berambisi selesai tahun ini? Bukannya itu terlalu cepat? Tiga tahun empat bulan adalah waktu yang terlalu singkat untuk merampungkan kuliah.&lt;br /&gt;Tak ada kabar tentang Altar. Olif menjadi gelisah sendiri dan harus berbaur dengan berbagai pertanyaan. Apakah Altar terlalu sibuk mengurus skripsinya sampai lupa ke kampus? Hati Olif menjadi ciut. Ada ketakutan yang mulai menyusup ke relung hatinya. Bagaimana kalau dia kalah? Apa yang akan diminta Altar padanya? Ah, sungguh kebodohan yang tak terperikan.&lt;br /&gt;Hari-hari Olif menjadi serba sibuk. Dia tidak mau kehilangan waktunya hanya untuk mengurus rindu yang nakal di bilik jiwanya. Olif rindu sosok Altar yang selalu mengejutkannya. Altar terlalu gagah di matanya. Cool tapi humoris, alim tapi gaul, agak nakal tapi berprestasi. Andai Altar tahu?&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Enam bulan telah berlalu, tetap tak ada kabar dari Altar. Setitik harapan untuk menang menggantung di pelupuk mata Olif yang baru selesai merampungkan hasil penelitiannya. Sepertinya bulan Maret yang akan mendatangkan kemenangan itu. Tahun ini tak mengikhlaskan detiknya untuk kemenangan Olif.&lt;br /&gt;“Hai… Wah udah lama banget ya kita nggak ketemu. Kamu masih ingatkan taruhan kita?” Altar tiba-tiba muncul mengagetkan Olif yang sedang serius membaca. Akhirnya Olif bisa juga melihat sosok itu lagi. Dan spektrum yang terus dia kubur mengangkasa di langit hatinya. Tapi itu hanya sesaat, karena setitik harapannya tinggal jejak kala melihat pakaian Altar. Hitam-putih.&lt;br /&gt;“Gimana jadi wisuda bulan ini?” Olif telah kalah dalam pertarungan yang dibentuknya sendiri. Olif harus mengakui kalau Altar memang pintar .&lt;br /&gt;“Kamu mau meminta apa? Tapi ingat syaratnya.” ucap Olif kemudian dengan wajah juteknya dan berusaha memasang sikap berwibawa. Dia tidak mau kelihatan terlalu bodoh di mata Altar. Senyum penuh kemenangan Altar berkembang. Dia sebenarnya sudah tahu semua tentang Olif termasuk saat judulnya ditolak dan penelitiannya yang gagal.&lt;br /&gt;“Aku hanya minta… kamu memakai cincin ini sebagai pengikat hati kita. Kamu bersediakan jadi calon permaisuriku” Altar menyerahkan kotak cincin berwarna ungu kepada Olif. Akhirnya kalimat itu berhasil juga dia keluarkan dari mulutnya. Tidak sia-sia dia mengeja kalimat itu di setiap spasi skripsinya.Olif kehilangan ekspresi wibawa yang sempat dia pasang beberapa menit lalu. Apakah ini di negeri dongeng? Pertanyaan itu kembali muncul bersama spektrum yang telah menguasai seluruh jiwa raganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-4338911676652584892?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/4338911676652584892/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=4338911676652584892&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/4338911676652584892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/4338911676652584892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2009/01/cerpen.html' title='cerpen'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SWMKoqewO1I/AAAAAAAAAFA/_dRESflsYvg/s72-c/movie-503.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-4764168497446301936</id><published>2008-12-30T19:28:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T20:29:57.408-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bait-Bait Puitis'/><title type='text'>puisi buat bunda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SVrqQGLtmaI/AAAAAAAAAE4/XNl4csZCjEI/s1600-h/mom_hug.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 192px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SVrqQGLtmaI/AAAAAAAAAE4/XNl4csZCjEI/s200/mom_hug.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285794674931243426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;         EMBUN CINTA SANG BUNDA&lt;br /&gt;Menatap serpihan waktu yang terkapar&lt;br /&gt;Terlena pada duka kering terhampar&lt;br /&gt;Meniti hari dengan senyum hambar&lt;br /&gt;Bersama perih yang terus menyambar&lt;br /&gt;   Tak Pernah Kuraih Kasih&lt;br /&gt;   Tak Pernah Kulirik Sayang&lt;br /&gt;   Walau Berdenting Hasrat&lt;br /&gt;   Tuk Jumpa Bunda Di Ujung Waktu&lt;br /&gt;Bersama alunan pagi kurangkai rindu buatmu,bunda&lt;br /&gt;Menyulam sisa kasih yang pernah kudapat&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Melukis wajah yang tak pernah kukenal&lt;br /&gt;Berbusa mulut pun bicara&lt;br /&gt;Aku tetap tak pernah tahu&lt;br /&gt;     rintihan bening di ujung mata&lt;br /&gt;     mengaung di antara suara sumbang yang terus memanggil&lt;br /&gt;     bercengkrama di antara tanya yang terbungkus ….&lt;br /&gt;     bunda,engkau ada dimana?&lt;br /&gt;Ingin ku cium tanganmu&lt;br /&gt;Dalam dawai cinta tak terperih&lt;br /&gt;Ingin ku kecup pipimu&lt;br /&gt;Dalam alunan sayang tak bertepi&lt;br /&gt;     berjuta hasrat hanya mampu bergantung di tepi langit&lt;br /&gt;     tersapu mendung di sore hari&lt;br /&gt;Bunda,ingin kuhaturkan maaf atas kecewaku&lt;br /&gt;Ingin kuhapus duka atas sesalku &lt;br /&gt;Ingin kubuang rasa iri atas saudaraku&lt;br /&gt;Dan ingin kudengar jawaban atas tanyaku&lt;br /&gt;Mengapa kau tinggalkan aku di gerbang ini?&lt;br /&gt;Sendiri terpuruk oleh sepi&lt;br /&gt;Berkawan tak berpihak&lt;br /&gt;Tanpa pernah rasakan belaianmu&lt;br /&gt;     Bunda&lt;br /&gt;     Hanya embun pagi yang mampu kusemai&lt;br /&gt;     Bersama embun cinta yang pernah kau teteskan padaku&lt;br /&gt;       16 Desember 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-4764168497446301936?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/4764168497446301936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=4764168497446301936&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/4764168497446301936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/4764168497446301936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2008/12/puisi-buat-bunda.html' title='puisi buat bunda'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SVrqQGLtmaI/AAAAAAAAAE4/XNl4csZCjEI/s72-c/mom_hug.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-222347806534061624</id><published>2008-12-30T19:14:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T20:25:49.649-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sepenggal kisah'/><title type='text'>Cerpen</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SVrmYDcIqeI/AAAAAAAAAEo/6cyTz2FdRRY/s1600-h/kamar-anak-14.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 178px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SVrmYDcIqeI/AAAAAAAAAEo/6cyTz2FdRRY/s200/kamar-anak-14.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5285790413587261922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;LAKI-LAKI DI SUDUT KAMAR&lt;br /&gt;Sore yang beku oleh kabut di cakrawala terbias warna kelam yang menyiratkan kematian. Menggiring warna indah sunset yang jelas terbias lewat jendela kamarku ke gerbang gelap tak terbaca dan hembusan angin  bagai nafas yang gerah menanti waktu. Benarkah tak ada lagi mentari pagi setelah sore ini? Tiada lagi kenangan yang akan tercipta bersama kerikil jalanan yang terseok oleh hentakan langkah? Dadaku sesak laksana tiada lagi oksigen yang tersedia untukku. Ucapan dokter Ridwan telah membom istana harapan dan cita-cita yang ku bangun di dasar hati berlinang peluh diantara doa dan jerih payah papaku.&lt;br /&gt;Aku bukanlah orang yang melankolis tapi entah kenapa aku selalu tersenyum bila sore datang, mungkin  karena ia menyiratkan sebuah makna bahwa matahari yang gagah dan ganas dengan panasnya pun akan redup bersama waktu. Tapi ada satu hal yang selalu kutunggu saat memandang matahari sore.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Saat terindah yang akan menawarkan senyum manis dengan sinarnya yang menyiratkan kedamaian. Bulan…Tapi mengapa sore ini bagai penutup waktu yang mengerikan? Cerianya makhluk Allah kembali ke peraduannya bagai alunan maut yang mencekam. &lt;br /&gt;“Salman…lho kok duduk di sudut kamar?” Suara nenek menghentikan shimponi yang berdendang di hatiku. Ku pandangi wajah tua yang masih menyimpan guratan cantik masa muda namun menyiratkan kelelahan itu dengan senyum yang kupaksa semanis mungkin. Akankah aku selalu ada di sisi engkau di hari tuamu? tanyaku diantara suara batin yang terjepit waktu.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Hidup tak mesti berhenti hanya karena vonis dokter, itulah yang kuyakini sekarang. Berjalan dalam rentetan waktu yang pasti kan berhenti besok ataukah nanti.  Walaupun ucapan dr. Ridwan terus terngiang di telingaku.&lt;br /&gt;“Kenapa baru periksa sekarang? Berdasarkan hasil Ultrasound (USG) dan Diagnostic mammography minggu lalu serta melihat tanda-tanda klinis seperti adanya benjolan, cairan encer dari puting susu, benjolan kecil pada ketiak serta bentuk dan ukurannya. Hm … kamu terkena kanker payudara stadium IIA jenis invasive breast cancer.” Ucapan itu bagai bom yang meledak di dasar hatiku. Aku tidak percaya kucoba menyanggah keputusan dr. Ridwan dengan dalih kanker payudara hanya untuk wanita, tapi jawaban apa yang kudapat? Semua hanya kemustahilan yang teraba namun berubah menjadi realita paling memilukan. &lt;br /&gt;“Kanker payudara dapat  terjadi pada semua usia.  Kanker  payudara dapat  juga terjadi pada pria, meski hanya sekitar 2 persen dari seluruh jumlah kanker payudara. Dan faktor risiko yang menyebabkan anda mengalami ini karena pertama, kakak perempuan anda meninggal karena kanker payudara berarti anda punya riwayat keluarga. Kedua, anda pernah menjalani rontgen waktu kecelakaan karena luka di bagian dada itu berarti daerah dada pernah terkena radiasi. Di tambah lagi anda merokok dan … “ &lt;br /&gt;Panjang lebar dokter menjelaskan faktor risiko, teraphy, kelalaian aku sampai pengobatan namun semua tak mampu menggores makna di pikiranku yang tinggal hanya satu aku menderita kanker payudara. Lalu pengobatannya… Uh, aku menghela napas panjang, masih adakah harapan untuk orang miskin sepertiku mendapat pengobatan dengan peralatan yang canggih?  Semua tak mungkin dapat kujalani karena tiada biaya yang bisa kupakai. Untuk cek up saja aku harus memakai uang beasiswaku bahkan meminjam uang dari temanku, aku punya kartu sehat tapi itukan cuma dapat subsidi buat pengobatan di puskesmas saja, itu pun kalau beruntung bisa dapat rujukan ke rumah sakit. Memang  susah orang miskin seperti aku. Sebuah kepasrahan pada realita yang tak mungkin untuk dipungkiri. &lt;br /&gt;Aku selalu berusaha untuk tegar dan tak larut oleh kekhawatiran dan sakit yang kurasakan ini. Cukuplah kondisiku ini menjadi rahasiaku untuk seumur hidup. Kembali kumulai aktivitas seperti sediakala, namun ada yang sedikit berbeda aku semakin sering menulis dan membaca karena aku harus merampungkan sebuah buku yang sudah kutulis sejak diterima sebagai mahasiswa. Sebuah jejak langkah seorang mahasiswa kucoba rangkai lewat tulisan sebagai inspirasi bagi adik-adikku kelak. Dan bagiku menulis itu untuk keabadian.&lt;br /&gt;Kuamati tiap sudut kampus yang kulewati menuju tempat seorang gadis yang telah menunggu. Melisa, gadis yang sangat mencintaiku. Aku juga sangat mencintainya tapi sebuah keputusan besar harus kuambil demi sebuah seruan keabadian. Aku tak mau ia menderita karena keadaanku kini. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Dinding itu bagai menghimpit seluruh jiwa raga, remuk redam semua kebahagiaanku. Mata yang menatapku seakan mengejek dan menghina diriku yang terpuruk oleh kanker payudara. Hanya sudut kamar ini yang mau melindungiku dari perih yang teramat sakit di dadaku bahkan kurasakan menikam hingga ke kelenjar getah bening.&lt;br /&gt;Andai papa, Adi, Doni dan nenek tahu. Apa yang akan mereka katakan? Akan diejekkah aku? Apakah mereka akan malu? Seharusnya mereka tidak malu karena ini bukan aib hanya tidak lazim saja, bisik hatiku menguatkan aku yang telah basah oleh peluh dan air mata. Mereka tak boleh tahu, tapi rasa nyeri ini seakan mendorongku untuk jujur. Sudah lama kupendam rahasia ini, tabir itu terus kubentang  untuk menghalau nasehat dokter. Aku sudah tak peduli dan hanya mampu memanfaatkan waktu yang tersisa untuk sedikit berkarya.&lt;br /&gt;Aku harus tetap bertahan walaupun berat resiko yang kuhadapi. Dan akan tergolek tak berdaya kelak. Mungkin ini sebuah kebodohan, tapi inilah yang terbaik untuk menjaga kebahagiaan yang mulai tercipta di keluargaku sejak ditinggal mama. Dan aku tak mau membebani ayah dengan biaya pengobatan yang terlalu mahal buat kami. Sebenarnya aku pun malu dan kadang bertanya kenapa harus penyakit ini?&lt;br /&gt;Sudut kamarku yang beku oleh suhu malam ini adalah tempat ternyaman bagiku. Dan airmata adalah sahabat pelipur lara. Mungkin terdengar terlalu melankolis. Walaupun aku gagah di barisan PASKIBRAKA, pemberani di rombongan SARS dan jenius di English Club tapi aku tetaplah laki-laki yang menangis di sudut kamar karena ketidakberdayaan oleh ganasnya kanker payudara.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Sinar matahari pagi telah berhasil bergabung dengan cahaya lampu kamarku saat aku terbangun. Aku lupa salat subuh lagi, jerit hati kecilku. Kusambar handuk kesayanganku dan sedikit berlari ke kamar mandi. Kurasakan perih yang teramat sakit di dadaku. Benjolan itu semakin besar dan memerah bahkan kadang mengeluarkan nanah di sekitar puting susu dan kulitnya semakin mengerut seperti kulit jeruk.&lt;br /&gt;Saat melangkah keluar dari kamar mandi, rasa perih itu semakin menyiksa. Kepalaku mulai pusing dan entah apa yang terjadi di detik berikutnya. Semua telah gelap.&lt;br /&gt;Aku baru sadarkan diri saat warna putih menyelimuti sekelilingku. Antara sadar dengan nafas yang tertahan, samar ku dengar ayah berseteru dengan perawat tentang urusan administrasi. Perawat bersikeras bahwa bila urusan administrasi belum selesai maka tak dapat dilanjutkan keperawatan lebih lanjut. Tentu saja papa terus ngotot apalagi melihat kondisiku. Ditambah keterkejutan yang sangat keras menghantam perasaannya. Rasa perih itu kembali mendera dan aku kembali tak mampu merasakan apa-apa lagi.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;“Bagaimana keadaannya, paman?” Suara itu … menggetarkan hatiku, membelai lembut jiwa yang pernah rapuh. Pelan kubuka mataku “Melisa.” desahku.&lt;br /&gt;“Pembedahan lancar, semua sel kanker sudah diangkat dan jaringan sekitar payudara sudah dibersihkan. Tinggal pemulihan saja. Kau sangat mencintainya? Sepertinya tak perlu kau jawab karena aku sudah tahu jawaban melihat sikap kamu padanya dan kebaikan kamu pada keluarganya.”&lt;br /&gt;“Aku sudah tahu alasan dia meninggalkanku, jadi tak ada kata untuk berhenti mencintainya.”&lt;br /&gt;Segores harapan kembali terukir untuk menjaring mentari pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-222347806534061624?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/222347806534061624/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=222347806534061624&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/222347806534061624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/222347806534061624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2008/12/cerpen.html' title='Cerpen'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SVrmYDcIqeI/AAAAAAAAAEo/6cyTz2FdRRY/s72-c/kamar-anak-14.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-76937028755564631</id><published>2008-12-10T22:39:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T20:25:45.390-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sepenggal kisah'/><title type='text'>jomblo.gue banget</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SUC2vuxuJeI/AAAAAAAAAEg/K7j7oFa2y5k/s1600-h/DSC00016.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SUC2vuxuJeI/AAAAAAAAAEg/K7j7oFa2y5k/s200/DSC00016.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278419694404904418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;JOMBLO,Gue banget&lt;br /&gt;*Ani Dzakiyah&lt;br /&gt;“Indahnya hidup. Oh…” Kurebahkan tubuhku yang letih setelah jogging. Kurasakan otot-ototku mulai mengalami relaksasi. Kuhirup dalam-dalam aroma kamarku yang lembut namun menyegarkan. Inilah indahnya hidup yang kurasakan. Allah benar-benar Penyayang, menciptakan suasana pagi yang syahdu bagi para pe-jogging.Biar kata aku jomblo, tapi keromantisan itu selalu kurasakan di pagi hari bersama rayuan udaranya.&lt;br /&gt;“Jomblo itu menyedihkan. Jomblo itu petaka.ugh…ugh. pokoknya secepatnya aku harus punya pacar.” Aku teringat kata-kata Indi saat diputusin oleh Si Ryan.Ternyata Indi salah besar. Justru jomblo adalah anugrah. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tak banyak orang yang mampu menikmatinya. Hanya orang-orang yang jernih hatinya. Sueer …&lt;br /&gt;“Mil…Mila…” Sepertinya ada yang memanggil namaku. Segera kuberanjak dari kasur ke pintu kamar yang sengaja tak kukunci.&lt;br /&gt;“Ya kak. Ada apa?”&lt;br /&gt;“Ada telpon buat kamu, dari seorang ikhwan. Ingat jaga lisan dan hati!”ucap kak Rezky sambil berlalu dari hadapanku meninggalkan sebiji kebingungan di hati.&lt;br /&gt;“Assalamualaikum, ini dengan siapa ya?” Kubuka percakapan itu dengan salam . Tapi kok tak ada sahutan. Apa sudah putus ya?&lt;br /&gt;“Hello…”ku ulangi mengajaknya mengobrol. Aku mulai kesal.&lt;br /&gt;“Hai…Masih kenal dengan suaraku? Aku teman lama kamu. Aku senang banget, akhirnya aku bisa mendengar suara kamu yang seksi itu lagi.” Ucapan di seberang sana membuatku tersedak dan rasanya asrama ini mau roboh saja. Siapa sih orang ini? Iseng amat. gerutuku dalam hati.&lt;br /&gt;“Ini siapa sih? Kayaknya suaranya asing banget di telinga gue.”ucapku cukup keras biar Si Dia sadar dari khayalannya.&lt;br /&gt;“Masa lupa? Kita kan pernah melewati masa-masa indah bersama, saling…”&lt;br /&gt;“Maaf sepertinya aku nggak ingat tuh.”ku potong secepat kilat sebelum ucapannya semakin ngelantur.&lt;br /&gt;“ Tommy.” Ha… Mendengar nama itu bagai tsunami melanda akal sehatku dan sebuah bom tiba-tiba meledak di dasar hatiku.&lt;br /&gt;Segera kututup percakapan itu dengan menjatuhkan gagang telepon dengan sadis dan berlari ke kamar. Aku  duduk termenung. Perasaanku campur aduk. Aku tak menyangka, kok dia bisa tahu nomor telepon asrama? Kok dia masih ingat aku? Bukankah semuanya sudah berakhir 4 tahun silam. Ya…Rabbku.&lt;br /&gt;Hari ini menjadi hari paling buruk yang pernah kurasakan. Bayangnya kembali hadir menghantui langkahku yang telah mantap meniti masa depan dalam dakwah dan cinta. Azzam diri tuk menjauhkan diri dari kemaksiatan dan nista terasa goyah olehnya. Ah, mengapa ia menjadi iblis penggoda imanku?&lt;br /&gt;Sering aku begitu naïf saat teman-temanku curhat tentang pengalaman cinta mereka. Bahkan Mery pernah berkata”Jangan munafik, deh! Kita itu butuh cinta dan pendamping yang merhatiin kita.”&lt;br /&gt;Tidak salah memang. Semua orang butuh cinta dan pendamping hidup yang baik dan setia. Tapi semua butuh jalannya masing-masing. Ada jalan pintas dengan pacaran, ada juga jalan yang halal dan di Ridhoi Allah yaitu pernikahan. Dan jalan yang kedua itulah yang akan kupilih.&lt;br /&gt;Jomblo, gue banget. Mungkin seperti itulah jargon yang kupasang rapi di kain jilbabku. Aku bangga dengan status itu, karena dengan status itu aku bisa lebih menata dan menjernihkan hati.  Asal jangan menjadi jomblo abadi. &lt;br /&gt;Aku kadang kasian melihat teman-teman aku yang stress karena ulah pacarnya, ada juga sampai malas ke kampus hanya karena cemburu buta. Sungguh tragis memang padahal ada cinta yang abadi dan dijamin tak ada air mata dan kesedihan saat memilikinya yaitu cinta hamba pada Tuhannya.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;“Kita kan jomblo klasik, Ha…ha…”Itulah sebutan buat gank  kami, dibalik gema tawa ada segores duka di wajahku yang mampu mengubah ekspresi Adhe.&lt;br /&gt; “Kamu kenapa, Mil?”tanyanya sambil mengamati raut mukaku yang tampak aneh dimata sipitnya. Aku tak sanggup menyembunyikan masalah ini dan meresapinya sendiri, apalagi harus berhadapan dengan tatapan tajam teman-temanku. Aku pun menceritakan semua yang kualami akhir-akhir ini termasuk sms-sms teror Si Tommy.&lt;br /&gt;“Enjoy aja. Orang kayak gitu maunya di cuekin. Kalo dia nelpon nggak usah diangkat, kalo sms nggak usah dibalas nanti kapok juga.” Ani mulai angkat bicara, seperti biasa dengan gaya super cueknya. Seakan tidak ada masalah dimatanya dan semua hal bisa dihadapin dengan santai. Heran, pintar-pintar kok bawaannya super cuek abis. Kalau dipikir-pikir saran Ani boleh juga tuh bathinku.&lt;br /&gt;Kucoba mengikuti saran Ani. Eh malah aku dapat balasan”Udah sombong ya. Mentang–mentang kuliah di Unhas lupa deh ma temen sendiri. Aku kan hanya mencoba untuk minta maaf dan membuka mata hati kamu kalau aku masih yang terbaik buat kamu”&lt;br /&gt;GUBRAK!!!&lt;br /&gt;“Ni orang kirim sms pake dengkul kali ye. Nyadar pak!malah aku menjadi orang paling sial karena udah kenal sama kamu.”pekikku yang tertahan antara kenangan dan pilu.&lt;br /&gt;Tommy adalah mantan aku dulu waktu SMA, bisa dikatakan dia pacar pertama tapi bukan cinta pertama. Lho kok bisa? Dulukan sekedar gaul daripada dicap nggak laku. Itulah kesalahan besar yang pernah kutempuh dan sampai hari ini kusesali. Kok bisa-bisanya aku jalan sama cowok kayak dia.?Sungguh memilukan.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Aku telah melupakan masalah yang pernah menghinggapiku satu bulan yang lalu. Ternyata aku bisa juga terbebas dari sms-sms nggak jelas dan miscall yang tak kenal waktu. Kini aku bisa menikmati akhir pekanku di Mall tanpa harus berkutik dengan sms-sms Si Tommy.&lt;br /&gt;Hari Minggu adalah hari buat refresing setelah lima hari berperang dengan tugas-tugas kuliah. Bagiku moment ini tak boleh disia-siakan, makanya hari ini kuputuskan untuk jalan-jalan ke Mall sekedar cuci mata kalau sempat ya…nonton di bioskop.&lt;br /&gt;Saat aku dan Ella lagi asyik milih kaset tiba-tiba ada seseorang yang menyapaku. Sepertinya aku pernah mendengar suara itu. “Hai …dia tadi menyapaku dengan nama kecilku.”bathinku. Hanya ada satu orang yang biasa memanggilku seperti itu. Segera aku mencari sumber suara itu. Oh…tsunami kembali melanda hatiku, memporak-porandakan hari Mingguku.&lt;br /&gt;“Tommy…”&lt;br /&gt; *Mahasiswi Epid FKM 2006&lt;br /&gt; Anggota FLP Ranting UH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-76937028755564631?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/76937028755564631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=76937028755564631&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/76937028755564631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/76937028755564631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2008/12/jomblogue-banget.html' title='jomblo.gue banget'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SUC2vuxuJeI/AAAAAAAAAEg/K7j7oFa2y5k/s72-c/DSC00016.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-62474447296274331</id><published>2008-12-10T22:21:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T20:30:22.937-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bait-Bait Puitis'/><title type='text'>pertanyaan sang bocah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SUCzjT_Tg9I/AAAAAAAAAEY/ndsqI1BZOaQ/s1600-h/bocan1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 136px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SUCzjT_Tg9I/AAAAAAAAAEY/ndsqI1BZOaQ/s200/bocan1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278416182520808402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;PERTANYAAN SANG BOCAH&lt;br /&gt;Lemah bersarang di sekujur tubuh&lt;br /&gt;Menemani hari merangkai cerita singkat&lt;br /&gt;Panas mendera memainkan peluh&lt;br /&gt;Merampas cerianya pagi tak bersekat&lt;br /&gt;Ada apa dengaku ibu?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Tangis pecah bersama sesal yang menyesakkan&lt;br /&gt;  Seribu maaf dilantunkan mencerna aib&lt;br /&gt;  Kamu sakit,nak.&lt;br /&gt;Hari terasa hambar &lt;br /&gt;Walau terhampar sejuta rasa&lt;br /&gt;Bersama sepi yang mencekam&lt;br /&gt;Mengapa mereka menjauhiku?&lt;br /&gt;Terpuruk dalam sepi &lt;br /&gt;Bermain tak berkawan&lt;br /&gt;  Hati berkeping sesal&lt;br /&gt;Terwarnai oleh nista &lt;br /&gt;di balik dosa bermain cinta&lt;br /&gt;Terserang pula virus tak berobat&lt;br /&gt;Aku sakit apa, bu?&lt;br /&gt;  AIDS&lt;br /&gt;Sebuah kata tak terbias&lt;br /&gt;Menjauh dari nalar&lt;br /&gt;Yang terbuang dan tak terjamah&lt;br /&gt;Ia tak tahu apa-apa&lt;br /&gt;  28 April 2008&lt;br /&gt;  HARVIANI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-62474447296274331?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/62474447296274331/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=62474447296274331&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/62474447296274331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/62474447296274331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2008/12/pertanyaan-sang-bocah.html' title='pertanyaan sang bocah'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SUCzjT_Tg9I/AAAAAAAAAEY/ndsqI1BZOaQ/s72-c/bocan1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-8106322128648080173</id><published>2008-12-10T22:03:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T20:12:20.419-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel N essay'/><title type='text'>Bintangku di langit khatulistiwa</title><content type='html'>BINTANGKU DI LANGIT KHATULISTIWA&lt;br /&gt;Ketika semua mata tak lagi bersinar memandangmu&lt;br /&gt;Ketika wajah mulai berpaling darimu&lt;br /&gt;Ketika telinga tertutup tuk mendengar jeritanmu&lt;br /&gt;Ketika akal tak menghiraukanmu&lt;br /&gt;Ketika mulut mencercamu&lt;br /&gt;Saat harapan sudah pupus dipundakmu&lt;br /&gt;Di saat semua sibuk dengan dunianya sendiri&lt;br /&gt;Mungkin telah terkikis rasa bangga mengakuimu sebagai tumpah darah bagi sebagian diantara mereka tapi aku tetap bangga menjadi anak Indonesia seperti banggaku menjadi seorang muslim.&lt;br /&gt;Negeriku memang penuh dilema dan warna kelam kehidupan. Goresan zaman yang telah mengantarkannya dari zaman kerajaan-orde lama-orde baru-reformasi, ternyata belum mampu menciptakan kedewasaan dan kebijaksanaan. Negeriku rapuh, jauh dari kemandirian hingga harus menggantungkan diri pada negeri asing. Sampah, gizi buruk, pendidikan rendah, dan kemiskinan menjangkiti hampir diseluruh bagian tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kebanggaan akan kekayaannya laksana fatamorgana, saat disadari kita ternyata miskin. Hamparan hijau sawah, pegunungan yang menjulang tinggi, lautan yang berkilauan mutiara, dan tanah subur yang menggemaskan semua hanya bayangan yang tak tersentuh.&lt;br /&gt;Aku tahu itu bukanlah gurauan atau sekedar lalucon belaka yang mengiris hati. Tapi sebuah bintang masih kugantungkan di langit khatulistiwa. Sejuta harapan masih kutebar di hamparan permadani hutanmu. Impian masih kulukis dengan tinta emas peradabanmu. Aku bangga padamu.&lt;br /&gt;Diantara rasa banggaku ada tanya yang mengganggu hari-hariku kenapa mereka seakan tak peduli pada negeri ini?&lt;br /&gt;Suatu saat aku bertanya pada beberapa teman tentang tujuan mereka kuliah, sebagian menjawab demi ilmu. Semakin tinggi ilmu seseorang, semakin baik pekerjaan yang dapat diperolehnya kelak. Aku pun bertanya lagi pada yang lain, pekerjaan yang baik dan gaji tinggi itu semua untuk apasih? Mereka pun menjawab ya untuk kayalah, hidup makmur, bisa beli apa saja, jalan-jalan keluar negeri dsb. Tak ada yang peduli akan nasib negeriku. Memang tak banyak yang begitu egois memikirkan saku pribadi bahkan berjuang menghalalkan segala cara demi harta, popularitas dan kekuasaan.&lt;br /&gt;Walau semua menutup mata dan telinga akan nasib negeriku, seorang mahasiswi FKM masih berharap 2010 Indonesia akan menjadi Indonesia sehat sebagai langkah awal untuk menuju Indonesia yang makmur, produktif dan maju.&lt;br /&gt;Wajah negeriku memang sudah tak secantik dulu, kerutan demi kerutan mulai terlukis oleh gempa, longsor dan banjir. Tapi aku masih tetap mencintainya. Diumur yang tak lagi muda, tubuhmu tak sebugar dulu. Berbagai penyakit telah menggerogoti hampir disetiap bagian tubuhmu mulai dari penyakit kelaparan, kemiskinan, kebodohan sampai penyakit menular seperti korupsi yang mulai mengendemik.&lt;br /&gt;Indonesia, aku percaya suatu hari kelak kau kan bangkit dari tidur lelapmu. Setetes embun harapan di tanah tandus realitas kan tetap lahirkan impian. Kuharap suatu hari kelak negeriku kan kembali cantik dan sehat agar semua aspek kembali merayu dan menerimanya.&lt;br /&gt;30/11/08&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-8106322128648080173?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/8106322128648080173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=8106322128648080173&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/8106322128648080173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/8106322128648080173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2008/12/bintangku-di-langit-khatulistiwa.html' title='Bintangku di langit khatulistiwa'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-3277900581512133292</id><published>2008-11-26T20:03:00.000-08:00</published><updated>2009-03-04T20:30:35.720-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bait-Bait Puitis'/><title type='text'>Afwan Senior</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SS4cxE4RYpI/AAAAAAAAAEQ/9vIqw72hBOc/s1600-h/New+Image.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SS4cxE4RYpI/AAAAAAAAAEQ/9vIqw72hBOc/s200/New+Image.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273183843146359442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Afwan Senior&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aduh…..&lt;br /&gt;kembali kumengeluh&lt;br /&gt;saat wajah mulai bersimpah peluh&lt;br /&gt;bibir-bibir itu tak pernah kelu&lt;br /&gt;meneriaki sederet jiwa kami yang mulai pilu&lt;br /&gt;menggeliat hati di rongga dada membuatku jenuh&lt;br /&gt;meneriakkan gemerisik keluh&lt;br /&gt;haruskah kulari dari medan endemis&lt;br /&gt;tinggalkan penyakit batin yang mulai mengepidemi&lt;br /&gt;bersama wabah kader yang hanya mampu menepi&lt;br /&gt;afwan ,senior&lt;br /&gt;aku tak sanggup jadi lelucon teror&lt;br /&gt;tertunduk dari tatapan kosong yang tak bermakna&lt;br /&gt;berjalan dibawah naungan aturan yang hampa&lt;br /&gt;mungkin ku terlalu picik dalam menilik&lt;br /&gt;mengintai hazard jejak dari balik bilik&lt;br /&gt;memang aku masih hijau dalam kampus&lt;br /&gt;tapi,haruskah kudiam tak berkutik&lt;br /&gt;di sela tradisi duniamu yang entah sejak kapan&lt;br /&gt;ku tahu ,ada secercah sinar yang kau tawarkan&lt;br /&gt;namun tuk menggapainya sungguh melelahkan&lt;br /&gt;keluh dan peluh kami suplemen juangmu&lt;br /&gt;terpuruk sudah diri dalam titahmu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-3277900581512133292?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/3277900581512133292/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=3277900581512133292&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/3277900581512133292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/3277900581512133292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2008/11/afwan-senior.html' title='Afwan Senior'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SS4cxE4RYpI/AAAAAAAAAEQ/9vIqw72hBOc/s72-c/New+Image.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-1750474554645589574</id><published>2008-11-26T19:38:00.000-08:00</published><updated>2008-11-26T19:53:34.848-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jejak langkah yang tertinggal'/><title type='text'>Cintaku Tertinggal di MONAS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SS4YFBzaoiI/AAAAAAAAAEI/wAa5bYVHZMA/s1600-h/monas1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 139px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SS4YFBzaoiI/AAAAAAAAAEI/wAa5bYVHZMA/s200/monas1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273178688359932450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;CINTAKU TERTINGGAL DI MONAS&lt;br /&gt;Tak pernah terbayang olehku kalau aku kan bersua dengannya. semua mengalir bersama waktu. awal aku mengenalnya, ada kerinduan tuk bertemu dan bernaung padanya. tapi ia terlalu jauh untuk kuraih, ia terlalu indah tuk kusentuh.&lt;br /&gt;Semua hanya mampu kupupuk dalam impian. aku sadar siapalah diriku tak berdaya oleh ruang dan waktu.&lt;br /&gt;Alangkah senang hatiku saat kesempatan itu ada dan akhirnya aku dapat bernaung dibawah kemegahanmu, bercengkrama dengan hangatnya nafasmu, dan mampu bermesraan dengan elok rupamu.&lt;br /&gt;Walalu hanya 45 menit saja, rindu yang tersimpan telah tercurah bersama alunan merdu gemerisik udara sore. Entah kapan masa indah itu berulang?tapi cintaku telah tertinggal di pangkuanmu dan suatu saat nanti aku kan kembali tuk meraihnya karena ada cinta yang kusemai disepasang mata yang memandangmu sore itu bersama pandangan kagumku padamu,MONAS&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-1750474554645589574?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/1750474554645589574/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=1750474554645589574&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/1750474554645589574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/1750474554645589574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2008/11/cintaku-tertinggal-di-monas.html' title='Cintaku Tertinggal di MONAS'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SS4YFBzaoiI/AAAAAAAAAEI/wAa5bYVHZMA/s72-c/monas1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-204092828333964669</id><published>2008-11-09T19:50:00.000-08:00</published><updated>2008-11-18T01:17:10.593-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahan kuliah'/><title type='text'>perokok pasif dan aktif</title><content type='html'>&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUser-27%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} span.fullpost 	{mso-style-name:fullpost; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:1784029275; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-705553520 -1927640602 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-text:"1\.%1"; 	mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level2 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:1.0in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level3 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:1.5in; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level4 	{mso-level-tab-stop:2.0in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level5 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:2.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level6 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:3.0in; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level7 	{mso-level-tab-stop:3.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level8 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:4.0in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level9 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:4.5in; 	mso-level-number-position:right; 	text-indent:-9.0pt; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: center; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;PEROKOK AKTIF DAN PASIF    &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify; text-indent: -0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;  &lt;/span&gt;1.1&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Latar Belakang&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Merokok merupakan salah satu kebiasaan buruk yang bisa menyebabkan kecanduan seperti halnya kecanduan pada jenis obat tertentu. Merokok telah menjadi kebiasaan, gaya hidup tanpa memandang status sosial ekonomi, dari golongan bawah, menengah sampai atas. Kebiasaan merokok juga tidak memandang jenis pekerjaan, apakah itu petani, pedagang, tukang becak, manajer perusahaan, direktur dan sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: 31.5pt; line-height: 150%;"&gt;Secara global lebih dari 15 milyar rokok dihisap setiap harinya di seluruh dunia. Jumlah perokok pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 1,6 milyar. Padahal saat ini saja jumlah perokok telah mencapai 1,3 milyar. Pada tahun 2005 ada sebanyak 70.000 artikel ilmiah di dunia yang menyampaikan &lt;span class="fullpost"&gt;tembakau menyebabkan satu dari 10 kematian orang dewasa di seluruh dunia, dan mengakibatkan 5,4 juta kematian tahun 2006. Ini berarti rata-rata satu kematian setiap 6,5 detik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: 31.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Angka ini diperkirakan akan mencapai sekitar 10 juta per tahun pada 2030 jika perkembangan konsumsi merokok saat ini tidak berubah (WHO, 2004). Selain itu, konsumsi tembakau cenderung turun di negara maju, tetapi sebaliknya naik pesat di negara-negara sedang berkembang. Sekitar 3.420 milyar batang rokok dikonsumsi setiap tahun di dunia, dan tiga perempat dari seluruh pengguna tembakau berada di negara-negara berkembang (WHO, 2004).&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Diperkirakan, 900 juta (84 persen) perokok sedunia hidup di negara-negara berkembang atau transisi ekonomi termasuk di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: 31.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;The Tobacco Atlas mencatat, ada lebih dari 10 juta batang rokok diisap setiap menit, tiap hari, di seluruh dunia oleh satu miliar laki-laki, dan 250 juta perempuan. Sebanyak 50 persen total konsumsi rokok dunia dimiliki China, Amerika Serikat, Rusia, Jepang dan Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan di Asia, Indonesia menempati urutan ketiga terbanyak jumlah perokok yang mencapai 146.860.000 jiwa, sedangkan untuk dunia menempati urutan ke lima.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Dalam penjelasan Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2003 dikemukakan bahwa tingkat kematian akibat kebiasaan merokok di Indonesia telah mancapai 57.000 (lima puluh tujuh ribu) orang setiap tahunnya dan 4.000.000 (empat juta) kematian di dunia setiap tahunnya. Pada tahun 2030 diperkirakan tingkat kematian di dunia akibat konsumsi tembakau akan mencapai 10.000 (sepuluh ribu) orang setiap tahunnya, dengan sekitar 70% (tujuh puluh persen) terjadi di negara-negara berkembang termasuk Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Sulawesi Selatan merupakan propinsi dengan tingkat pengeluaran konsumsi rokok yang besar di Indonesia dan terus menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dari tahun 1996 sampai tahun 2006. Padahal Pemerintah telah mengeluarkan peraturan pemerintah tentang pengamanan Rokok bagi kesehatan sejak tahun 1991. Peningkatan tersebut menggambarkan banyaknya jumlah rokok yang dikonsumsi oleh perokok aktif di propinsi tersebut. Akibatnya, kemungkinan penduduk untuk terpapar asap rokok dan menjadi perokok pasif pun semakin besar. Sementara di sisi lain, propinsi Sulawesi Selatan mengalami peningkatan keluhan kesehatan yang cukup drastis bagi penyakit sesak nafas, asma, dan batuk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Dalam penelitian ini hanya akan melihat keluhan kesehatan pada penyakit jantung, asma/sesak nafas, dan batuk bagi penduduk propinsi Sulawesi Selatan 15 tahun ke atas yang merupakan perokok aktif dan perokok pasif di rumah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: 27pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN"&gt;Pemerintah Indonesia telah berupaya untuk mengawasi penggunaan tembakau melalui peraturan pemerintah yang pertama kali dikeluarkan pada tahun 1991 yaitu Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 255/Menkes/SK/V/1991 tentang Pengawasan Produk Tembakau. Dalam pengawasan penggunaan tembakau, antara lain terdapat peraturan pengawasan terhadap bahan kimia yang terdapat dalam tembakau yang berbahaya bagi kesehatan. Selanjutnya, pada tahun 1999 ditetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 1999 tentang Pengamanan Rokok Bagi Kesehatan yang kemudian diperbaharui dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2003 tentang Penamanan Rokok Bagi Kesehatan. Pada pasal 3 dari kedua peraturan tersebut dikatakan bahwa penyelenggaraan pengamanan rokok bagi kesehatan dilaksanakan dengan pengaturan kadar kandungan nikotin dan tar, persyaratan produksi dan penjualan rokok, persyaratan iklan dan promosi rokok, dan penetapan kawasan tanpa rokok.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pengeluaran peraturan tersebut tidak lain bertujuan untuk melindungi kesehatan masyarakat akibat adanya bahaya merokok, membudayakan hidup sehat, menekan perokok pemula terutama remaja dan kalangan perempuan, dan melindungi perokok pasif. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Merokok sangat membahayakan kesehatan. Asap rokok yang mengandung ribuan bahan kimia beracun baik berupa partikel maupun gas tidak hanya mengakibatkan gangguan kesehatan pada orang yang merokok, namun juga kepada orang-orang di sekitarnya yang tidak merokok dan terpaksa menjadi perokok pasif. &lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;&lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;Analisa WHO dalam Alwi (1990) melaporkan bahwa asap rokok yang dihisap lebih besar bagi perokok pasif dibandingkan perokok aktif. Asap yang keluar dari ujung rokok (sidestream) terbukti mengandung lebih banyak hasil pembakaran tembakau dibanding asap utama (mainstream). Di samping itu, berbagai studi menunjukkan peluang non perokok yang tinggal serumah dengan perokok untuk terjangkit salah satu penyakit yang disebabkan oleh rokok mencapai 1,3 kali lebih besar bila dibandingkan dengan non perokok yang tinggal serumah dengan non perokok.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 27pt; text-align: justify; text-indent: 40.5pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;Berdasarkan data SUSENAS terjadi peningkatan pengeluaran konsumsi rokok yang cukup signifikan. Keluhan kesehatan pada penyakit batuk, sesak nafas, dan asma menunjukkan peningkatan yang cukup drastis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="EN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-204092828333964669?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/204092828333964669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=204092828333964669&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/204092828333964669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/204092828333964669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2008/11/perokok-pasif-dan-aktif.html' title='perokok pasif dan aktif'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-7630002860964606364</id><published>2008-11-03T22:21:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T20:03:45.863-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My diary'/><title type='text'>My Diary</title><content type='html'>&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUser-3%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-alt:"Arial Rounded MT Bold"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:Broadway; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-alt:"Curlz MT"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:decorative; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-family: Broadway;"&gt;MUNGKIN AKU SALAH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Aku terlalu banyak bermimpi dan akupun terlalu banyak berharap dalam hidup ini. Aku tahu, manusia takkan pernah puas. Begitupun aku, ingin rasanya menjadi apa yang aku inginkan. Walau itu semua terlalu tinggi tuk kugapai.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Memang, aku tak mau putus asa dan terus menggantungkan impian itu namun semua hanya mampu tergantung tanpa kubisa meraihnya. AKU BISA UNTUK MERAIHNYA. Aku yakin akan hal itu tapi kenapa aku diam dan terhimpit oleh mimpi-mimpi itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Mungkin aku salah. Selama ini aku terlalu PD hingga menganggap diri hebat. Aku salah dalam menilai diriku.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku terlalu puas dengan diriku. Aku lalai…aku buta dan tuli oleh egoku… mungkin semua salah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Aku bagai Sang Pemimpi yang tak mampu bangun dari mimpi. Semua terasa indah namun hanya dalam impian. Aku tak pernah melirik dunia dibalik mata yang terlena oleh mimpi. Aku bagai tak mampu bangkit dari tidur yang membuai impian.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Kenapa aku harus terpuruk dalam impian? Bangun ANI!!!...&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Tataplah hidupmu! Bukan mimpi yang harus terus diukir, tapi fakta yang harus dilukis. Kita tidak hidup di negeri impian tapi di dunia nyata.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Ani…kita boleh bermimpi tapi bangkitlah untuk meraihnya. Terus belajar dan jangan merasa diri hebat karena masih ada orang yang jauh lebih hebat. Mungkin rasa itu hanya bagimu bukan bagi mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;8 juli 2008&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-7630002860964606364?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/7630002860964606364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=7630002860964606364&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/7630002860964606364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/7630002860964606364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2008/11/my-diary.html' title='My Diary'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-7672883883818242216</id><published>2008-11-02T23:21:00.000-08:00</published><updated>2008-11-18T21:44:11.905-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pesan dari langit'/><title type='text'>Pesan dari langit</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SQ6qwOlnXiI/AAAAAAAAADo/NbINfc4kQlo/s1600-h/its-about-justice.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SQ6qwOlnXiI/AAAAAAAAADo/NbINfc4kQlo/s200/its-about-justice.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264332759968996898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;DAKWAH ITU INDAH&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; Dakwah itu indah, jadi jangan pernah mengotorinya!&lt;br /&gt;Dakwah itu berat, jadi jangan pernah menghilangkan kekutan untuk menjalaninya!&lt;br /&gt;Dakwah itu banyak godaannya, jadi jangan pernah terlena olehnya!&lt;br /&gt;Dakwah itu banyak cobaannya, jadi jangan pernah lemah karenanya!&lt;br /&gt;Dakwah itu penuh dengan ridho Allah, jadi jangan pernah meninggalkannya, Saudariku&lt;br /&gt;SELAMAT BERJUANG!!!! (k'Ani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;PENYAKIT DAKWAH&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; Setiap sesuatu pasti ada penyakitnya...&lt;br /&gt;Penyakit bicara adalah bohong.&lt;br /&gt;Penyakit ilmu adalah lupa.&lt;br /&gt;Penyakit ibadah adalah riya.&lt;br /&gt;Penyakit akhlak mulia adalah kagum pada diri sendiri.&lt;br /&gt;Penyakit berani adalah menyerang.&lt;br /&gt;Penyakit dermawan adalah mengungkapkan pemberian.&lt;br /&gt;Penyakit cantik adalah sombong.&lt;br /&gt;Penyakit bangsawan adalah membanggakan diri.&lt;br /&gt;Penyakit malu adalah lemah.&lt;br /&gt;Penyakit mulia adalah menyombongkan diri.&lt;br /&gt;Penyakit kaya adalah kikir.&lt;br /&gt;Penyakit royal adalah hidup mewah.&lt;br /&gt;Penyakit agama adalah nafsu yang diperturutkan.(k'Haris)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERBENAHLAH!&lt;br /&gt;Gantilah halaqah bermainmu dengan halaqah Qurán dan ilmu.&lt;br /&gt;Nyanyian dengan zikir dan tangis.&lt;br /&gt;Kekacauan dengan istiqomah.&lt;br /&gt;Sikap bandel dengan komitmen.&lt;br /&gt;Keburukan dengan kebaikan.&lt;br /&gt;SEMANGAT!!!BE THE BEST.(K'Nany)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-7672883883818242216?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/7672883883818242216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=7672883883818242216&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/7672883883818242216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/7672883883818242216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2008/11/pesan-dari-langit.html' title='Pesan dari langit'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SQ6qwOlnXiI/AAAAAAAAADo/NbINfc4kQlo/s72-c/its-about-justice.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-8526243168237561320</id><published>2008-10-28T00:57:00.000-07:00</published><updated>2008-11-18T21:52:28.216-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel N essay'/><title type='text'>"Laskar pelangi"kukagumi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SQ6tKgkoRrI/AAAAAAAAADw/3nrJl3ju_4o/s1600-h/cover+laskar+pelangi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 149px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SQ6tKgkoRrI/AAAAAAAAADw/3nrJl3ju_4o/s200/cover+laskar+pelangi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264335410496554674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Aku kagum pada "laskar pelangi"&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Novel laskar pelangi yang baru saja di filmkan sungguh menarik antusias penonton yang sangat membludak. termasuk aku yang tergila-gila dengan kisah Laskar pelangi.Kisah 10 bocah Belitong yang berjuang demi menuntut ilmu. Perjuangan yang sungguh tak terperih lelah dan letihnya . perjuangan yang tak selamanya berujung bahagia seperti Lintang yang terpuruk dalam derita dan ekonomi keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film Laskar pelangi yang disutradarai oleh Riri Reza sungguh membuat aku terkesan. Sebuah film yang luar biasa dengan latar belakang yang mirip banget dengan Belitong zaman itu dan pemain yang mirip banget dengan ilustrasi Andrea h.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menontonnya saya rela menunggu dari jam 15.45 sampai jam 17.55.Waktu menontonnya aku kadang tertawa, senyum-senyum sendiri,bahkan menangis terutama saat Lintang memutuskan untuk berhenti sekolah.aku tak kuasa menahan air mataku. Sebuah kata yang sangat menyayat jiwaku yaitu " Lintang, dialah murid pertama bu Mus. anak pesisir yang selalu berusaha datang lebih awal namun dialah orang pertama yang meninggalkan sekolah ini"&lt;br /&gt;Sebuah inspirasi terpancar dari film ini. inspirasi untuk tak pernah menyerah,jangan putus asa dan selalu semangat untuk mengejar mimpi.&lt;br /&gt;Andai saja anak negeri ini punya semangat seperti mereka aku yakin Indonesia akan kita bangun bersama. Kita tak seburuk nasib mereka, tapi mengapa semangat kita tak sama dengan mereka? Mereka dililit kondisi perekonomian yang mengekang tapi kita Alhamdulillah tak separah mereka, tapi mengapa kita seakan takut bermimpi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpinya Arai untuk sekolah di Paris adalah mimpiku yang selalu kupupuk jua.Eiffel tunggu aku..insya Allah aku kan datang.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-8526243168237561320?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/8526243168237561320/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=8526243168237561320&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/8526243168237561320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/8526243168237561320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2008/10/laskar-pelangikukagumi.html' title='&quot;Laskar pelangi&quot;kukagumi'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SQ6tKgkoRrI/AAAAAAAAADw/3nrJl3ju_4o/s72-c/cover+laskar+pelangi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-6663488248060255715</id><published>2008-10-17T00:54:00.000-07:00</published><updated>2008-11-18T21:57:39.927-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My diary'/><title type='text'>Sekedar kagum</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SPhHNw53pHI/AAAAAAAAADY/-UOWnoJJDZ0/s1600-h/tommy_kurniawan2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SPhHNw53pHI/AAAAAAAAADY/-UOWnoJJDZ0/s200/tommy_kurniawan2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258030866746549362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SPhGznNzV1I/AAAAAAAAADQ/hghoKMYY1OQ/s1600-h/Tommy+Kurniawan_ad.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SPhGznNzV1I/AAAAAAAAADQ/hghoKMYY1OQ/s200/Tommy+Kurniawan_ad.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258030417469200210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;SEKEDAR KAGUM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; mungkin itulah perasaan yang kurasakan buat Tommi Kurniawan, sang aktor. Aku tak tahu entah kapan aku mulai menggemarinya. Teman - teman aku kadang suka ngeledek dan histeris kalau Tommi muncul di tv. Tapi ada juga yang kadang berbuat konyol.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu hari mereka mengedit foto aku dengan Tommi berdampingan.Layaknya sepasang kekasih, aku pakai jilbab putih dan dia pakai topi putih.GILA....&lt;br /&gt;Ada satu hal yang mereka belum tahu kalau Tommi mirip banget dengan mantanku.Kadang aku pling plang.. suka ama Tommi dulu atau si doi ?&lt;br /&gt;Yang jelas awalnya, aku nerima cintanya si doi karena ia mirip banget dengan Tommi. Tapi sekarang kami udah pisah jauuh banget. Menyeberangi lautan dan pulau. Dan kalau aku melihat Tommi di tv aku langsung ingat si doi dan membuka lembaran lama.Mungkin selama Tommi masih nongol di tv aku akan ingat si doi.&lt;br /&gt;Aku cuma sekedar kagum kok, dan ingin tahu banyak tentangnya layaknya fans berat. Tapi di hatiku hanya ada satu idola yaitu Muhammad SAW forever&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-6663488248060255715?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/6663488248060255715/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=6663488248060255715&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/6663488248060255715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/6663488248060255715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2008/10/sekedar-kagum.html' title='Sekedar kagum'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SPhHNw53pHI/AAAAAAAAADY/-UOWnoJJDZ0/s72-c/tommy_kurniawan2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-870933252477629780</id><published>2008-10-16T01:05:00.000-07:00</published><updated>2008-10-16T01:26:43.819-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='info'/><title type='text'>apasih beastudi ETOS itu?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SPb6CI_6JTI/AAAAAAAAADI/zdgrjshDTRQ/s1600-h/Copy+%282%29+of+IMG_1413.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SPb6CI_6JTI/AAAAAAAAADI/zdgrjshDTRQ/s200/Copy+%282%29+of+IMG_1413.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257664529683850546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;    APASIH BEASTUDI ETOS ITU?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; Beastudi Etos merupakan salah satu bentuk beasiswa bagi calon mahasiswa yang akan meneruskan pendidikannya ke bangku kuliah di 11 perguruan tinggi di 9 kota besar di Indonesia. Adapun Beastudi Etos sampai saat ini diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang akan kuliah di UNAND, UI, IPB, ITB, UNPAD, UNDIP, UGM, ITS, UNIBRAW, UNAIR, dan UNHAS.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="more-121"&gt;&lt;/span&gt; Beasiswa dalam bentuk uang saku sebesar 350-400rb dan asrama yang dilengkapi dengan pembinaan dan fasilitas2 lainnya seperti jumpa tokoh, kajian strategis dan lain2 ini sampai saat ini sudah sampe tahun ke 4, yang dimulai tahun 2004. Para penerima Beastudi Etos yang disebut Etoser merupakan mahasiswa2 cerdas dan unggul meskipun dengan keterbelakangan finansial, hal itu dapat dilihat dari kontribusi mahasiswa2 didikan Etos di universitas masing2.&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; Etoser dengan jargonnya PANITIA ORANG SUKSES INDONESIA, diharapkan dapat menjadi pemuda-pemuda bangsa yang dapat berperan aktif untuk menuju Indonesia yang lebih baik, dengan perbuatan yang nyata bukan hanya kata2..&lt;br /&gt;  Tapi apakah seperti itu tampilan semua Etoser?khususnya Makassar...&lt;br /&gt;ETOS dengan berbagai keoptimisan, melangkah dengan langkah pasti tuk mencetak generasi baru pembangun bangsa yang lebih baik,tapi apakah semangat itu telah terpatri di semua jiwa Etoser???&lt;br /&gt;aku mulai ragu, saat melihat fenomena yang ada. Mungkin sebagian mulai redup dalam jiwanya?. Aku takut fenomena itu layaknya fenomena gunung es.&lt;br /&gt;Tapi semoga TIDAK..&lt;br /&gt;Sungguh kuakui bahwa beastudi ini telah memberikan yang terbaik dalam hidupku. Ia telah mengubah cara hidup dan berpikirku.&lt;br /&gt;  Bagi calon mahasiswa ayo daftar dan ikuti seleksi Beastudi ETOS!!!!&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-870933252477629780?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/870933252477629780/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=870933252477629780&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/870933252477629780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/870933252477629780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2008/10/apasih-beastudi-etos-itu.html' title='apasih beastudi ETOS itu?'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SPb6CI_6JTI/AAAAAAAAADI/zdgrjshDTRQ/s72-c/Copy+%282%29+of+IMG_1413.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-1850514865394975740</id><published>2008-05-19T00:37:00.000-07:00</published><updated>2008-11-17T22:13:37.670-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang ETOS'/><title type='text'>Berbagi cerita bersama Etoser 06</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SDE8ZzRE-tI/AAAAAAAAABo/QGM8WNOSpdc/s1600-h/jilbab_kartun.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SDE8ZzRE-tI/AAAAAAAAABo/QGM8WNOSpdc/s200/jilbab_kartun.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202005458545867474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Etoser adalah para penerima beastudi ETOS. Ada 18 orang untuk angkatan 2006, 18 diantaranya adalah perempuan.Ada Eq,Ella,Ade,Cia,Mila,Indi,Mery,dan aku. Merekalah tempat aku berbagi cerita hampir setiap saat karena mereka sangat berarti bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Bila harus bercerita tentang kami terlalu banyak kekonyolan ,mimpi,canda bahkan amarah yang terurai. Emang sih diantara kami begitu banyak perbedaan.Eq yang kalem,Ella yang agak keras dan susah diatur, Ade yang kekanak-kanakan,Cia yang kadang suka ngambek tapi peduli,Mila yang suka bercanda ,Indi yang selalu tersenyum,Mery yang santai tapi serius and aku yang apa ya..?sedikit dewasa tapi ribut.Tapi jangan salah kami kompak banget lo, baik dalam kebaikan maupun kejahatan ..he..he..maksudnya solid banget deh termasuk jamaah terlambat ke acara2.Makannya pun sering sepiring bertiga (he..he nggak ada piring bersih )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami juga punya impian yang sama yaitu jalan -jalan keluar negeri, ada yang mau ke Belanda ,ada yang mau ke Amerika ,ada yang mau ke Inggris dan aku yang mau ke Paris.Bahkan lebih gilanya lagi tadi pagi kami berencana tahun 2012 nanti mau umrah bareng (apa ndak gila tuh), bahkan mau ngajak sekalian suami2nya kalo udah pada nikah nanti..he..he&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu kami sungguh lugu dan nakal bahkan jahil banget bahkan waktu kami masih tinggal di asrama ikhwan, para ikhwannya sampe nda tahan dgn ributnya kami. Tapi sekarang kami sudah mulai dewasa lo,jilbab2nya kami juga uda pada syar'i lo.&lt;br /&gt;Merekalah teman-temanku yang selalu memberi warna hari-hariku.&lt;br /&gt;Aku kan merindukanmu ukhti!!!!&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-1850514865394975740?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/1850514865394975740/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=1850514865394975740&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/1850514865394975740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/1850514865394975740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2008/05/berbagi-cerita-bersama-etoser-06.html' title='Berbagi cerita bersama Etoser 06'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SDE8ZzRE-tI/AAAAAAAAABo/QGM8WNOSpdc/s72-c/jilbab_kartun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-3445033090394484600</id><published>2008-05-15T01:38:00.000-07:00</published><updated>2008-11-18T21:53:50.570-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islami'/><title type='text'>Salah Satu Keajaiban Al Qur'an</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SCv54zRE-sI/AAAAAAAAABg/fBDXIJqmkmY/s1600-h/untitled.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200524948959197890" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SCv54zRE-sI/AAAAAAAAABg/fBDXIJqmkmY/s200/untitled.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="center"&gt;KEAJAIBAN AL QUR'AN TENTANG JENIS KELAMIN&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Kromosom Y membawa sifat-sifat kelelakian, sedangkan kromosom X berisi sifat-sifat kewanitaan. Di dalam sel telur ibu hanya dijumpai kromosom X, yang menentukan sifat-sifat kewanitaan. Di dalam air mani ayah, terdapat sperma-sperma yang berisi kromosom X atau kromosom Y saja. Jadi, jenis kelamin bayi bergantung pada jenis kromosom kelamin pada sperma yang membuahi sel telur, apakah X atau Y. Dengan kata lain, sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut, penentu jenis kelamin bayi adalah air mani, yang berasal dari ayah. Pengetahuan tentang hal ini, yang tak mungkin dapat diketahui di masa Al Qur'an diturunkan, adalah bukti akan kenyataan bahwa Al Qur'an adalah kalam Allah.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;     Hingga baru-baru ini, diyakini bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh sel-sel ibu. Atau setidaknya, dipercaya bahwa jenis kelamin ini ditentukan secara bersama oleh sel-sel lelaki dan perempuan. Namun kita diberitahu informasi yang berbeda dalam Al Qur'an, yang menyatakan bahwa jenis kelamin laki-laki atau perempuan diciptakan "dari air mani apabila dipancarkan".&lt;br /&gt;"Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari air mani, apabila dipancarkan." (Al Qur'an, 53:45-46)&lt;br /&gt;     Cabang-cabang ilmu pengetahuan yang berkembang seperti genetika dan biologi molekuler telah membenarkan secara ilmiah ketepatan informasi yang diberikan Al Qur'an ini. Kini diketahui bahwa jenis kelamin ditentukan oleh sel-sel sperma dari tubuh pria, dan bahwa wanita tidak berperan dalam proses penentuan jenis kelamin ini.&lt;br /&gt;     Kromosom adalah unsur utama dalam penentuan jenis kelamin. Dua dari 46 kromosom yang menentukan bentuk seorang manusia diketahui sebagai kromosom kelamin. Dua kromosom ini disebut "XY" pada pria, dan "XX" pada wanita. Penamaan ini didasarkan pada bentuk kromosom tersebut yang menyerupai bentuk huruf-huruf ini. Kromosom Y membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kelelakian, sedangkan kromosom X membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kewanitaan.&lt;br /&gt;       Pembentukan seorang manusia baru berawal dari penggabungan silang salah satu dari kromosom ini, yang pada pria dan wanita ada dalam keadaan berpasangan. Pada wanita, kedua bagian sel kelamin, yang membelah menjadi dua selama peristiwa ovulasi, membawa kromosom X. Sebaliknya, sel kelamin seorang pria menghasilkan dua sel sperma yang berbeda, satu berisi kromosom X, dan yang lainnya berisi kromosom Y. Jika satu sel telur berkromosom X dari wanita ini bergabung dengan sperma yang membawa kromosom Y, maka bayi yang akan lahir berjenis kelamin pria.&lt;br /&gt;       Dengan kata lain, jenis kelamin bayi ditentukan oleh jenis kromosom mana dari pria yang bergabung dengan sel telur wanita.&lt;br /&gt;      Tak satu pun informasi ini dapat diketahui hingga ditemukannya ilmu genetika pada abad ke-20. Bahkan di banyak masyarakat, diyakini bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh pihak wanita. Inilah mengapa kaum wanita dipersalahkan ketika mereka melahirkan bayi perempuan.&lt;br /&gt;Namun, tiga belas abad sebelum penemuan gen manusia, Al Qur'an telah mengungkapkan informasi yang menghapuskan keyakinan takhayul ini, dan menyatakan bahwa wanita bukanlah penentu jenis kelamin bayi, akan tetapi air mani dari pria.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;MARI PELAJARI AL QUR'AN&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-3445033090394484600?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/3445033090394484600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=3445033090394484600&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/3445033090394484600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/3445033090394484600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2008/05/salah-satu-keajaiban-al-quran.html' title='Salah Satu Keajaiban Al Qur&apos;an'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SCv54zRE-sI/AAAAAAAAABg/fBDXIJqmkmY/s72-c/untitled.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-6810090008843572830</id><published>2008-05-12T19:39:00.000-07:00</published><updated>2009-03-04T20:40:33.637-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahan kuliah'/><title type='text'>jendela ilmiah</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Kesehatan Reproduksi Wanita dalam Islam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Posted by: admin on Saturday, October 23, 2004 - 12:00 AM&lt;/span&gt;&lt;a class="pn-normal" href="http://www.pks-anz.org/modules.php?op=modload&amp;amp;name=News&amp;amp;file=index&amp;amp;catid=&amp;amp;topic=6"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;   Islam sebagai ad-Dien merupakan pedoman hidup yang mengatur dan membimbing manusia yang berakal untuk kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat. Sisi-sisi kehidupan manusia sekecil apapun telah menjadi perhatian Islam, termasuk dalam hal ini yang berkaitan dengan kesehatan. Ia merupakan nikmat dari Allah yang luar biasa nilainya, karena itu ia merupakan amanah yang menjadi kewajiban bagi setiap pribadi untuk menjaganya dengan memelihara kesehatan secara sungguh-sungguh.Kesehatan adalah sesuatu yang sangat vital sekali bagi kehidupan manusia, disamping kebutuhan sandang, pangan dan papan, karena kesehatan merupakan sarana dalam mencapai kehidupan yang bahagia. Kebutuhan hidup yang tersedia tidak akan berguna dan menjadi hambar apabila tidak diiringi dengan kesehatan badan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;   Dalam hal ini Rasulullah saw bersabda sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas :&lt;br /&gt;Perhatikanlah lima perkara ini sebelum datang lima perkara : 1. Hidupmu sebelum datang ajalmu; 2. Jagalah kesehatanmu sebelum datang sakitmu; 3. Manfaatkan sebaik-baiknya kesempatanmu sebelum datang kesibukanmu; 4. Manfaatkan masa mudamu sebelum datang masa tuamu; 5. Manfaatkan kekayaanmu sebelum datang masa fakirmu." (HR. Ahmad dan Baihaqi).&lt;br /&gt;    Disamping itu setiap muslim yang sakit di perintahkan pula untuk berobat kepada ahlinya dan perbuatan tersebut juga bernilai ibadah sebagaimana yang pernah di sabdakan oleh Nabi saw. "Berobatlah wahai hamba-hamba Allah, karena sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan suatu penyakit, kecuali telah diturunkan pula obatnya, selain penyakit yang satu, yaitu penyakit tua (pikun)." HR.Ahmad, Ibnu Hibban,Hakim.&lt;br /&gt;   Islam mengajarkan prinsip-prinsip kesehatan, kebersihan dan kesucian lahir dan batin. Antara kesehatan jasmani dengan kesehatan rohani merupakan kesatuan system yang terpadu, sebab kesehatan jasmani dan rohani menjadi syarat bagi tercapainya suatu kehidupan yang sejahtera di dunia dan kebahagiaan di akhirat.&lt;br /&gt;   Sistem kesehatan dalam Islam tercermin dalam ajaran syariat yang mewajibkan perbuatan membersihkan diri dari kotoran (najis), dari hadats dan dari kotoran hati semua itu berada dalam satu paket ibadah seperti wudhu', mandi, shalat dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;   Kita sudah mengenal bahwa pangkal dari kesehatan adalah kebersihan, bahkan melalui ajaran-ajaran Rasulullah kita dituntun untuk senantiasa memperhatikan masalah kebersihan. Kaedah ushuliyah mengatakan : Kesehatan jasmani didahulukan dari pada kesempurnaan agama sementara kebersihan itu adalah sebagian dari iman. Jadi iman merupakan pokok ajaran untuk berbuat secara sehat, Islam misalnya menunjukkan kebersihan dan kesucian dalam lima bagian, kebersihan dan kesucian rumah dan perkarangan, badan, pakaian, makanan serta kebersihan dan kesucian ruh dan hati.&lt;br /&gt;   Kesehatan baik jasmani atau rohani merupakan nikmat dan rahmat Allah yang setinggi-tingginya, harta benda dan jabatan tidak ada gunanya apabila jasmani dan rohani sakit. Jasmani dan rohani yang sehat merupakan pangkal kebahagiaan dan kesenangan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Secara lebih khusus, perhatian Islam terhadap masalah kesehatan reproduksi wanita sedemikian besar, ini tercermin dalam hal :&lt;br /&gt;Pelarangan berduaan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom, sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori, Rasulullah saw bersabda : Janganlah sekali-kali seorang laki-laki berdua-duaan dengan seorang wanita di tempat yang sepi kecuali jika ada mahrom. Pelarangan ini merupan tindakan preventif agar tidak terjadinya perzinahan (hubungan seksual di luar pernikahan) yang merupakan perbuatan terlarang. Sebab dampak yang ditimbulkan dari perzinahan adalah dapat menyebabkan kehamilan yang tidak dikehendaki (unwanted pregnancy) yang ujungnya adalah aborsi sedangkan aborsi itu sendiri dapat menimbulkan berbagai penyakit, di antaranya kemandulan atau timbulnya berbagai macam penyakit kelamin salah satunya adalah AIDS. Yang banyak dirugikan adalah kaum wanita itu sendiri.&lt;br /&gt;    Pelarangan ini menunjukkan betapa besar perhatian Islam terhadap kesehatan reproduksi wanita, agar setiap orang menjaganya dengan baik sehingga seorang wanita dapat menjalankan fungsi reproduksinya secara sehat dan bertanggung jawab.&lt;br /&gt;Menganjurkan pernikahan sebagai bentuk perlindungan agar reproduksi menjadi sehat dan bertanggung jawab.&lt;br /&gt;    Tidak berhubungan ketika istri sedang haid (QS.2:222).Memberikan hak pada wanita untuk mendapatkan perlakuan yang baik dari semua pihak misalnya hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan pada saat hamil dan menyusui. Dalam saat seperti ini suami berkewajiban menjaga istrinya yang sedang hamil atau menyusui agar selalu dalam keadaan sehat, baik secara fisik maupun mental. Bahkan Allah swt dalam al-Quran menegaskan kondisi wanita yang hamil dalam keadaan lemah (Qs. Lukman : 13 dan al-Ahqof : 15). Oleh karena perhatian yang sangat besar terhadap kondisi tersebut, maka wanita hamil dan menyusui tidak diwajibkan untuk beribadah puasa.&lt;br /&gt;   Memberikan hak pada wanita untuk mengatur kelahiran. Islam memberikan petunjuk kepada wanita agar reproduksi dilakukan dengan mengatur jarak kelahiran. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan yang tidak diinginkan seperti meninggal ketika melahirkan karena lemah fisik atau badan tidak sehat. Dan juga untuk memenuhi kebutuhan bayi terhadap ASI, karena ASI itu sendiri sangat besar manfaatnya bagi kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan bayi. Isyarat tersebut ada di dalam Qs. Al-Baqoroh : 233 : Para ibu hendaklah menyusukan anaknya selama dua tahun penuh yaitu yang bagi ingin menyempurnakan penyusuan. Dalam Qs. Al-Ahqof : 15 : Mengandungnya sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan. Artinya jarak kelahiran bisa terjadi kurang lebih 3 tahun.&lt;br /&gt;   Demikianlah perhatian Islam secara langsung maupun tidak langsung terhadap kesehatan reproduksi wanita. (Herlini PIP PKS-ANZ pks-anz.org)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-6810090008843572830?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/6810090008843572830/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=6810090008843572830&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/6810090008843572830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/6810090008843572830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2008/05/jendela-ilmiah.html' title='jendela ilmiah'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-4572218033399907949</id><published>2008-05-12T18:49:00.000-07:00</published><updated>2008-11-26T21:02:08.604-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jejak langkah yang tertinggal'/><title type='text'>pecahan keempat(my school)</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;SEBONGKAH KENANGAN DI KAMPUS CEMARA&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;(SMAN 1 MANIANGPAJO)&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; Roda waktu tak pernah lelah berputar mengantarkan manusia melewati tiap lingkaran kehidupannya masing-masing. Aku pun telah jauh melangkah menapaki tiap sudut lingkaran itu,tanpa harus menolak setiap nasib yang menghadang di depan jalanan yang kan terlewati.Semua tak mampu dihentikan hingga aku terbentur pada suatu realita bahwa ada sudut yang tak mampu dilupakan yaitu kenangan masa SMA di Kampus Cemara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt; Tiga tahun di sana cukup menggores dalam sanubari kisah-kisah indah yang terjalin mewarnai masa ceria anak sekolah. Kampus Cemara memperkenalkan aku dengan para guru yang budiman, organisasi yang hebat dan seru,senior yang awalnya galak di MOS namun teman yang bersahaja,para pegawai yang ramah dan siap melayani kami. Serta mata pelarajan yang ribet,terutama matematika &lt;/span&gt; yang&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; pernah aku benci namun pak Hanaping menumbuhkan rasa cinta dalam hatiku padanya (&lt;em&gt;terimakasih).&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;em&gt;  &lt;/em&gt;Aku pernah terjatuh dalam keraguan akan masa depan tapi impian kembali terukir indah saat aku bergaul di lingkungan Kampus Cemara yang hijau.Sejuta inspirasi kutemui di dalamnya walau beribu kenangan pahit pun pernah ku rasakan di sana .&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt; Mungkin aku yang tak tahu memaknai hidup kala itu tapi yakinlah wahai para pembaca dan adik-adiku serta sohibku di manapun kini duduk bermain di dunia maya Kampus Cemara adalah kampus kita yang membingkai kenangan masa SMA kita terlalu indah dalam sejuta kisah remaja yang telah menggiring langkah ke pintu sukses.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Tak ada kata yang mampu mengurai kisah di Kampus Cemara tercinta .Aku rindu untuk bersua kembali denganmu, aku tak akan melupakan pintu gerbangmu yang menjadi awal pintu sukses kami, &lt;em&gt;para alumni&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-4572218033399907949?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/4572218033399907949/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=4572218033399907949&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/4572218033399907949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/4572218033399907949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2008/05/pecahan-keempatmy-school.html' title='pecahan keempat(my school)'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-8743024662327630005</id><published>2008-05-06T02:02:00.000-07:00</published><updated>2009-03-04T20:33:55.059-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bait-Bait Puitis'/><title type='text'>pecahan ketiga(puisiku)</title><content type='html'>&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="center"&gt;MENDUNG SEPENGGALAN&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="center"&gt;ANI DZAKIYAH &lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm" align="center"&gt;&lt;/p&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5197483571513322178" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 113px; CURSOR: hand; HEIGHT: 168px; TEXT-ALIGN: center" height="241" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SCErxVX66sI/AAAAAAAAAA4/509rmSx3hEs/s320/100_5346.jpg" width="135" border="0" /&gt; Bekas langkah kecilku tersandung kerikil setapak&lt;br /&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm"&gt;Lekas lunglai bersama mendung dekil sepenggalan&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm"&gt;Tetes resah menyelinap dalam shimponi pelan &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm"&gt;Terbawa angin menyelimuti mozaik yang mulai retak&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm"&gt;Mungkin mata picik dalam melirik makna &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; TEXT-INDENT: 1.27cm"&gt;Memecah cahaya rembulan dalam gelap&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; TEXT-INDENT: 1.27cm"&gt;Mudah ku tanam asa saat terlelap&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; TEXT-INDENT: 1.27cm"&gt;Membuai cita sekedar impian&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; TEXT-INDENT: 1.27cm"&gt;                                                                                                                                                                                                   Kuberlalu dengan sebongkah duka&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm"&gt;Kelam sisi hati tersembunyi dalam dusta&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm"&gt;Terhimpit rona pilu mendung sepenggalan&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm"&gt;Tercekal memuai gelap dibalik rembulan&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm"&gt;Hati tersungkur diatas lantai juang&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; TEXT-INDENT: 1.27cm"&gt;Tersapu niat suci tuk kembali bangkit&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; TEXT-INDENT: 1.27cm"&gt;Merangkai kisah dizona empiris&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm; TEXT-INDENT: 1.27cm"&gt;Saat kumulai memandang bintang&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm"&gt;Mendung itu tetap sepenggalan &lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm"&gt;13 April 2008&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm"&gt;Saat impian memuai&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0cm"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-8743024662327630005?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/8743024662327630005/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=8743024662327630005&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/8743024662327630005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/8743024662327630005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2008/05/pecahan-ketigapuisiku.html' title='pecahan ketiga(puisiku)'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SCErxVX66sI/AAAAAAAAAA4/509rmSx3hEs/s72-c/100_5346.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-5979942440255819367</id><published>2008-05-06T01:42:00.000-07:00</published><updated>2008-11-18T21:53:02.374-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel N essay'/><title type='text'>pecahan kedua (artikel N essay)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SCAddFX66rI/AAAAAAAAAAw/SY-2vKxdjZk/s1600-h/4118678537.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SCAddFX66rI/AAAAAAAAAAw/SY-2vKxdjZk/s320/4118678537.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5197186355481471666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;b&gt;Bumiku Rapuh Dalam Genggaman Pemanasan Global&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="center" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Harviani&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 1.59cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Planet yang di tempati manusia kini tua dan rapuh. Umur Bumi diperkirakan sekitar 4,5 Milyar tahun, sangat tua bukan?. Makin tua bumi ini , manusia semakin rajin memolesnya. Gedung pencakar langit di mana-mana, hutan dipersempit demi pemukiman dan pertanian, dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;barang elektronik berbagai merek merajalela&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;, tanpa &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt; pernah memikirkan implikasi dari semua itu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 1.59cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Bumi kita tak lagi hijau. Dia kini rapuh dengan berjuta luka disekujur tubuhnya bahkan gejala kronik pemanasan global mulai menghantui.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 1.59cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Mungkin selama ini kita menganggap bahwa pemanasan global hanya sebuah isu yang entah kapan terbukti dan menjadikannya bahan obrolan di sela-sela kesibukan saja. Tapi, kini mata kita terbelalakkan dengan sebuah fakta yang cukup mengagetkan dan mengkhawatirkan. Belum lama, sebuah harian ibu kota&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;memberitakan tentang longsornya balok es Antartika yang besarnya kira-kira dua pertiga kota Jakarta (&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;i&gt;Kompas&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;, 27/3). Padahal selama 1.500 tahun, balok es tersebut aman-aman saja. Ini adalah fakta bahwa bumi dalam masa kritis dan perlu di waspadai, karena perubahan iklim dan pemanasan global bukan sekedar isu dan omong kosong belaka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 1.59cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Selain fenomena diatas, bumi sudah sering bicara dengan bahasa tubuhnya pada manusia melalui fenomena lain yang melanda dunia bahkan negara yang kita cintai&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;seperti meningkatnya suhu rata-rata bumi yang disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gas_rumah_kaca"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;gas-gas rumah kaca&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt; penyebab pemanasan global.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 1.59cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Banyaknya &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;gas-gas rumah kaca&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt; seperti uap air, karbondioksida (CO&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;sub&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sub&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;), metana (CH&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;sub&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sub&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;), ozon (O&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;sub&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sub&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;), dinitrogen oksida (N&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;sub&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sub&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;O), dan chlorofluorocarbon (CFC) yang dihasilkan oleh letusan gunung merapi,bahan bakar fosil, kendaraan bermotor,pemakaian pupuk kimia, cerobong pabrik, pembakaran hutan dan peralatan rumah tangga seperti kulkas, AC, dan obat semprot aerosol di atmosfer menyebabkan radiasi gelombang yang dipancarkan oleh bumi tidak terlepas ke luar angkasa karena diserap dan dipantulkan kembali oleh gas rumah kaca tersebut dan menyebabkan panas terperangkap di troposfer. Akhirnya terjadi peningkatan suhu di lapisan troposfer dan di bumi. Hal tersebut menyebabkan terjadinya efek rumah kaca di bumi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 1.59cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Berbicara tentang pemanasan global tidak terlepas dari kegiatan manusia dengan gaya hidupnya. Kita perlu menyadari bahwa selama ini kita sudah melakukan tindakan yang salah dengan hidup terlalu boros. Manusia dengan borosnya menggunakan listrik, semakin percaya diri dengan parfum berbagai aroma, tissue dan kertas di gunakan sesuka hati tapi enggan untuk menanam pohon dan malu berjalan kaki.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 1.59cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pola hidup boros ini sudah global juga, manusia terus menerus menuntut kemudahan-kemudahan hidup. Kemudahan itu didapat dalam bentuk benda-benda maupun jasa, yang pengadaannya memerlukan energi yang besar seperti rumah bagus dengan gemerlap lampu, mobil bagus penghasil emisi , makan enak, tidur nyenyak dengan AC berkawan CFC , bepergian cepat dan nyaman. Manusia telah dimanjakan oleh teknologi sehingga terlena dan lupa akan sengsara yang mengancam yaitu pemanasan global. Maka tepatlah ungkapan yang mengatakan “nikmat membawa sengsara”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 1.59cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dampak pemanasan global sudah dirasakan dan akibatnya tidak main-main.Bahkan para ilmuan memprediksikan bahwa 6 persen daerah Belanda dan 17,5 persen daerah Bangladesh dan banyak pulau-pulau di Indonesia akan tenggelam bila suhu bumi dan air laut terus meningkat yang menyebabkan naiknya permukaan air laut pula. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 1.59cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Para ilmuan juga memprediksi bahwa akan banyak orang yang terkena penyakit atau meninggal karena stress panas. Wabah penyakit yang biasa ditemukan di daerah tropis, seperti penyakit yang diakibatkan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nyamuk"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;nyamuk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt; dan hewan pembawa penyakit lainnya, akan semakin meluas dan masih banyak prediksi-prediksi yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 1.59cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Oleh karena itu, dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Sedunia yang jatuh pada tanggal 7 April 2008 Badan kesehatan dunia (World Health Organization) telah memilih sebuah tema “protecting health climate change” (melindungi kesehatan dari perubahan iklim), sebagai ajang mengingatkan kembali manusia bahwa bumi sudah tak bersahabat lagi sehingga perlu diwaspadai.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 1.59cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Maraknya isu tentang pemanasan global seharusnya membuka mata kita bahwa bumi ini sudah rapuh dan tak lama lagi akan hancur bila kita tak mampu untuk bergerak cepat memberi obat penawar pada luka bumi kita tersayang. Masalah ini bukan hanya masalah orang-orang ahli dan para petinggi saja, namun semua elemen masyarakat punya andil dalam menghadapi masalah ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 1.59cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Walau tak ada obat yang mampu menyembuhkan bumi dari deritanya itu, namun sebelum terlambat kita harus bergerak mulai sekarang untuk menyelamatkan bumi dengan kesederhanaan dan menghindari hidup berlebih-lebihan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 1.59cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;Kesederhanaan itu dapat kita wujudkan dengan hemat listrik karena sebagian besar pembangkit listrik mengeluarkan emisi CO&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;sub&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/sub&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;. Mulai dari hal kecil saja seperti mengganti rice cooker dengan masak di tungku, mencuci pakaian tak perlu mesin cuci cukup manual saja. Hemat menggunakan bahan bakar fosil. Kurangi penggunaan kendaraan bermotor Kalau bisa jalan kaki dan naik sepeda tak perlu mobil dan motor. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 1.59cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hemat menggunakan kertas karena kertas menggunakan bahan baku kayu alam, jadi semakin kita boros kertas maka semakin luas hutan yang harus terbabat yang mungkin saja dapat menggundulkan hutan bila tanpa disertai reboisasi. Kurangi pemakaian CFC dari parfum/pengharum ruangan gantilah dengan menanam bunga untuk menciptakan kesejukan dan kesegaran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 1.59cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify" lang="en-US"&gt; &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kesederhanaan sebagai pola hidup kita takkan membawa diri dalam keterbelakangan dan terlempar dari modernisasi tapi justru akan melahirkan sebuah sikap lebih manusiawi dibandingkan hidup sok modern tapi menzalimi diri sendiri karena keterpurukan bumi akan berdampak bagi manusia . Sedikit mengutip ucapan AA Gym bahwa mari kita mulai dari sekarang, mulai dari diri sendiri dan mulai dari hal kecil. Nasib bumi ada di tangan kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;i&gt;Cukup sudah derita bumiku sayang&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;i&gt;Sayangi alam karena darinya kita hidup&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-5979942440255819367?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/5979942440255819367/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=5979942440255819367&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/5979942440255819367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/5979942440255819367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2008/05/pecahan-kedua-artikel-n-essay.html' title='pecahan kedua (artikel N essay)'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SCAddFX66rI/AAAAAAAAAAw/SY-2vKxdjZk/s72-c/4118678537.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-7217134906865442892</id><published>2008-04-21T21:57:00.000-07:00</published><updated>2008-04-21T22:16:00.699-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan penaku'/><title type='text'>Cerita hari ini</title><content type='html'>Kisah hidup yang tersulam dari benang-benang cerita hariku menyelimuti tiap pecahan mozaik yang menjadi indah karena perbedaan tiap pecahannya. Tiap manusia memiliki jalan hidupnya masing-masing sepahit apapun itu. Mungkin aku termasuk bagian dari perjalanan itu,jalinan cerita yang tercipta menggores hingga lubuk hati meninggalkan luka yang akan menjadi bekas langkah kesuksesan suatu hari kelak karena goresan itu tercipta dari perjuangan hidup.&lt;br /&gt; from zero to hero, demikianlah jalan hidup ini kelak. bila hati masih teguh pada suatu impian yang bukan sekedar mimpi tapi cita-cita yang kan tergapai. Diriku bermimpi suatu hari kelak dapat menjadi konsultan WHO dan penulis novel islami senantiasa terukir indah di sanubari dan semoga kelak bukan hanya penghias langkah juang belaka tapi tujuan yang tercapai.Aku ingin seperti ANDREA HIRATA yang mimpinya jadi kenyataan,karena itulah aku tak pernah lupa ucapan ARAI dalam buku SANG PEMIMPI"bermimpilah,karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu"&lt;br /&gt;MARILAH kita ukir mimpi itu tuk merangkai cerita yang lebih indah,saudariku!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-7217134906865442892?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/7217134906865442892/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=7217134906865442892&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/7217134906865442892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/7217134906865442892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2008/04/cerita-hari-ini.html' title='Cerita hari ini'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-2432506306529862072</id><published>2008-04-21T21:39:00.000-07:00</published><updated>2008-11-18T21:45:26.290-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pesan dari langit'/><title type='text'>Pecahan pertama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SCulXTRE-rI/AAAAAAAAABQ/dExMzrg2Qog/s1600-h/fgfg.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SCulXTRE-rI/AAAAAAAAABQ/dExMzrg2Qog/s320/fgfg.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5200432014456847026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Tangisan tak ada artinya di bumi jihad&lt;br /&gt;Yang ia butuhkan hanyalah darah sahid para mujahid&lt;br /&gt;kemerdekaan dan kebebasan adalah impian&lt;br /&gt;Namun kan menjadi hadiah terindah dari perjuangan ini&lt;br /&gt;PASTI...&lt;br /&gt;ALLAHUAKBAR..................&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-2432506306529862072?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/2432506306529862072/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=2432506306529862072&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/2432506306529862072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/2432506306529862072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2008/04/pecahan-pertama.html' title='Pecahan pertama'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GSxRVEWsBrk/SCulXTRE-rI/AAAAAAAAABQ/dExMzrg2Qog/s72-c/fgfg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6978816295661427606.post-133052842435950109</id><published>2008-04-17T23:35:00.000-07:00</published><updated>2008-11-13T19:43:02.668-08:00</updated><title type='text'>Salam Terindah</title><content type='html'>kepadamu kukirimkan salam terindah.&lt;br /&gt;salamsejahtera para penghuni surga&lt;br /&gt;salam yang harumnya melebihi misik&lt;br /&gt;sejuknya melebihi embun pagi&lt;br /&gt;salam begitu hangat, sehangat sinar matahari di waktu dhuha&lt;br /&gt;salam yangsuci, sesuci telaga kautsar&lt;br /&gt;salam persahabatan dan persaudaraan yangtidak akan pudar di segala musim&lt;br /&gt;kepadamu saudaraku..&lt;br /&gt;yang kucintai karena Rabbku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku InGin menyapa teman2ku di ETOS, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;salam sayang ukhti&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;kalian aDaLAh inspirasI, teman DaLam SUKA dAN duka.&lt;br /&gt;Aku akan selalu merinDuKANMu&lt;br /&gt;mari melangkah menapaKi TIap mozaik hidup tuk berlabUh di derMaga kesUkSesan!!!&lt;br /&gt;DENgan Bismillah kumulai melangkah MaJU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6978816295661427606-133052842435950109?l=ani-dzakiyah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/feeds/133052842435950109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6978816295661427606&amp;postID=133052842435950109&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/133052842435950109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6978816295661427606/posts/default/133052842435950109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ani-dzakiyah.blogspot.com/2008/04/salam-sukses.html' title='Salam Terindah'/><author><name>ani_dzakiyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06126572019454872436</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/-koT0SHqTa9I/TfNlhfIRNhI/AAAAAAAAAOs/NGOCgQ3OgO4/s220/FB.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
